alexametrics
23.9 C
Medan
Saturday, August 13, 2022

iklanpemko
iklanpemko

IADU Asahan Hadiri Evaluasi Percepatan Akreditasi Program Studi

ASAHAN, METRODAILY – Dalam rangka akselerasi dan peningkatan mutu program studi pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Badan Penjaminan Mutu (BPM) Institut Agama Islam Daar Al Uluum (IAIDU) Asahan mengikuti kegiatan Evaluasi Percepatan Akreditasi Program Studi PTKI Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Direktorat PTKI Ditjen Pendis Kemenag RI di Surakarta, Rabu (20/7).

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan Kopertais Wilayah I – XV dan perwakilan Lembaga Penjaminan Mutu PTKIS se-Indonesia ini dimaksudkan sebagai pembekalan bagi PTKIS dalam mengembangkan budaya mutu, khsususnya terkait implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal dan implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE).

Kasubdit Pengembangan Akademik Direktorat PTKI, M Adib Abdushomad, atau yang akrab disapa Gus Adib menjelaskan terkait urgensi culture of quality dan paradigma akreditasi pada PTKIS.

“Paradigma akreditasi ini harus menjadi budaya kampus dalam melaksanakan proses pembelajaran. Di samping itu, proses akreditasi ini tidak hanya dilakukan oleh LPM, melainkan juga menjadi tanggungjawab seluruh unsur pamong pada Perguruan Tinggi, mulai dari Top Management hinga Low Management,” ujarnya.

Baca Juga :  Sejak 2015, TPL Dirikan Sekolah Alam di Areal Konsesi

Adib berharap kepada pihak PTKIS agar selalu update informasi terbaru terkait akreditasi.
“Bagi perguruan tinggi yang akan mengajukan Akreditasi Program Studi (APS) ke Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) agar diperhitungkan secara matang proses akreditasinya sejak dari penyusunan borang hingga visitasi, sehingga hasilnya tidak mengecewakan.

Selain itu, Perguruan Tinggi juga harus update terhadap regulasi dan kebijakan baru terkait akreditasi agar tidak terjadi miskonsepsi,” ungkapnya.

Sementara Kepala BPM IAIDU Asahan, Eko Priadi, menjelaskan kegiatan ini sangat penting, mengingat perkembangan kebijakan Pemerintah terkait Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi yang sangat dinamis.

“Menurut saya kegiatan ini sangat penting, karena dinamika perkembangan kebijakan Pemerintah di bidang Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi hari ini sangat cepat, khususnya terkait Akreditasi dan Kurikulum MBKM,” ungkap Eko.

Untuk itu, lanjut Eko, banyak hal yang perlu dibenahi dan dipersiapkan, sehingga diperlukan sinergi yang baik antara PTKIS, Kopertais, dan Pemerintah yang dalam hal ini adalah Kementerian Agama.(ded/MD)

ASAHAN, METRODAILY – Dalam rangka akselerasi dan peningkatan mutu program studi pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Badan Penjaminan Mutu (BPM) Institut Agama Islam Daar Al Uluum (IAIDU) Asahan mengikuti kegiatan Evaluasi Percepatan Akreditasi Program Studi PTKI Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Direktorat PTKI Ditjen Pendis Kemenag RI di Surakarta, Rabu (20/7).

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan Kopertais Wilayah I – XV dan perwakilan Lembaga Penjaminan Mutu PTKIS se-Indonesia ini dimaksudkan sebagai pembekalan bagi PTKIS dalam mengembangkan budaya mutu, khsususnya terkait implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal dan implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE).

Kasubdit Pengembangan Akademik Direktorat PTKI, M Adib Abdushomad, atau yang akrab disapa Gus Adib menjelaskan terkait urgensi culture of quality dan paradigma akreditasi pada PTKIS.

“Paradigma akreditasi ini harus menjadi budaya kampus dalam melaksanakan proses pembelajaran. Di samping itu, proses akreditasi ini tidak hanya dilakukan oleh LPM, melainkan juga menjadi tanggungjawab seluruh unsur pamong pada Perguruan Tinggi, mulai dari Top Management hinga Low Management,” ujarnya.

Baca Juga :  SMPN 4 Satu Atap Purba Diresmikan

Adib berharap kepada pihak PTKIS agar selalu update informasi terbaru terkait akreditasi.
“Bagi perguruan tinggi yang akan mengajukan Akreditasi Program Studi (APS) ke Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) agar diperhitungkan secara matang proses akreditasinya sejak dari penyusunan borang hingga visitasi, sehingga hasilnya tidak mengecewakan.

Selain itu, Perguruan Tinggi juga harus update terhadap regulasi dan kebijakan baru terkait akreditasi agar tidak terjadi miskonsepsi,” ungkapnya.

Sementara Kepala BPM IAIDU Asahan, Eko Priadi, menjelaskan kegiatan ini sangat penting, mengingat perkembangan kebijakan Pemerintah terkait Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi yang sangat dinamis.

“Menurut saya kegiatan ini sangat penting, karena dinamika perkembangan kebijakan Pemerintah di bidang Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi hari ini sangat cepat, khususnya terkait Akreditasi dan Kurikulum MBKM,” ungkap Eko.

Untuk itu, lanjut Eko, banyak hal yang perlu dibenahi dan dipersiapkan, sehingga diperlukan sinergi yang baik antara PTKIS, Kopertais, dan Pemerintah yang dalam hal ini adalah Kementerian Agama.(ded/MD)

iklan-usi
iklanpemko
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/