alexametrics
27.5 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Vaksin Dosis Ketiga Hanya untuk Nakes

iklan-usi

JAKARTA, METRODAILY.id – Vaksin Covid-19 ketiga dipastikan hanya untuk para tenaga kesehatan (nakes) di seluruh Indonesia. Masyarakat selain nakes dilarang mendapatkan vaksin dosis ketiga tersebut. Sebab nakes merupakan pejuang di garda terdepan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Demikian ditegaskan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/8).

“Kami memastikan vaksinasi ketiga, booster dengan vaksin Moderna itu kita berikan ke seluruh tenaga kesehatan kita,” ujar Budi.
Budi menjelaskan, vaksin Monderna telah didistribusikan ke seluruh provinsi guna disuntikkan kepada tenaga kesehatan. Sehingga tenaga kesehatan nantinya proteksi terhadap penularan Covid-19.

“Saya mohon sekali lagi agar segera disuntikan ke seluruh tenaga kesehatan kita, agar mereka lebih siap menghadapi kalau adanya nanti pasien Covid-19,” katanya.

Mantan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut berpesan kepada masyarakat untuk bersabar mendapat vaksin Covid-19 dosis ketiga. Sebab saat ini prioritas adalah tenaga kesehatan.

“Tolong berikan vaksin ke tenaga kesehatan yang harus berjuang mati dan hidup dalam peperangan pada pandemi ini,” ungkapnya.

Masih kata Budi, sejauh ini masyarakat tidsak bisa mendapatkan vaksin dosis ketiga. Apalagi masih banyak masyarakat Indonesia yang belum menerima vaksin Covid-19 dosis pertama.

“Saya tolong pesankan ke sini, ke semua komponen masyarakat, tolong secara etika masih banyak rakyat Indonesia belum dapat vaksin dosis pertama, ada 140 juta,” ujar Budi.

Menurut Budi, masyarakat Indonesia yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama jumlahnya baru mencapai 70 juta. Sehingga pemerintah memprioritaskan kepada masyarakat yang belum mendapatkan vaksin dosis pertama.

Baca Juga :  Hari Donor Sedunia, Karyawan Asian Agri Gelar Donor Darah Masal

“Baru mendapatkan vaksin sekitar 68 juta atau 70 juta. Masih ada 140 juta saudara-saudara yang belum mendapatkan akses vaksin pertama,” katanya.

“Jadi tolong sisanya berikan kepada 140 juta saudara-saudra kita yang belum mendapatkan vaksin ini,” tambahnya.

Budi mengerti perasaan masyarakat yang menginginkan vaksin Covid-19 dosis ketiga di tengah varian Delta yang mengganas ini. Namun pemerintah belum bisa memberikan vaksin dosis ketiga selain ke tenaga kesehatan.

“Tolong kita utamakan saudara-saudara kita 140 juta rakyat Indonesia yang belum mendapatkan akses terhadap vaksin,” ungkapnya.

Diketahui, kabar miring mengenai vaksinasi dosis ketiga ini sebelumnya ramai di media sosial. Seorang yang diduga influencer mendapatkan vaksin Covid-19 dosis ketiga di DPRD DKI Jakarta, Selasa (27/7). Informasi tersebut membuat netizen geram karena dosis ketiga hanya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan.

Kabar itu sempat diunggah di Instastory milik @johandjayanto. Saat itu, Johan mengunggah tangkapan layar yang menampilkan diduga influencer tengah mendapatkan vaksin dosis ketiga. Kebetulan, Johan merupakan salah satu followers dari orang tersebut.

“Tuesday (Selasa) 9:18 AM. Vaccine shot x3: Booster,” tulis caption diduga influencer tersebut dalam tangkapan layar Johan.

Dalam foto tersebut juga terlihat logo DPRD DKI Jakarta. Namun sayangnya, foto diduga influencer dan nama akunnya disensor, sehingga wajah dan identitasnya belum diketahui.

