alexametrics
27 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Akhir Januari, Kasus Omicron Diprediksi Tinggi

iklan-usi

JAKARTA, METRODAILY – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprediksi gelombang Covid-19 varian Omicron bakal tinggi akhir Januari 2022.
Karena karakternya cepat menular, maka diprediksi kasus Covid-19 varian Omicron bakal lebih tinggi daripada Delta. Akan tetapi kabar baiknya, mayoritas pasien terkonfirmasi Omicron memiliki gejala ringan dan tidak bergejala.

Karenanya pasien konfirmasi Omicron tidak membutuhkan perawatan yang serius di RS. Pasien hanya perlu menjalani isolasi mandiri di rumah dengan diberikan suplemen vitamin maupun obat terapi tambahan yang telah diizinkan penggunaannya oleh pemerintah.

“Kenaikan transmisi omicron akan jauh lebih tinggi daripada Delta, tetapi yang dirawat lebih sedikit,” tegas Menkes Budi dalam keterangan resmi, Selasa (11/1).

Sehingga, menurutnya, strategi layanan dari Kemenkes dari yang sebelumnya ke RS sekarang fokusnya ke rumah. Karena akan banyak yang terinfeksi namun tidak perlu ke RS.

Untuk itu Kemenkes bekerjasama dengan 17 platform telemedicine untuk memberikan jasa konsultasi dokter dan jasa pengiriman obat secara gratis bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah untuk mempercepat proses kesembuhan.

Platform tersebut yaitu Alodokter, Getwell, Good Doctor, Grabhealth, Halodoc, KlikDokter, KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, YesDok, Aido Health, Homecare24, Lekasehat, mDoc, Trustmedis, dan Vascular.

Ia merinci dari total 414 kasus terkonfirmasi Omicron, 99 persen gejalanya ringan dan tanpa gejala. Sedangkan yang masuk kategori sedang atau butuh perawatan oksigen hanya dua orang, yakni lelaki berusia 58 tahun dan 47 tahun. Keduanya dilaporkan memiliki penyakit penyerta (komorbid) dan kini telah dinyatakan sembuh.

“Dari 414 orang yang dirawat, 114 orang (26 persen) sudah sembuh termasuk yang 2 orang tadi yang masuk kategori sedang dan butuh perawatan oksigen,” katanya.

Ia meminta masyarakat jangan panik. Ia meyakini gelombang kenaikan kasus akibat Omicron bisa cepat dikendalikan. “Kita akan menghadapi gelombang dari Omicron, jangan panik, kita sudah menyiapkan diri dengan baik,” tuturnya.

Baca Juga :  Warga Asahan Pengedar 11 Kg Sabu Divonis Mati

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan sektor kesehatan Indonesia siap menghadapi adanya varian baru Covid-19 yang mengancam. Pencegahan varian Omicron ini tentunya tidak dapat hanya dijalankan oleh pemerintah saja namun juga harus melibatkan peran serta masyarakat.

Luhut menegaskan, segala bentuk pencegahan dapat diterapkan dengan menegakan protokol kesehatan Covid-19 yang tidak boleh jenuh hingga penggunaan Peduli Lindungi yang baik. Langkah preventif merupakan kunci utama agar kita terus terhindar dan dapat keluar dari pandemi ini.

“Perlu saya tegaskan kembali, bahwa sistem kesehatan Indonesia hari ini cukup siap dalam menghadapi adanya varian baru yang kembali mengancam kehidupan kita,” kata Luhut dalam konferensi pers secara virtual, Senin (10/1).

Luhut memaparkan, pemerintah juga terus melakukan langkah-langkah persiapan dengan meminta kepada seluruh daerah agar sedari dini mempersiapkan kesiapan fasilitas Rumah Sakit (RS) dan isolasi terpusat untuk memitigasi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, peningkatan testing dan tracing juga akan menjadi program prioritas Pemerintah untuk mencegah kasus Covid meledak kembali.

“Kita harus kompak tidak perlu mencari kekurangan di sana-sini, tapi kita harus saling mengingatkan dengan baik,” tegasnya.
Luhut mengungkapkan, hingga kemarin sudah 178 hari pasca puncak kasus Covid-19 dan Indonesia terus berada pada titik yang rendah dan cukup terkendali dalam mengatasi pandemi Covid-19.

