alexametrics
22.8 C
Medan
Friday, August 19, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Sabam Sirait Diusul jadi Pahlawan Nasional

iklan-usi

JAKARTA, METRODAILY – Sabam Sirait adalah pejuang keadilan dan humanisme dalam proses demokrasi yang tumbuh dan berkembang di Indonesia. Dia menjadi bagian dari segelintir tokoh politik yang teguh memperjuangkan hak-hak asasi manusia dan memperjuangkan penegakan demokrasi.

“Tahun 1971 pada kasus pembangunan Taman Mini dia ditahan, pada tahun 1972 pada masa pembatasan masa jabatan Presiden 2 kali, pada tahun 1980 yang menggagas UU Anti Monopoli, pada tahun 1984 saat berempati terhadap Kasus AM Fatwa, dan Sabam Sirait adalah juga pionir penggunaan hak interpelasi pada 1993,” ungkap penggiat media dan jurnalis peminat masalah-masalah sejarah, J Anto.

Di depan Seminar Nasional ‘Pengusulan Sabam Sirait Menjadi Pahlawam Nasional’ di aula FK Universitas HKBP Nommensen Medan, Selasa (8/2/2022), Anto mengatakan, cukup banyak warisan politik (legacy) yang diturunkan kepada generasi-generasi berikutnya tentang makna berpolitik yang sesungguhnya.

“Perjuangan menegakkan integritas diri adalah bagian dari konsistensi berpolitik dari Sabam Sirait. Selain bergeming melawan teror dan intimidasi, Sabam Sirait juga teguh mempertahankan kritisme untuk melayani kepentingan rakyat,” kata Anto dalam seminar yang dihadiri Direktur Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial Kementerian Sosial RI, Nurharjani, dan Gubernur Sumut yang diwakili oleh Kaban Kesbanglinmas Provsu Safruddin.

Hadir pula Wali Kota Medan Bobby Nasution via zoom, Ketua MUI Medan Prof M. Hatta yang juga penasehat panitia, Sejarahwan Prof Suprayitno, DR Abdul Syukur, Akademisi Prof DR Robert Sibarani, dan lainnya.

Anto mengungkapkan banyak argumentasi yang dapat disampaikan untuk meyakinkan pemerintah bahwa Sabam Sirait layak diangkat menjadi pahlawan nasional.

Sabam Sirait, menurut dia, adalah politisi yang berjuang mengubah sistem politik yang tidak demokratis untuk kepentingan rakyat. Bahkan dia bergeming terhadap godaan bujukan kekuasaan dan kelimpahan duniawi. “Sabam Sirait juga dikenang sebagai politisi yang menjauhi politik rente dan menjaga jarak dengan kekuasaan,” katanya.
Anto mengaku kagum dengan sosok Sabam Sirait yang konsisten menjaga pikiran sketisme, dimana dia melihat harta bukanlah sesuatu yang luar biasa. Begitu pula pemikiran politiknya yang inklusif dan keluar dari ekslusivisme agama.

“Sabam Sirait adalah sedikit politik yang tumbuh dalam budaya inklusif. Beliau adalah antitesa politik identitas. Bisa kita lihat jejak rekam beliau yang ternyata ikut bersama A.M. Fatwa untuk demo bersama massa PKS untuk menentang penjajahan bangsa Palestina,” tukasnya.

Baca Juga :  Lili Pintauli Siregar Terbukti Bohong

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mendukung sepenuhnya pengusulan pejuang politik dan politisi kawakan asal Sumatera Utara (Sumut), Sabam Sirait sebagai pahlawan nasional. Sabam Sirait dinilai telah berkontribusi dalam mempertahankan NKRI dan pembangunan Negara Republik Indonesia, khususnya Sumatera Utara.

Tercatat, sehari setelah upaya kudeta G30S/PKI pada September 1965, dia diundang ke Sumatera Utara untuk membahas penumpasan PKI.

“Dalam permasalahan Palestina dan Israel, Sabam Sirait secara terbuka mendukung negara Palestina dan mengkritik Israel, karena sering melakukan pelecehan terhadap rakyat Palestina,” ungkap Gubenur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dalam sambutannya yang disampaikan Kepala Badan Kesbanglinmas Provsu, Safruddin pada seminar yang dihadiri Direktur Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial Kementerian Sosial RI, Nurharjani dan Ketua Panitia Seminar, DR RE Nainggolan.

