30.6 C
Medan
Monday, January 30, 2023

Mahasiswa KKNT UNA Motivasi Pelajar SD N Desa Sei Kamah

ASAHAN, METRODAILY – Pengaplikasian media pembelajaran spanning wheel dalam meningkatkan vocabulary siswa dilaksanakan oleh mahasiswa yang ikut dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) dari Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Asahan (UNA).

Program ini merupakan suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah masyarakat di luar kampus dan secara langsung bersama-sama masyarakat mengidentifikasi potensi serta menangani masalah.

Kegiatan dilakukan oleh seluruh mahasiswa dan dosen pembimbing KKNT FKIP UNA. Adapun, tujuan dari kegiatan ini, mahasiswa KKNT FKIP membuat produk produk media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan vocabulary siswa dalam rangka meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.

Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang aktif serta menyenangkan dimana kegiatan tersebut sebelumnya terselenggara di SD Negeri 014669 dusun III Desa Sei Kamah I.

“Dengan bantuan spanning whel ini bisa mendorong siswa untuk memahami materi dengan media pembelajaran, dan empermudah guru dalam menyampaikan materi,” kata Yen Aryni SPd MS, dosen pembimbing KKNT saat berbincang bersama Metro Asahan, Senin (23/1/2023).

Baca Juga :  Sejumlah Sekolah Langgar Aturan PTM, Pemda Diminta Beti Sanksi

Dalam kegiatan itu, para mahasiswa KKNT FKIP memperkenalkan media spinning wheel pada siswa dengan meminta salah satu siswa maju ke depan untuk memutar spin atau roda.

Kemudian, setelah spin berhenti berputar meminta siswa untuk melihat jarum yang ada di spin berhenti pada gambar buah, lalu meminta siswa untuk menebak bahasa Inggris dari buah tersebut.

Setelah memastikan siswa paham bagaimana permainan, siswa diminta untuk berkelompok. Selanjutnya, salah satu perwakilan kelompok diminta untuk memutar spin dan meminta menuliskan Bahasa Inggris pada buah yang ditunjuk jarum jam.

Kemudian, untuk memastikan jawaban mereka benar atau salah dilihat dari kertas yang ditempelkan pada spin.
Dosen pembimbing Yen Aryni menambahkan, dengan adanya program pembuatan media interaktif berbentuk spinning wheel dalam pembelajaran bahasa inggris diharapkan dapat memicu pihak sekolah serta guru dapat membuat media pembelajaran yang lain untuk mendorong semangat dan motivasi belajar dan meningkatkan kualitas belajar. (Per)

ASAHAN, METRODAILY – Pengaplikasian media pembelajaran spanning wheel dalam meningkatkan vocabulary siswa dilaksanakan oleh mahasiswa yang ikut dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) dari Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Asahan (UNA).

Program ini merupakan suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah masyarakat di luar kampus dan secara langsung bersama-sama masyarakat mengidentifikasi potensi serta menangani masalah.

Kegiatan dilakukan oleh seluruh mahasiswa dan dosen pembimbing KKNT FKIP UNA. Adapun, tujuan dari kegiatan ini, mahasiswa KKNT FKIP membuat produk produk media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan vocabulary siswa dalam rangka meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.

Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang aktif serta menyenangkan dimana kegiatan tersebut sebelumnya terselenggara di SD Negeri 014669 dusun III Desa Sei Kamah I.

“Dengan bantuan spanning whel ini bisa mendorong siswa untuk memahami materi dengan media pembelajaran, dan empermudah guru dalam menyampaikan materi,” kata Yen Aryni SPd MS, dosen pembimbing KKNT saat berbincang bersama Metro Asahan, Senin (23/1/2023).

Baca Juga :  Kembali PJJ, Siswa Sedih tak Punya Hape

Dalam kegiatan itu, para mahasiswa KKNT FKIP memperkenalkan media spinning wheel pada siswa dengan meminta salah satu siswa maju ke depan untuk memutar spin atau roda.

Kemudian, setelah spin berhenti berputar meminta siswa untuk melihat jarum yang ada di spin berhenti pada gambar buah, lalu meminta siswa untuk menebak bahasa Inggris dari buah tersebut.

Setelah memastikan siswa paham bagaimana permainan, siswa diminta untuk berkelompok. Selanjutnya, salah satu perwakilan kelompok diminta untuk memutar spin dan meminta menuliskan Bahasa Inggris pada buah yang ditunjuk jarum jam.

Kemudian, untuk memastikan jawaban mereka benar atau salah dilihat dari kertas yang ditempelkan pada spin.
Dosen pembimbing Yen Aryni menambahkan, dengan adanya program pembuatan media interaktif berbentuk spinning wheel dalam pembelajaran bahasa inggris diharapkan dapat memicu pihak sekolah serta guru dapat membuat media pembelajaran yang lain untuk mendorong semangat dan motivasi belajar dan meningkatkan kualitas belajar. (Per)

Most Read

Artikel Terbaru