alexametrics
26.8 C
Medan
Friday, August 19, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Tanoto Foundation Gelar Workshop Duta To Parents di Asahan

iklan-usi

ASAHAN, METRODAILY – Lagi-lagi Tanoto Foundation menunjukkan keseriusannya dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Tanoto Foundation kembali mengadakan ‘Workshop Roll Out Duta To Parents Modul PE Topic 1 Program Pintar Tanoto Foundation UPTD MIN 10 Asahan.

Kegiatan ini dilaksanakan di MIN 10 Asahan Jalan Insinyur Sumantri nomor 22 Kelurahan Mutiara Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan, Kamis (22/7/2022) dihadiri oleh 35 Duta orang tua dengan fasilitator yakni, Sri Kurniati didampingi oleh Masniari Ritonga.

Kegiatan ini dilakukan untuk mengajak orang tua siswa agar dapat memfasilitasi pendampingan belajar bagi siswa di rumah sesuai dengan kemampuan belajar dan gaya belajar siswa MIN 10 Asahan.

Karena setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda, begitu pula cara mereka memahami setiap pelajaran juga berbeda. Oleh karena itu,dengan pendampingan belajar yang tepat diharapkan dapat meningkatkan potensi belajar siswa. Sehingga potensi yang berkembang adalah memang bakat alami siswa itu sendiri.

Dengan adanya pelaksanaan Workshop Duta to Parents ini diharapkan dapat menambah wawasan para parents untuk dapat lebih memahami secara detail gaya belajar anak. Sehingga membantu parents mengenali bakat, potensi dan kecerdasan anak agar dapat diasah dengan optimal sebagai usaha pendukung hasil belajarnya di Sekolah dengan melakukan pendampingan belajar anak sesuai dengan gaya belajarnya.

Adapun rangkaian kegiatan Workshop yang diprotokoleri oleh Risnawati Rambe sebagai Wakil Kepala Madarasah Bidang Sarpras, dimulai pembukaan oleh Hj Poniyem SPdI sebagai Kepala Madrasah UPTD MIN 10 Asahan. Dilanjutkan dengan pengenalan diri oleh fasilitator yaitu Sri Kurniati SPd dan Masriani Ritonga SPd, dilanjutkan penyampaikan materi pelatihan dan ditutup dengan doa oleh Ardianyah SPdI.

Dalam kegiatan ini Fasilitator memulai workshop dengan mengajak para duta orang tua untuk membuat kesepakatan dalam menentukan gaya belajar apa yang sesuai untuk peserta workshop, mengingat para orang tua yang hadir juga beragam gaya belajarnya. Kemudian para peserta diajak untuk menyaksikan dua buah video tentang pendampingan belajar yang baik.

Setelah itu peserta workshop diminta untuk memberikan tanggapan tentang dua video tersebut. Pada tahapan selanjutnya, fasilitator mengajak para peserta workshop untuk membuat pengamatan masing-masing di rumah dengan mengisi isntrumen yang dibagi oleh fasilitator. Lalu mengelompokkan orang tua dengan gaya belajar anaknya yang sama dengan cara mengisi worksheet terkait cara belajar anak di rumah.

Ada tiga macam gaya belajar yang disampaikan oleh fasilitator yang bisa dipahami oleh orang tua untuk menentukan gaya belajar mana yang dominan pada anaknya di rumah.

Diantaranya ; visual (melihat). Siswa yang memiliki gaya belajar visual memiliki ciri seperti suka mencoret-coret dengan sembarang saat bicara, memperagakan gerakan saat bercerita, memperhatikan dan mengamati benda dan hewan.

Gaya belajar kedua adalah auditori (mendengar). Siswa dengan gaya belajar auditori memiliki ciri seperti senang membaca dengan keras dan mendengarkan, sulit menulis namun hebat bercerita, mudah terganggu dengan keributan.

Baca Juga :  Sekolah Diminta Siapkan Sistem PTM dan PJJ

Gaya belajar terakhir adalah kinestetik (merasa). Untuk siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik ini biasanya selalu menunjuk tulisan Ketika membaca,belajar sambal berjalan dan bergerak,dan ketika belajar suka menyentuh, bersandar, atau berdiri berdekatan dengan orang-orang. Namun, pada seorang anak terdapat kemungkinan untuk memiliki lebih dari satu gaya belajar di atas. Maka pendampingan belajar yang konsisten sangat penting agar dapat terus mengamati perkembangan gaya belajar anak secara signifikan.

Setelah itu, salah satu perwakilan dari peserta workshop memaparkan rencana pendampingan siswa, dengan menggunakan agenda rencana terperinci seperti study activity plan, rancangan sendiri untuk direfleksikan.

