alexametrics
27.5 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Kejatisu Belum Tetapkan Tersangka di Penggeledahan Kantor PDAM Tirta Lihou

iklan-usi
Kantor PDAM Tirta Lihou di Pematang Raya, Simalungun.

RAYA, METRODAILY.id – Kejaksaan Negeri Sumatera Utara didampingi Kejaksaan Negeri Simalungun melakukan pengeledahan di Kantor PDAM Tirtalihou milik Pemkab Simalungun di Pematang Raya, Kamis (1/7/2021). Selain menggeledah ruang kantor direktur utama (dirut), jaksa juga menggeledah rumah pribadi milik Dirut Betty R Sinaga di Komplek Kantor Bupati Simalungun.

Terlihat hadir Kasi Pidsus Osor Siagian Juna Karo Karo dan Harisdianto dari Kejari Simalungun.

Ketika diminta keterangan dari pihak kejaksaan Negeri Simalungun Kasi Intel Ratno Pasaribu  menerangkan memang benar ada pemeriksaan di PDAM Titralihau Simalungun dan sampai saat ini masih berlangsung oleh Penyidik Bidang Pidana Khusus Kejati Sumut.

Namun hingga saat ini, pihak Jaksa belum menetapkan tersangka. Menurut informasi, Kejatisu turun menggeledah kantor PDAM Tirtaulia terkait penanganan perkara dalam dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pemasangan sambungan rumah (SR) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dari program hibah air minum dengan total sebanyak 4.637 sambungan.

Baca Juga :  Martin Manurung Apresiasi Keputusan MK Terkait Sengketa Pilkada Samosir dan Nisel

Dengan rincian dari sebanyak 2.637 SR tahun 2019 dan sebanyak 2000 SR tahun 2018 dan pemungutan liar dalam pemasangan sambung rumah (SR) kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yg dilakukan oleh PDAM Tirta Lihou Kabupaten Simalungun.

Tim penyidik melakukan penggeledahan ada 2 lokasi yaitu Kantor PDAM Tirta Lihou yang terletak di Jalan Jon Horailam Saragih, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun,  dan rumah direktur utama PDAM. Penggeledahan tersebut untuk mencari dokumen dokumen yang dibutuhkan dalam penyidikan ini.

Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara belum menetapkan tersangka dan terkait kerugian negara masih dilakukan perhitungan. Adapun total dana hibah yang dikelola untuk pemasangan sambungan rumah masyarakat berpenghasilan rendah mencapai Rp 14.100.000.000, yang terdiri dari Hibah senilai Rp 6.000.000 pada tahun 2018 dan hibah senilai Rp 8.100.000.000  pada tahun 2019.(ros/md)

Kantor PDAM Tirta Lihou di Pematang Raya, Simalungun.

RAYA, METRODAILY.id – Kejaksaan Negeri Sumatera Utara didampingi Kejaksaan Negeri Simalungun melakukan pengeledahan di Kantor PDAM Tirtalihou milik Pemkab Simalungun di Pematang Raya, Kamis (1/7/2021). Selain menggeledah ruang kantor direktur utama (dirut), jaksa juga menggeledah rumah pribadi milik Dirut Betty R Sinaga di Komplek Kantor Bupati Simalungun.

Terlihat hadir Kasi Pidsus Osor Siagian Juna Karo Karo dan Harisdianto dari Kejari Simalungun.

Ketika diminta keterangan dari pihak kejaksaan Negeri Simalungun Kasi Intel Ratno Pasaribu  menerangkan memang benar ada pemeriksaan di PDAM Titralihau Simalungun dan sampai saat ini masih berlangsung oleh Penyidik Bidang Pidana Khusus Kejati Sumut.

Namun hingga saat ini, pihak Jaksa belum menetapkan tersangka. Menurut informasi, Kejatisu turun menggeledah kantor PDAM Tirtaulia terkait penanganan perkara dalam dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pemasangan sambungan rumah (SR) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dari program hibah air minum dengan total sebanyak 4.637 sambungan.

Baca Juga :  Belasan Wanita di Psp Kena Tipu, Kirim Foto Bugil Demi Bantuan Covid Rp5 Juta

Dengan rincian dari sebanyak 2.637 SR tahun 2019 dan sebanyak 2000 SR tahun 2018 dan pemungutan liar dalam pemasangan sambung rumah (SR) kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yg dilakukan oleh PDAM Tirta Lihou Kabupaten Simalungun.

Tim penyidik melakukan penggeledahan ada 2 lokasi yaitu Kantor PDAM Tirta Lihou yang terletak di Jalan Jon Horailam Saragih, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun,  dan rumah direktur utama PDAM. Penggeledahan tersebut untuk mencari dokumen dokumen yang dibutuhkan dalam penyidikan ini.

Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara belum menetapkan tersangka dan terkait kerugian negara masih dilakukan perhitungan. Adapun total dana hibah yang dikelola untuk pemasangan sambungan rumah masyarakat berpenghasilan rendah mencapai Rp 14.100.000.000, yang terdiri dari Hibah senilai Rp 6.000.000 pada tahun 2018 dan hibah senilai Rp 8.100.000.000  pada tahun 2019.(ros/md)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/