alexametrics
27 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Varian Delta Menyebar ke Luar Jawa, Kurangi Mobilitas!

iklan-usi

JAKARTA, METRODAILY.id – Masyarakat diminta mengurangi mobilitas ke luar rumah selama varian Delta atau B.1.617.2 masih menyebar. Penyebaran varian delta sudah menyasar ke luar Pulau Jawa, termasuk ke Sumatera.

“Kita harus bisa mengurangi pergerakan secara disiplin, kemudian jangan ke mana-mana dahulu di masa varian Delta ini menyebar,” kata Budi, dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR secara virtual, Selasa (13/7/2021).

Budi mengatakan, saat ini, penyebaran varian Delta tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, melainkan sudah mulai menyebar ke luar Jawa. “Jadi Lampung, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Papua Barat,

Kepulauan Riau dan Bengkulu sekarang sudah masuk di radar kita di luar rumah sakit di Jawa,” ujarnya. Budi menekankan, meski terus ditambah, kapasitas rumah sakit tidak akan cukup untuk menanggulangi penyebaran varian Delta. Oleh sebab itu, ia meminta kegiatan masyarakat dibatasi.

“Jadi perlu juga saya sampaikan di sini, yang sangat penting, yang paling penting saya bilang adalah bagaimana penanganan di sisi hulunya penanganan di sisi sebabnya,” ucap Budi.

Data Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan pada 6 Juli 2021 menunjukkan, ada 553 kasus varian baru virus corona di Indonesia. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari enam varian baru virus Corona yaitu Alpha, Beta, Delta, Eta, Iota, dan Kappa.
Dari keenam varian itu, varian Delta terlihat paling mendominasi di Indonesia dibandingkan varian lainnya yaitu sebanyak 436 kasus.

Kemudian varian Beta berada pada urutan kedua dengan jumlah 57 kasus, 51 Alpha, 5 Eta, 2 Kappa, dan 2 kasus varian Iota. Kepala Pusat Genom Nasional Lembaga Eijkman Safarina G Malik mengatakan, dominasi ini disebabkan karena varian Delta lebih mudah menular dibandingkan yang lainnya.

“Tren dominasi varian Delta ini juga terjadi di negara lain, seperti di Inggris dan Amerika Serikat,” ujar Safarina.

Butuh 2.900 Dokter dan 20 Ribu Perawat

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, di tengah lonjakan kasus Covid-19 di Tanah Air, jumlah dokter dan perawat yang ada saat ini sangat terbatas. Budi mengatakan, pemerintah sangat membutuhkan tambahan dokter dan perawat untuk menangani pasien Covid-19.

“Kita kekurangan sekitar 2.200-2.900 dokter,” ujar Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Selasa (13/7).

Baca Juga :  Pemulung Tewas di Trotoar Jalan Sutomo

Budi mengatakan, untuk perawat, saat ini ada kekurangan setidaknya 20 ribu perawat. Kekurangan tersebut ada di tujuh provinsi yakni Bali, Banten, DIY, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Kita membutuhkan sekitar 16-20 ribu perawatdi tujuh provisi ini,” katanya.

Mantan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini mengungkap, ada 3.900 dokter yang saat ini sedang menyelesaikan internship alias magang. Pihaknya mengaku akan mempercepat proses administrasinya sehingga bisa langsung turun ke lapangan membantu pasien Covid-19.

“Tenyata akan ada 3.900 dokter yang akan selesai internship nah ini akan kita percepat seluruh proses administrasinya, sehingga mereka bisa masuk ke rumah sakit untuk bisa merawat pasien Covid-19,” ungkapnya.

Kemudian untuk perawat, Budi mengatakan saat ini sudah ada 19 ribu perawat yang sudah lulus uji kompetensi. Saat ini, pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) agar lembaga yang dipimpin Nadiem Makarim tersebut bisa mempercepat para perawat yang belum lulus uji kompetensi.

“Agar kita bisa mengakselerasi teman-teman perawat bisa masuk ke lapangan (menangani pasien Covid-19-Red),” pungkasnya.

Nakes Segera Divaksin Tahap 3

Tenaga kesehatan memiliki risiko tinggi tertular virus Covid-19 meski telah divaksinasi. Terbukti dari data Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ratusan nakes terpapar Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah, meski sudah divaksinasi Sinovac. Makanya, Kementerian Kesehatan memutuskan akan segera memberikan vaksin suntikan ketiga vaksin Moderna dengan metode mRNA dari Amerika Serikat untuk tenaga kesehatan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya menyadari bahwa beberapa perawat dan dokter kini banyak yang terpapar Covid-19, sebagian harus diisolasi mandiri. Ia mengaku prihatin dan berkomitmen akan terus memperhatikan kesehatan perawat, dokter, dan bidan. Menurutnya, vaksinasi booster atau vaksinasi tahap ke-3 bagi tenaga kesehatan itu rencananya akan dilakukan secepatnya.
Jadwalnya setelah memfinalisasi diskusi dengan asosiasi dokter, perawat, dan bidan untuk melakukan vaksinasi ketiga dengan Moderna. Lalu kapan jadwalnya?
“Akan dimulai secepat-cepatnya untuk melindungi mereka sebagai salah satu garda terdepan kita yang harus kita lindungi,” kata Menkes Budi dalam ketetangan resmi Kemenkes. (kcm/jp)

JAKARTA, METRODAILY.id – Masyarakat diminta mengurangi mobilitas ke luar rumah selama varian Delta atau B.1.617.2 masih menyebar. Penyebaran varian delta sudah menyasar ke luar Pulau Jawa, termasuk ke Sumatera.