Namun, tetap menjaga komunikasi dengan guru kelas agar apa yang direncanakan para parents di rumah bisa sejalan dengan kegiatan akademis siswa di sekolah. Kembali peserta workshop mengisi post test melalui barcode tugas yang sudah disediakan fasilitator dengan menggunakan gawai masing-masing. Kemudian diakhiri dengan video closing dari fasilitator.
Dalam workshop ini tampak Duta orang tua sangat semangat mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.

“Workshop Duta to Parents ini sangat membangkitkan antusias kami untuk lebih telaten mendampingi anak-anak belajar di rumah Apalagi sudah dibekali dengan pemahaman bahwa gaya belajar anak kita itu ternyata berbeda-beda dan bisa kita amati melalui ciri-ciri belajarnya,” ungkap Murni, sebagai salah satu parent yang hadir di workshop tersebut.

Hal senada juga diungkapkan oleh Hidayat. “Setelah mengikuti workshop ini saya merasa pendampingan belajar itu sangat penting dari kita sebagai orang tua, walaupun sepertinya pendampingan belajar itu biasa saja, ternyata manfaatnya luar biasa kalau kita tekuni dengan konsisten,” kata Hidayat.

“Semoga setelah menjalani workshop ini, parents bisa lebih memprioritaskan waktu bersama anak. Salah satunya dalam mendampinginya belajar, dapat menjalin hubungan kedekatan antara orang tua dan anak yang lebih kuat. Karena pendampingan belajar ini tak hanya sebatas mendampingi si anak belajar saja, tapi dapat memperkuat bonding yang sangat baik untuk meningkatkan semangat belajar anak, anak merasa berharga dan lebih dicintai oleh orang tuanya daripada saat mereka belajar sendiri. Otomatis prestasi siswa lebih meningkat,” kata Ardiansyah SPdI, salah seorang guru agama di MIN 10 Asahan.

Kepala Madrasah UPTD MIN 10 Asahan Hj Poniyem, mengaku sangat berterimakasih kepada para fasilitator Tanoto Foundation.

“Semoga kegiatan positif dari Tanoto terus bergulir di Madrasah kami ini, demi meningkatkan kualitas SDM tenaga pendidik yang profesional dibidangnya dan dapat mengemban tanggung jawab yang diamanahkan dengan penuh integritas. Dengan adanya workshop to parents ini kami berharap parents dapat bersinergi lebih intens dengan Madrasah dan Guru untuk saling bekerjasama mencerdaskan generasi penerus bangsa. Karena apalah artinya pendidikan yang baik dari Madrasah dan Guru jika tidak didukung oleh parents dalam memotivasi siswa kami agar berprestasi dan unggul di masa depan,” kata Poniyem.(rel/md)

ASAHAN, METRODAILY – Lagi-lagi Tanoto Foundation menunjukkan keseriusannya dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Tanoto Foundation kembali mengadakan ‘Workshop Roll Out Duta To Parents Modul PE Topic 1 Program Pintar Tanoto Foundation UPTD MIN 10 Asahan.

Kegiatan ini dilaksanakan di MIN 10 Asahan Jalan Insinyur Sumantri nomor 22 Kelurahan Mutiara Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan, Kamis (22/7/2022) dihadiri oleh 35 Duta orang tua dengan fasilitator yakni, Sri Kurniati didampingi oleh Masniari Ritonga.

Kegiatan ini dilakukan untuk mengajak orang tua siswa agar dapat memfasilitasi pendampingan belajar bagi siswa di rumah sesuai dengan kemampuan belajar dan gaya belajar siswa MIN 10 Asahan.

Karena setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda, begitu pula cara mereka memahami setiap pelajaran juga berbeda. Oleh karena itu,dengan pendampingan belajar yang tepat diharapkan dapat meningkatkan potensi belajar siswa. Sehingga potensi yang berkembang adalah memang bakat alami siswa itu sendiri.

Dengan adanya pelaksanaan Workshop Duta to Parents ini diharapkan dapat menambah wawasan para parents untuk dapat lebih memahami secara detail gaya belajar anak. Sehingga membantu parents mengenali bakat, potensi dan kecerdasan anak agar dapat diasah dengan optimal sebagai usaha pendukung hasil belajarnya di Sekolah dengan melakukan pendampingan belajar anak sesuai dengan gaya belajarnya.

Adapun rangkaian kegiatan Workshop yang diprotokoleri oleh Risnawati Rambe sebagai Wakil Kepala Madarasah Bidang Sarpras, dimulai pembukaan oleh Hj Poniyem SPdI sebagai Kepala Madrasah UPTD MIN 10 Asahan. Dilanjutkan dengan pengenalan diri oleh fasilitator yaitu Sri Kurniati SPd dan Masriani Ritonga SPd, dilanjutkan penyampaikan materi pelatihan dan ditutup dengan doa oleh Ardianyah SPdI.

Dalam kegiatan ini Fasilitator memulai workshop dengan mengajak para duta orang tua untuk membuat kesepakatan dalam menentukan gaya belajar apa yang sesuai untuk peserta workshop, mengingat para orang tua yang hadir juga beragam gaya belajarnya. Kemudian para peserta diajak untuk menyaksikan dua buah video tentang pendampingan belajar yang baik.