Gubernur mengingatkan kembali pemikiran Sabam Sirait yang mengajak masyarakat Indonesia dan juga umat Kristiani membangun empati atas penderitaan rakyat Palestina. “Sejak tahun 2007, Sabam Sirait telah menghadiri berbagai demonstrasi untuk mendukung perjuangan Palestina,” katanya.

Gubernur mengatakan, sampai saat ini sudah ada 13 putra terbaik Sumatera Utara yang dianugerahi gelar pahlawan nasional, yaitu Sisingamangaraja XII, Dr Mr Teuku Muhammad Hasan, dr FL Tobing, Tengku Amir Hamzah, H Adam Malik, Mayjen TNI Anumerta D.I. Panjaitan, KH Zainul Arifin, Kiras Bangun, Jenderal Besar TNI AH Nasution, Letjen TNI (Purn) TB Simatupang, Letjen TNI (Purn) Djamin Ginting, Mr Sutan Mohammad Amin Nasution, dan Prof Dr Raflan Pane.

“Penganugerahan gelar pahlawan nasional adalah sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan tertinggi kepada seseorang atas jasa- jasanya yang luar biasa semasa hidupnya dalam memimpin dan melakukan perjuangan, baik perjuangan politik atau dalam bidang lainnya untuk mencapai tujuan negara yang sejahtera dan mempertahankan nkri dengan tujuan mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa,” tukasnya.

Gubernur berharap dengan bertambahnya putra terbaik Sumatera Utara sebagai pahlawan nasional, menunjukkan adanya pengakuan secara nasional bahwa warga Sumatera Utara memiliki semangat kejuangan yang tinggi dalam memperjuangkan dan mempertahankan NKRI.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Sumatera Utara saya mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada panitia yang memprakarsai pengusulan penganugerahan gelar pahlawan nasional Sabam Sirait. Pemerintah Provinsi mendukung sepenuhnya Sabam Sirait sebagai pahlawan nasional asal Sumatera Utara yang ke-14,” pungkasnya. (adz/smg)

JAKARTA, METRODAILY – Sabam Sirait adalah pejuang keadilan dan humanisme dalam proses demokrasi yang tumbuh dan berkembang di Indonesia. Dia menjadi bagian dari segelintir tokoh politik yang teguh memperjuangkan hak-hak asasi manusia dan memperjuangkan penegakan demokrasi.

“Tahun 1971 pada kasus pembangunan Taman Mini dia ditahan, pada tahun 1972 pada masa pembatasan masa jabatan Presiden 2 kali, pada tahun 1980 yang menggagas UU Anti Monopoli, pada tahun 1984 saat berempati terhadap Kasus AM Fatwa, dan Sabam Sirait adalah juga pionir penggunaan hak interpelasi pada 1993,” ungkap penggiat media dan jurnalis peminat masalah-masalah sejarah, J Anto.

Di depan Seminar Nasional ‘Pengusulan Sabam Sirait Menjadi Pahlawam Nasional’ di aula FK Universitas HKBP Nommensen Medan, Selasa (8/2/2022), Anto mengatakan, cukup banyak warisan politik (legacy) yang diturunkan kepada generasi-generasi berikutnya tentang makna berpolitik yang sesungguhnya.

“Perjuangan menegakkan integritas diri adalah bagian dari konsistensi berpolitik dari Sabam Sirait. Selain bergeming melawan teror dan intimidasi, Sabam Sirait juga teguh mempertahankan kritisme untuk melayani kepentingan rakyat,” kata Anto dalam seminar yang dihadiri Direktur Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial Kementerian Sosial RI, Nurharjani, dan Gubernur Sumut yang diwakili oleh Kaban Kesbanglinmas Provsu Safruddin.

Hadir pula Wali Kota Medan Bobby Nasution via zoom, Ketua MUI Medan Prof M. Hatta yang juga penasehat panitia, Sejarahwan Prof Suprayitno, DR Abdul Syukur, Akademisi Prof DR Robert Sibarani, dan lainnya.

