alexametrics
23.9 C
Medan
Sunday, August 14, 2022

iklanpemko
iklanpemko

BPBD Akan Bangun Tembok Penahan Tanah di SDN yang Nyaris Masuk Jurang, Butuh Biaya Rp3 Miliar

ASAHAN, METRODAILY.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan menyebutkan, saat ini pihaknya tengah mengusulkan pembangunan tembok penahan tanah untuk melindungi bangunan gedung sekolah dasar (SD) Negeri 018478 yang nyaris terperosok masuk ke dalam jurang karena longsor.

“Kalau ditimbun itu tidak mungkin. Harus dibangun tembok penahan tanah secepatnya, agar tidak rubuh itu gedung sekolahnya,” kata Asrul Wahid, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Asahan saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Kamis (29/9/21).

Kata Asrul, beberapa waktu lalu pihaknya telah turun ke lokasi dan menghitung luas kolom longsoran yang mengancam sekolah dasar tersebut yang kini sudah persis berada di bibir jurang.

“Sudah dihitung, luas longsorannya 30 x 50 meter. Sekarang longsorannya itu sudah hampir memakan badan jalan,” ujarnya.

Kini, BPBD Asahan tengah menyiapkan usulan perbaikan dampak bencana longsor tersebut ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dengan menyiapkan sejumlah syarat yang diperlukan agar secepatnya pembangunan mencegah gedung tersebut rubuh terperosok ke dalam jurang akibat longsor.

Baca Juga :  Bupati Asahan Sambut Pertukaran Dosen dan Mahasiswa

“Dananya juga tidak sedikit itu yang dibutuhkan, kami sudah hitung bisa mencapai Rp3 miliar. Kami tetap mengupayakan dan berkoordinasi dengan provinsi atau pusat agar secepatnya bisa teratasi,” kata Asrul.

Sebelumnya diberitakan, Gedung Sekolah Dasar (SD) Negeri 018476 di Desa Goting Sidodadi, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), terancam terperosok ke jurang. Sebab, tanah di sekitar sekolah terus tergerus longsor.

Pantauan wartawan, bibir jurang yang longsor bahkan sudah menyentuh bagian fondasi bangunan gedung sekolah.

Untuk mengantisipasi terjadi longsor lagi, puluhan siswa yang belajar di tiga ruang kelas sekolah tersebut dipindah ke ruang kelas lain.

“Kalau longsorannya ini sudah lama, terus meluas sampai sekarang ini,” kata salah seorang guru, Sabaria.

Di samping itu, pihak sekolah telah memberikan pagar kawat pembatas agar para siswa tidak mendekat dan bermain di sekitar lokasi. Usulan perbaikan dan pencegahan dampak longsor lebih luas juga telah disampaikan ke pemerintah terkait.(Per)

ASAHAN, METRODAILY.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan menyebutkan, saat ini pihaknya tengah mengusulkan pembangunan tembok penahan tanah untuk melindungi bangunan gedung sekolah dasar (SD) Negeri 018478 yang nyaris terperosok masuk ke dalam jurang karena longsor.

“Kalau ditimbun itu tidak mungkin. Harus dibangun tembok penahan tanah secepatnya, agar tidak rubuh itu gedung sekolahnya,” kata Asrul Wahid, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Asahan saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Kamis (29/9/21).

Kata Asrul, beberapa waktu lalu pihaknya telah turun ke lokasi dan menghitung luas kolom longsoran yang mengancam sekolah dasar tersebut yang kini sudah persis berada di bibir jurang.

“Sudah dihitung, luas longsorannya 30 x 50 meter. Sekarang longsorannya itu sudah hampir memakan badan jalan,” ujarnya.

Kini, BPBD Asahan tengah menyiapkan usulan perbaikan dampak bencana longsor tersebut ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dengan menyiapkan sejumlah syarat yang diperlukan agar secepatnya pembangunan mencegah gedung tersebut rubuh terperosok ke dalam jurang akibat longsor.

Baca Juga :  Siswa SMK S Martabe Sipirok Sudah Divaksin

“Dananya juga tidak sedikit itu yang dibutuhkan, kami sudah hitung bisa mencapai Rp3 miliar. Kami tetap mengupayakan dan berkoordinasi dengan provinsi atau pusat agar secepatnya bisa teratasi,” kata Asrul.

Sebelumnya diberitakan, Gedung Sekolah Dasar (SD) Negeri 018476 di Desa Goting Sidodadi, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), terancam terperosok ke jurang. Sebab, tanah di sekitar sekolah terus tergerus longsor.

Pantauan wartawan, bibir jurang yang longsor bahkan sudah menyentuh bagian fondasi bangunan gedung sekolah.

Untuk mengantisipasi terjadi longsor lagi, puluhan siswa yang belajar di tiga ruang kelas sekolah tersebut dipindah ke ruang kelas lain.

“Kalau longsorannya ini sudah lama, terus meluas sampai sekarang ini,” kata salah seorang guru, Sabaria.

Di samping itu, pihak sekolah telah memberikan pagar kawat pembatas agar para siswa tidak mendekat dan bermain di sekitar lokasi. Usulan perbaikan dan pencegahan dampak longsor lebih luas juga telah disampaikan ke pemerintah terkait.(Per)

iklan-usi
iklanpemko
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/