Setelah itu peserta workshop diminta untuk memberikan tanggapan tentang dua video tersebut. Pada tahapan selanjutnya, fasilitator mengajak para peserta workshop untuk membuat pengamatan masing-masing di rumah dengan mengisi isntrumen yang dibagi oleh fasilitator. Lalu mengelompokkan orang tua dengan gaya belajar anaknya yang sama dengan cara mengisi worksheet terkait cara belajar anak di rumah.

Ada tiga macam gaya belajar yang disampaikan oleh fasilitator yang bisa dipahami oleh orang tua untuk menentukan gaya belajar mana yang dominan pada anaknya di rumah.

Diantaranya ; visual (melihat). Siswa yang memiliki gaya belajar visual memiliki ciri seperti suka mencoret-coret dengan sembarang saat bicara, memperagakan gerakan saat bercerita, memperhatikan dan mengamati benda dan hewan.

Gaya belajar kedua adalah auditori (mendengar). Siswa dengan gaya belajar auditori memiliki ciri seperti senang membaca dengan keras dan mendengarkan, sulit menulis namun hebat bercerita, mudah terganggu dengan keributan.

Baca Juga :  SPs USI Terima Mahasiswa Baru Pascasarjana

Gaya belajar terakhir adalah kinestetik (merasa). Untuk siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik ini biasanya selalu menunjuk tulisan Ketika membaca,belajar sambal berjalan dan bergerak,dan ketika belajar suka menyentuh, bersandar, atau berdiri berdekatan dengan orang-orang. Namun, pada seorang anak terdapat kemungkinan untuk memiliki lebih dari satu gaya belajar di atas. Maka pendampingan belajar yang konsisten sangat penting agar dapat terus mengamati perkembangan gaya belajar anak secara signifikan.

Setelah itu, salah satu perwakilan dari peserta workshop memaparkan rencana pendampingan siswa, dengan menggunakan agenda rencana terperinci seperti study activity plan, rancangan sendiri untuk direfleksikan.

Namun, tetap menjaga komunikasi dengan guru kelas agar apa yang direncanakan para parents di rumah bisa sejalan dengan kegiatan akademis siswa di sekolah. Kembali peserta workshop mengisi post test melalui barcode tugas yang sudah disediakan fasilitator dengan menggunakan gawai masing-masing. Kemudian diakhiri dengan video closing dari fasilitator.
Dalam workshop ini tampak Duta orang tua sangat semangat mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.

“Workshop Duta to Parents ini sangat membangkitkan antusias kami untuk lebih telaten mendampingi anak-anak belajar di rumah Apalagi sudah dibekali dengan pemahaman bahwa gaya belajar anak kita itu ternyata berbeda-beda dan bisa kita amati melalui ciri-ciri belajarnya,” ungkap Murni, sebagai salah satu parent yang hadir di workshop tersebut.

Hal senada juga diungkapkan oleh Hidayat. “Setelah mengikuti workshop ini saya merasa pendampingan belajar itu sangat penting dari kita sebagai orang tua, walaupun sepertinya pendampingan belajar itu biasa saja, ternyata manfaatnya luar biasa kalau kita tekuni dengan konsisten,” kata Hidayat.

“Semoga setelah menjalani workshop ini, parents bisa lebih memprioritaskan waktu bersama anak. Salah satunya dalam mendampinginya belajar, dapat menjalin hubungan kedekatan antara orang tua dan anak yang lebih kuat. Karena pendampingan belajar ini tak hanya sebatas mendampingi si anak belajar saja, tapi dapat memperkuat bonding yang sangat baik untuk meningkatkan semangat belajar anak, anak merasa berharga dan lebih dicintai oleh orang tuanya daripada saat mereka belajar sendiri. Otomatis prestasi siswa lebih meningkat,” kata Ardiansyah SPdI, salah seorang guru agama di MIN 10 Asahan.

Kepala Madrasah UPTD MIN 10 Asahan Hj Poniyem, mengaku sangat berterimakasih kepada para fasilitator Tanoto Foundation.

“Semoga kegiatan positif dari Tanoto terus bergulir di Madrasah kami ini, demi meningkatkan kualitas SDM tenaga pendidik yang profesional dibidangnya dan dapat mengemban tanggung jawab yang diamanahkan dengan penuh integritas. Dengan adanya workshop to parents ini kami berharap parents dapat bersinergi lebih intens dengan Madrasah dan Guru untuk saling bekerjasama mencerdaskan generasi penerus bangsa. Karena apalah artinya pendidikan yang baik dari Madrasah dan Guru jika tidak didukung oleh parents dalam memotivasi siswa kami agar berprestasi dan unggul di masa depan,” kata Poniyem.(rel/md)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/