“Saya yakin bahwa Covid-19 hanya dapat dicegah dengan kedisplinan yang kuat dan semangat gotong royong yang dilakukan oleh seluruh elemen bangsa secara terus menerus tanpa terputus,” pungkasnya. (jp)

JAKARTA, METRODAILY – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprediksi gelombang Covid-19 varian Omicron bakal tinggi akhir Januari 2022.
Karena karakternya cepat menular, maka diprediksi kasus Covid-19 varian Omicron bakal lebih tinggi daripada Delta. Akan tetapi kabar baiknya, mayoritas pasien terkonfirmasi Omicron memiliki gejala ringan dan tidak bergejala.

Karenanya pasien konfirmasi Omicron tidak membutuhkan perawatan yang serius di RS. Pasien hanya perlu menjalani isolasi mandiri di rumah dengan diberikan suplemen vitamin maupun obat terapi tambahan yang telah diizinkan penggunaannya oleh pemerintah.

“Kenaikan transmisi omicron akan jauh lebih tinggi daripada Delta, tetapi yang dirawat lebih sedikit,” tegas Menkes Budi dalam keterangan resmi, Selasa (11/1).

Sehingga, menurutnya, strategi layanan dari Kemenkes dari yang sebelumnya ke RS sekarang fokusnya ke rumah. Karena akan banyak yang terinfeksi namun tidak perlu ke RS.

Untuk itu Kemenkes bekerjasama dengan 17 platform telemedicine untuk memberikan jasa konsultasi dokter dan jasa pengiriman obat secara gratis bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah untuk mempercepat proses kesembuhan.

Platform tersebut yaitu Alodokter, Getwell, Good Doctor, Grabhealth, Halodoc, KlikDokter, KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, YesDok, Aido Health, Homecare24, Lekasehat, mDoc, Trustmedis, dan Vascular.

Ia merinci dari total 414 kasus terkonfirmasi Omicron, 99 persen gejalanya ringan dan tanpa gejala. Sedangkan yang masuk kategori sedang atau butuh perawatan oksigen hanya dua orang, yakni lelaki berusia 58 tahun dan 47 tahun. Keduanya dilaporkan memiliki penyakit penyerta (komorbid) dan kini telah dinyatakan sembuh.

“Dari 414 orang yang dirawat, 114 orang (26 persen) sudah sembuh termasuk yang 2 orang tadi yang masuk kategori sedang dan butuh perawatan oksigen,” katanya.

Ia meminta masyarakat jangan panik. Ia meyakini gelombang kenaikan kasus akibat Omicron bisa cepat dikendalikan. “Kita akan menghadapi gelombang dari Omicron, jangan panik, kita sudah menyiapkan diri dengan baik,” tuturnya.

Baca Juga :  Ortu Siswa Ramai-ramai Pertanyakan Situs PPDB Sumut Error

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan sektor kesehatan Indonesia siap menghadapi adanya varian baru Covid-19 yang mengancam. Pencegahan varian Omicron ini tentunya tidak dapat hanya dijalankan oleh pemerintah saja namun juga harus melibatkan peran serta masyarakat.

Luhut menegaskan, segala bentuk pencegahan dapat diterapkan dengan menegakan protokol kesehatan Covid-19 yang tidak boleh jenuh hingga penggunaan Peduli Lindungi yang baik. Langkah preventif merupakan kunci utama agar kita terus terhindar dan dapat keluar dari pandemi ini.

“Perlu saya tegaskan kembali, bahwa sistem kesehatan Indonesia hari ini cukup siap dalam menghadapi adanya varian baru yang kembali mengancam kehidupan kita,” kata Luhut dalam konferensi pers secara virtual, Senin (10/1).

Luhut memaparkan, pemerintah juga terus melakukan langkah-langkah persiapan dengan meminta kepada seluruh daerah agar sedari dini mempersiapkan kesiapan fasilitas Rumah Sakit (RS) dan isolasi terpusat untuk memitigasi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, peningkatan testing dan tracing juga akan menjadi program prioritas Pemerintah untuk mencegah kasus Covid meledak kembali.

“Kita harus kompak tidak perlu mencari kekurangan di sana-sini, tapi kita harus saling mengingatkan dengan baik,” tegasnya.
Luhut mengungkapkan, hingga kemarin sudah 178 hari pasca puncak kasus Covid-19 dan Indonesia terus berada pada titik yang rendah dan cukup terkendali dalam mengatasi pandemi Covid-19.

“Saya yakin bahwa Covid-19 hanya dapat dicegah dengan kedisplinan yang kuat dan semangat gotong royong yang dilakukan oleh seluruh elemen bangsa secara terus menerus tanpa terputus,” pungkasnya. (jp)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/