alexametrics
30.6 C
Medan
Friday, August 19, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Dapot Simpan Sabu Dalam Kaleng Roti

iklan-usi

TANJUNG BALAI, METRODAILY.id – Walaupun sudah menjadikan rumahnya sendiri sebagai tempat untuk mengedarkan narkotika, namun perbuatannya itu masih juga diketahui oleh Sat Res Narkoba Polres Tanjungbalai.

Akibatnya, pada beberapa hari lalu, Dapot Panjaitan alias Dapot (39) diciduk dari rumahnya di Jalan Mesjid, Kelurahan Keramat Kubah, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai berikut dengan barang buktinya berupa sabu.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Triyadi, SH,S.IK yang dihubungi melalui Kasubbag Humas, Iptu AD Panjaitan, membenarkan adanya penangkapan tersangka Bandar sabu tersebut. Katanya, pengungkapan kasus tersebut dilakukan berkat adanya informasi dari masyarakat setempat.

“Pengungkapan kasus tersebut dilakukan berkat adanya informasi dari masyarakat yang layak dipercaya yang mengatakan, bahwa salah satu rumah di Jalan Mesjid, Kelurahan Keramat Kubah, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai sering dijadikan sebagai tempat transaksi/penjualan narkoba oleh seorang laki-laki bernama Dapot berikut dengan ciri-cirinya.

Atas informasi tersebut, Sat Res Narkoba Polres Tanjungbalai yang dipimpin oleh Kanit idik I, Ipda Hendra Karo-karo,SH dan Kanit idik II, Ipda N Tamba bergerak ke lokasi guna melakukan penyelidikan dan penangkapan.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pengepungan serta penggrebekan terhadap rumah tersebut dan menemukan seorang laki-laki sesuai dengan ciri-ciri yang diberikan sedang berada dalam kamar memasukan diduga narkotika jenis sabu tersebut ke dalam kaleng roti merek Hatari.

Baca Juga :  PWI Sumut Apresiasi: Kapolri Pantas Diberikan ‘Award’

Selanjutnya, dengan disaksikan oleh oknum kepala lingkungan setempat, petugas langsung mengamankan tersangka Dapot Panjaitan alias Dapot  serta menyita barang bukti sebanyak 21 bungkus diduga berisi sabu dengan berat kotor 16,09 gram (enambelas koma nol sembilan) gram”, ujar Iptu AD Panjaitan.

Menurut Panjaitan, kepada petugas yang memeriksanya, tersangka Dapot Panjaitan alias Dapot  mengakui bahwa sabu yang disita oleh tim tersebut adalah benar miliknya yang didapatkannya dari seseorang yang dikendalikan dari LP Langkat.

Katanya, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, pada saat itu juga tersangka langsung diamankan di Kantor Sat Res Narkoba Polres Tanjungbalai.

Diinformasikan juga, bahwa barang bukti yang diamankan dari tersangka Dapot Panjaitan alias Dapot  adalah 21 (dua puluh satu) bungkus plastik klip diduga berisikan sabu dengan berat kotor keseluruhan 16,09 (enam belas koma nol sembilan) gram, 4 (empat) bal plastik klip transfaran, 2 (dua) unit timbangan digital /elektrik, 1 unit handphone merk Nokia warna biru, 1 (satu) kaleng roti merk Hatari berisikan plastik bekas diduga sabu dan uang tunai senilai Rp315.000 (tiga ratus lima belas ribu rupiah).

Atas perbuatannya itu, terhadap tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) UU No.35 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun, maksimal seumur hidup atau hukuman mati. (gia)

TANJUNG BALAI, METRODAILY.id – Walaupun sudah menjadikan rumahnya sendiri sebagai tempat untuk mengedarkan narkotika, namun perbuatannya itu masih juga diketahui oleh Sat Res Narkoba Polres Tanjungbalai.

Akibatnya, pada beberapa hari lalu, Dapot Panjaitan alias Dapot (39) diciduk dari rumahnya di Jalan Mesjid, Kelurahan Keramat Kubah, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai berikut dengan barang buktinya berupa sabu.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Triyadi, SH,S.IK yang dihubungi melalui Kasubbag Humas, Iptu AD Panjaitan, membenarkan adanya penangkapan tersangka Bandar sabu tersebut. Katanya, pengungkapan kasus tersebut dilakukan berkat adanya informasi dari masyarakat setempat.

“Pengungkapan kasus tersebut dilakukan berkat adanya informasi dari masyarakat yang layak dipercaya yang mengatakan, bahwa salah satu rumah di Jalan Mesjid, Kelurahan Keramat Kubah, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai sering dijadikan sebagai tempat transaksi/penjualan narkoba oleh seorang laki-laki bernama Dapot berikut dengan ciri-cirinya.

Atas informasi tersebut, Sat Res Narkoba Polres Tanjungbalai yang dipimpin oleh Kanit idik I, Ipda Hendra Karo-karo,SH dan Kanit idik II, Ipda N Tamba bergerak ke lokasi guna melakukan penyelidikan dan penangkapan.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pengepungan serta penggrebekan terhadap rumah tersebut dan menemukan seorang laki-laki sesuai dengan ciri-ciri yang diberikan sedang berada dalam kamar memasukan diduga narkotika jenis sabu tersebut ke dalam kaleng roti merek Hatari.

Baca Juga :  Terima Audiensi GAMKI Simalungun, Timbul: GAMKI Harus Ada Dimana-mana

Selanjutnya, dengan disaksikan oleh oknum kepala lingkungan setempat, petugas langsung mengamankan tersangka Dapot Panjaitan alias Dapot  serta menyita barang bukti sebanyak 21 bungkus diduga berisi sabu dengan berat kotor 16,09 gram (enambelas koma nol sembilan) gram”, ujar Iptu AD Panjaitan.

Menurut Panjaitan, kepada petugas yang memeriksanya, tersangka Dapot Panjaitan alias Dapot  mengakui bahwa sabu yang disita oleh tim tersebut adalah benar miliknya yang didapatkannya dari seseorang yang dikendalikan dari LP Langkat.

Katanya, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, pada saat itu juga tersangka langsung diamankan di Kantor Sat Res Narkoba Polres Tanjungbalai.

Diinformasikan juga, bahwa barang bukti yang diamankan dari tersangka Dapot Panjaitan alias Dapot  adalah 21 (dua puluh satu) bungkus plastik klip diduga berisikan sabu dengan berat kotor keseluruhan 16,09 (enam belas koma nol sembilan) gram, 4 (empat) bal plastik klip transfaran, 2 (dua) unit timbangan digital /elektrik, 1 unit handphone merk Nokia warna biru, 1 (satu) kaleng roti merk Hatari berisikan plastik bekas diduga sabu dan uang tunai senilai Rp315.000 (tiga ratus lima belas ribu rupiah).

Atas perbuatannya itu, terhadap tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) UU No.35 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun, maksimal seumur hidup atau hukuman mati. (gia)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/