Selain oleh akun @johandjayanto, kabar influencer mendapat vaksin ketiga ini juga diunggah oleh akun @cathydjaya yang mengunggah sebuah foto seorang yang mengaku divaksin tiga kali dengan latar gedung DPRD DKI Jakarta. (jp)

JAKARTA, METRODAILY.id – Vaksin Covid-19 ketiga dipastikan hanya untuk para tenaga kesehatan (nakes) di seluruh Indonesia. Masyarakat selain nakes dilarang mendapatkan vaksin dosis ketiga tersebut. Sebab nakes merupakan pejuang di garda terdepan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Demikian ditegaskan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/8).

“Kami memastikan vaksinasi ketiga, booster dengan vaksin Moderna itu kita berikan ke seluruh tenaga kesehatan kita,” ujar Budi.
Budi menjelaskan, vaksin Monderna telah didistribusikan ke seluruh provinsi guna disuntikkan kepada tenaga kesehatan. Sehingga tenaga kesehatan nantinya proteksi terhadap penularan Covid-19.

“Saya mohon sekali lagi agar segera disuntikan ke seluruh tenaga kesehatan kita, agar mereka lebih siap menghadapi kalau adanya nanti pasien Covid-19,” katanya.

Mantan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut berpesan kepada masyarakat untuk bersabar mendapat vaksin Covid-19 dosis ketiga. Sebab saat ini prioritas adalah tenaga kesehatan.

“Tolong berikan vaksin ke tenaga kesehatan yang harus berjuang mati dan hidup dalam peperangan pada pandemi ini,” ungkapnya.

Masih kata Budi, sejauh ini masyarakat tidsak bisa mendapatkan vaksin dosis ketiga. Apalagi masih banyak masyarakat Indonesia yang belum menerima vaksin Covid-19 dosis pertama.

“Saya tolong pesankan ke sini, ke semua komponen masyarakat, tolong secara etika masih banyak rakyat Indonesia belum dapat vaksin dosis pertama, ada 140 juta,” ujar Budi.

Menurut Budi, masyarakat Indonesia yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama jumlahnya baru mencapai 70 juta. Sehingga pemerintah memprioritaskan kepada masyarakat yang belum mendapatkan vaksin dosis pertama.

Baca Juga :  Jurnalis Turun ke Jalan Tuntut Kasus Penembakan Marasalem Harahap Diungkap

“Baru mendapatkan vaksin sekitar 68 juta atau 70 juta. Masih ada 140 juta saudara-saudara yang belum mendapatkan akses vaksin pertama,” katanya.

“Jadi tolong sisanya berikan kepada 140 juta saudara-saudra kita yang belum mendapatkan vaksin ini,” tambahnya.

Budi mengerti perasaan masyarakat yang menginginkan vaksin Covid-19 dosis ketiga di tengah varian Delta yang mengganas ini. Namun pemerintah belum bisa memberikan vaksin dosis ketiga selain ke tenaga kesehatan.

“Tolong kita utamakan saudara-saudara kita 140 juta rakyat Indonesia yang belum mendapatkan akses terhadap vaksin,” ungkapnya.

Diketahui, kabar miring mengenai vaksinasi dosis ketiga ini sebelumnya ramai di media sosial. Seorang yang diduga influencer mendapatkan vaksin Covid-19 dosis ketiga di DPRD DKI Jakarta, Selasa (27/7). Informasi tersebut membuat netizen geram karena dosis ketiga hanya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan.

Kabar itu sempat diunggah di Instastory milik @johandjayanto. Saat itu, Johan mengunggah tangkapan layar yang menampilkan diduga influencer tengah mendapatkan vaksin dosis ketiga. Kebetulan, Johan merupakan salah satu followers dari orang tersebut.

“Tuesday (Selasa) 9:18 AM. Vaccine shot x3: Booster,” tulis caption diduga influencer tersebut dalam tangkapan layar Johan.

Dalam foto tersebut juga terlihat logo DPRD DKI Jakarta. Namun sayangnya, foto diduga influencer dan nama akunnya disensor, sehingga wajah dan identitasnya belum diketahui.

Selain oleh akun @johandjayanto, kabar influencer mendapat vaksin ketiga ini juga diunggah oleh akun @cathydjaya yang mengunggah sebuah foto seorang yang mengaku divaksin tiga kali dengan latar gedung DPRD DKI Jakarta. (jp)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/