“Kita harus bisa mengurangi pergerakan secara disiplin, kemudian jangan ke mana-mana dahulu di masa varian Delta ini menyebar,” kata Budi, dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR secara virtual, Selasa (13/7/2021).

Budi mengatakan, saat ini, penyebaran varian Delta tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, melainkan sudah mulai menyebar ke luar Jawa. “Jadi Lampung, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Papua Barat,

Kepulauan Riau dan Bengkulu sekarang sudah masuk di radar kita di luar rumah sakit di Jawa,” ujarnya. Budi menekankan, meski terus ditambah, kapasitas rumah sakit tidak akan cukup untuk menanggulangi penyebaran varian Delta. Oleh sebab itu, ia meminta kegiatan masyarakat dibatasi.

“Jadi perlu juga saya sampaikan di sini, yang sangat penting, yang paling penting saya bilang adalah bagaimana penanganan di sisi hulunya penanganan di sisi sebabnya,” ucap Budi.

Data Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan pada 6 Juli 2021 menunjukkan, ada 553 kasus varian baru virus corona di Indonesia. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari enam varian baru virus Corona yaitu Alpha, Beta, Delta, Eta, Iota, dan Kappa.
Dari keenam varian itu, varian Delta terlihat paling mendominasi di Indonesia dibandingkan varian lainnya yaitu sebanyak 436 kasus.

Kemudian varian Beta berada pada urutan kedua dengan jumlah 57 kasus, 51 Alpha, 5 Eta, 2 Kappa, dan 2 kasus varian Iota. Kepala Pusat Genom Nasional Lembaga Eijkman Safarina G Malik mengatakan, dominasi ini disebabkan karena varian Delta lebih mudah menular dibandingkan yang lainnya.

“Tren dominasi varian Delta ini juga terjadi di negara lain, seperti di Inggris dan Amerika Serikat,” ujar Safarina.

Butuh 2.900 Dokter dan 20 Ribu Perawat

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, di tengah lonjakan kasus Covid-19 di Tanah Air, jumlah dokter dan perawat yang ada saat ini sangat terbatas. Budi mengatakan, pemerintah sangat membutuhkan tambahan dokter dan perawat untuk menangani pasien Covid-19.

“Kita kekurangan sekitar 2.200-2.900 dokter,” ujar Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Selasa (13/7).

Baca Juga :  Pemulung Tewas di Trotoar Jalan Sutomo

Budi mengatakan, untuk perawat, saat ini ada kekurangan setidaknya 20 ribu perawat. Kekurangan tersebut ada di tujuh provinsi yakni Bali, Banten, DIY, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Kita membutuhkan sekitar 16-20 ribu perawatdi tujuh provisi ini,” katanya.

Mantan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini mengungkap, ada 3.900 dokter yang saat ini sedang menyelesaikan internship alias magang. Pihaknya mengaku akan mempercepat proses administrasinya sehingga bisa langsung turun ke lapangan membantu pasien Covid-19.

“Tenyata akan ada 3.900 dokter yang akan selesai internship nah ini akan kita percepat seluruh proses administrasinya, sehingga mereka bisa masuk ke rumah sakit untuk bisa merawat pasien Covid-19,” ungkapnya.

Kemudian untuk perawat, Budi mengatakan saat ini sudah ada 19 ribu perawat yang sudah lulus uji kompetensi. Saat ini, pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) agar lembaga yang dipimpin Nadiem Makarim tersebut bisa mempercepat para perawat yang belum lulus uji kompetensi.

“Agar kita bisa mengakselerasi teman-teman perawat bisa masuk ke lapangan (menangani pasien Covid-19-Red),” pungkasnya.

Nakes Segera Divaksin Tahap 3

Tenaga kesehatan memiliki risiko tinggi tertular virus Covid-19 meski telah divaksinasi. Terbukti dari data Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ratusan nakes terpapar Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah, meski sudah divaksinasi Sinovac. Makanya, Kementerian Kesehatan memutuskan akan segera memberikan vaksin suntikan ketiga vaksin Moderna dengan metode mRNA dari Amerika Serikat untuk tenaga kesehatan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya menyadari bahwa beberapa perawat dan dokter kini banyak yang terpapar Covid-19, sebagian harus diisolasi mandiri. Ia mengaku prihatin dan berkomitmen akan terus memperhatikan kesehatan perawat, dokter, dan bidan. Menurutnya, vaksinasi booster atau vaksinasi tahap ke-3 bagi tenaga kesehatan itu rencananya akan dilakukan secepatnya.
Jadwalnya setelah memfinalisasi diskusi dengan asosiasi dokter, perawat, dan bidan untuk melakukan vaksinasi ketiga dengan Moderna. Lalu kapan jadwalnya?
“Akan dimulai secepat-cepatnya untuk melindungi mereka sebagai salah satu garda terdepan kita yang harus kita lindungi,” kata Menkes Budi dalam ketetangan resmi Kemenkes. (kcm/jp)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/