alexametrics
25.7 C
Medan
Saturday, August 20, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Jasad Pria Tenggelam di Danau Toba Ditemukan 

iklan-usi

SAMOSIR, METRODAILY– Jasad korban Aljab Maulana (22) ditemukan pada kedalaman 5 meter.

Pencarian di hari kedua, Senin (6/6/2022) membuahkan hasil setelah Pos SAR Parapat dan masyarakat serta stakeholder terkait berkoordinasi.
Pencarian dimulai pukul 08.00 WIB.

Seorang anggota Pos SAR Parapat Herlan menjelaskan, kesulitan soal jarak pandang pada perairan Danau Toba masih mereka alami saat penyelaman.
Beberapa kali penyelaman sudah dilakukan, namun tak membuahkan hasil.

“Pencarian kita mulai pada pukul 08.00 WIB, kita menggunakan alat detector. Kita masih terhalang dalam pencarian karena jarak pandang yang terbatas, padahal sudah pagi kan, terang,” ujar seorang anggota Pos SAR Parapat Herlan, Senin (6/6/2022).

“Kita juga sudah lakukan penyelaman beberapa kali, namun belum membuahkan hasil. Lalu, kita coba berimprovisasi dengan menggunakan tali sebagai guide line. Tali itu kita ulur sekian meter hingga pada titik yang kita curigai sebagai locus jasad,” terangnya.

Setelah menggunakan metode baru, menggunakan tali sebagai guide line, pihaknya berani berimprovisasi. Alhasil, jasad korban yang belum mengapung tersebut ditemukan pada kedalaman 5 meter.

Baca Juga :  15 Juli Jamaah Haji Mulai Pulang

“Dan pada pukul 10.20 WIB, jasad korban kita temukan. Jasad korban tersebut ditemukan tidak jauh dari titik yang ditunjuk pada alat deteksi tadi,” sambungnya.

“Sejak pencarian pertama hingga hari kedua, jarak pandang itu tak lebih dari 30 centimeter, sedimentasinya lumpur masih tebal. Penemuan mayat tersebut belum 24 jam, artinya jasad belum waktunya mengapung. Kita temukan pada kedalaman 5 meter,” terangnya.

“Penyerahan jasad diberikan kepada rekan-rekan korban yang turut membantu juga dari atas. Begitu jasad dimasukkan ke kantung jenazah setelah mengapung, sejumlah pihak sudah siap menunggu di atas, termasuk keluarga.

Pascaevakuasi, jasad korban dibawa ke rumah sakit terdekat dan selanjutnya diberangkatkan ke pihak keluarga yang berada di Pulau Jawa.

“Lalu, jasad langsung dievakuasi ke RSUD Pangururan. Setelah itu, mereka mengurus keberangkatan jasad ke kampung halaman di Cimahi, Jawa Barat,” terangnya.
“Tadi malam, pada pencarian pertama, kita bersama masyarakat tetap berkoordinasi walau tak membuahkan hasil. Namun, pada hari kedua, koordinasi kita dengan masyarakat dapat terarah,” pungkasnya. (net)

SAMOSIR, METRODAILY– Jasad korban Aljab Maulana (22) ditemukan pada kedalaman 5 meter.

Pencarian di hari kedua, Senin (6/6/2022) membuahkan hasil setelah Pos SAR Parapat dan masyarakat serta stakeholder terkait berkoordinasi.
Pencarian dimulai pukul 08.00 WIB.

Seorang anggota Pos SAR Parapat Herlan menjelaskan, kesulitan soal jarak pandang pada perairan Danau Toba masih mereka alami saat penyelaman.
Beberapa kali penyelaman sudah dilakukan, namun tak membuahkan hasil.

“Pencarian kita mulai pada pukul 08.00 WIB, kita menggunakan alat detector. Kita masih terhalang dalam pencarian karena jarak pandang yang terbatas, padahal sudah pagi kan, terang,” ujar seorang anggota Pos SAR Parapat Herlan, Senin (6/6/2022).

“Kita juga sudah lakukan penyelaman beberapa kali, namun belum membuahkan hasil. Lalu, kita coba berimprovisasi dengan menggunakan tali sebagai guide line. Tali itu kita ulur sekian meter hingga pada titik yang kita curigai sebagai locus jasad,” terangnya.

Setelah menggunakan metode baru, menggunakan tali sebagai guide line, pihaknya berani berimprovisasi. Alhasil, jasad korban yang belum mengapung tersebut ditemukan pada kedalaman 5 meter.

Baca Juga :  Polres Samosir Pastikan Ketersediaan Migor

“Dan pada pukul 10.20 WIB, jasad korban kita temukan. Jasad korban tersebut ditemukan tidak jauh dari titik yang ditunjuk pada alat deteksi tadi,” sambungnya.

“Sejak pencarian pertama hingga hari kedua, jarak pandang itu tak lebih dari 30 centimeter, sedimentasinya lumpur masih tebal. Penemuan mayat tersebut belum 24 jam, artinya jasad belum waktunya mengapung. Kita temukan pada kedalaman 5 meter,” terangnya.

“Penyerahan jasad diberikan kepada rekan-rekan korban yang turut membantu juga dari atas. Begitu jasad dimasukkan ke kantung jenazah setelah mengapung, sejumlah pihak sudah siap menunggu di atas, termasuk keluarga.

Pascaevakuasi, jasad korban dibawa ke rumah sakit terdekat dan selanjutnya diberangkatkan ke pihak keluarga yang berada di Pulau Jawa.

“Lalu, jasad langsung dievakuasi ke RSUD Pangururan. Setelah itu, mereka mengurus keberangkatan jasad ke kampung halaman di Cimahi, Jawa Barat,” terangnya.
“Tadi malam, pada pencarian pertama, kita bersama masyarakat tetap berkoordinasi walau tak membuahkan hasil. Namun, pada hari kedua, koordinasi kita dengan masyarakat dapat terarah,” pungkasnya. (net)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/