Anto mengungkapkan banyak argumentasi yang dapat disampaikan untuk meyakinkan pemerintah bahwa Sabam Sirait layak diangkat menjadi pahlawan nasional.

Sabam Sirait, menurut dia, adalah politisi yang berjuang mengubah sistem politik yang tidak demokratis untuk kepentingan rakyat. Bahkan dia bergeming terhadap godaan bujukan kekuasaan dan kelimpahan duniawi. “Sabam Sirait juga dikenang sebagai politisi yang menjauhi politik rente dan menjaga jarak dengan kekuasaan,” katanya.
Anto mengaku kagum dengan sosok Sabam Sirait yang konsisten menjaga pikiran sketisme, dimana dia melihat harta bukanlah sesuatu yang luar biasa. Begitu pula pemikiran politiknya yang inklusif dan keluar dari ekslusivisme agama.

“Sabam Sirait adalah sedikit politik yang tumbuh dalam budaya inklusif. Beliau adalah antitesa politik identitas. Bisa kita lihat jejak rekam beliau yang ternyata ikut bersama A.M. Fatwa untuk demo bersama massa PKS untuk menentang penjajahan bangsa Palestina,” tukasnya.

Baca Juga :  Lili Pintauli Siregar Terbukti Bohong

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mendukung sepenuhnya pengusulan pejuang politik dan politisi kawakan asal Sumatera Utara (Sumut), Sabam Sirait sebagai pahlawan nasional. Sabam Sirait dinilai telah berkontribusi dalam mempertahankan NKRI dan pembangunan Negara Republik Indonesia, khususnya Sumatera Utara.

Tercatat, sehari setelah upaya kudeta G30S/PKI pada September 1965, dia diundang ke Sumatera Utara untuk membahas penumpasan PKI.

“Dalam permasalahan Palestina dan Israel, Sabam Sirait secara terbuka mendukung negara Palestina dan mengkritik Israel, karena sering melakukan pelecehan terhadap rakyat Palestina,” ungkap Gubenur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dalam sambutannya yang disampaikan Kepala Badan Kesbanglinmas Provsu, Safruddin pada seminar yang dihadiri Direktur Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial Kementerian Sosial RI, Nurharjani dan Ketua Panitia Seminar, DR RE Nainggolan.

Gubernur mengingatkan kembali pemikiran Sabam Sirait yang mengajak masyarakat Indonesia dan juga umat Kristiani membangun empati atas penderitaan rakyat Palestina. “Sejak tahun 2007, Sabam Sirait telah menghadiri berbagai demonstrasi untuk mendukung perjuangan Palestina,” katanya.

Gubernur mengatakan, sampai saat ini sudah ada 13 putra terbaik Sumatera Utara yang dianugerahi gelar pahlawan nasional, yaitu Sisingamangaraja XII, Dr Mr Teuku Muhammad Hasan, dr FL Tobing, Tengku Amir Hamzah, H Adam Malik, Mayjen TNI Anumerta D.I. Panjaitan, KH Zainul Arifin, Kiras Bangun, Jenderal Besar TNI AH Nasution, Letjen TNI (Purn) TB Simatupang, Letjen TNI (Purn) Djamin Ginting, Mr Sutan Mohammad Amin Nasution, dan Prof Dr Raflan Pane.

“Penganugerahan gelar pahlawan nasional adalah sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan tertinggi kepada seseorang atas jasa- jasanya yang luar biasa semasa hidupnya dalam memimpin dan melakukan perjuangan, baik perjuangan politik atau dalam bidang lainnya untuk mencapai tujuan negara yang sejahtera dan mempertahankan nkri dengan tujuan mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa,” tukasnya.

Gubernur berharap dengan bertambahnya putra terbaik Sumatera Utara sebagai pahlawan nasional, menunjukkan adanya pengakuan secara nasional bahwa warga Sumatera Utara memiliki semangat kejuangan yang tinggi dalam memperjuangkan dan mempertahankan NKRI.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Sumatera Utara saya mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada panitia yang memprakarsai pengusulan penganugerahan gelar pahlawan nasional Sabam Sirait. Pemerintah Provinsi mendukung sepenuhnya Sabam Sirait sebagai pahlawan nasional asal Sumatera Utara yang ke-14,” pungkasnya. (adz/smg)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/