30.6 C
Medan
Monday, January 30, 2023

SMPN di Tapteng Gelar Lomba Latto-latto

TAPTENG, METRODAILY – SMP Negeri 1 Sibabangun, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara menggelar lomba latto-latto, Minggu (15/1/2023).

Lomba permainan yang populer di tahun 90-an itu merupakan ajang pertama kali digelar di wilayah Pantai Barat Sumatra.

Diketahui, ada sebanyak 67 orang yang ikut dalam perlombaan tersebut. Jumlah peserta merupakan gabungan dari sekolah di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Peserta yang ikut diantaranya berusia 12-14 dari pelajar SD dan SMP.

Tidak sedikit penonton yang datang untuk menyaksikan lomba. Antusias warga ditandai dengan membludaknya massa memadati di lokasi lomba. Mereka turut memberi support kepada jagoannya.

Untuk menjadi juara pada perlombaan Lato-Lato itu, panitia memberikan penilaian kepada peserta bedasarkan kategori yang sudah ditentukan. Yakni skill, literasi seni dan durasi permainan.
Kepala SMPN 1 Sibabangun, Oklin Marlina Silalahi, S.Pd mengatakan, lomba yang digelar adalah bentuk ajang promosi sekolah.

Selain itu, kegiatan lomba juga diharapkan dapat mendorong anak-anak untuk memainkan permainan-permainan tradisional.

“Selain menjadi wadah penyaluran bakat, kegiatan ini kita harapkan bisa meminimalisir ketergantungan anak-anak terhadap selular, (Android),” jelasnya.

Menurut Oklin, sebagai salah satu alternatif permainan yang menggabungkan skill dan pengetahuan, permainan latto-latto bisa mengalihkan kecanduan anak-anak terhadap permainan digital.

Baca Juga :  Kurikulum Prototipe jadi Dasar Kurikulum Nasional 2024

Permainan latto-latto diharapkan dapat melatih konsentrasi, ketangkasan fisik, dan kepercayaan diri dari anak-anak.

“Sebelumnya anak-anak asik dengan game digital, sekarang ke latto-latto,” ujar Oklin.

Oklin tidak menampik jika permainan latto-latto dapat membahayakan. Oleh karena itu, sebelum pelaksanaan lomba pihaknya mengedukasi peserta tentang tata cara dan aturan bermain latto-latto yang aman dan sehat. Termasuk dengan melakukan pemilihan jenis latto-latto yang boleh dimainkan.

“Kita juga telah menyampaikan bagaimana tata cara bermain latto-latto yang aman dan sehat. Mudah-mudahan peserta dapat menerapkannya di setiap waktu bermain latto-latto,” tutupnya.

Dalam babak final, suara riuh latto-latto pecah bersama sorak sorai penonton. Berbagai ekspresi para peserta mengiringi suara bandul yang dibenturkan.
Tak sedikit anak-anak yang ikut nampak tegang saat berjalan melewati tanda-tanda yang disiapkan panitia. Beberapa dari mereka juga terlihat santai memainkan permainan jadul tersebut.

Bedasarkan hasil yang dikeluarkan panitia, peserta dari Tapteng berhasil menduduki juara pertama, kedua dan keempat. Untuk juara I diraih oleh Putra Sihombing dari SDN Anggoli 2, Tapteng. Juara II yakni Fauzan Napitupulu SDN Anggoli 1, Tapteng.

Sementara juara III diraih oleh peserta asal Tapsel, Marsel Sitompul dari SDN Batuhoring. Dan juara IV Sayumi Napitupulu SMPN 1 Sibabangun, Tapteng. (net)

TAPTENG, METRODAILY – SMP Negeri 1 Sibabangun, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara menggelar lomba latto-latto, Minggu (15/1/2023).

Lomba permainan yang populer di tahun 90-an itu merupakan ajang pertama kali digelar di wilayah Pantai Barat Sumatra.

Diketahui, ada sebanyak 67 orang yang ikut dalam perlombaan tersebut. Jumlah peserta merupakan gabungan dari sekolah di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Peserta yang ikut diantaranya berusia 12-14 dari pelajar SD dan SMP.

Tidak sedikit penonton yang datang untuk menyaksikan lomba. Antusias warga ditandai dengan membludaknya massa memadati di lokasi lomba. Mereka turut memberi support kepada jagoannya.

Untuk menjadi juara pada perlombaan Lato-Lato itu, panitia memberikan penilaian kepada peserta bedasarkan kategori yang sudah ditentukan. Yakni skill, literasi seni dan durasi permainan.
Kepala SMPN 1 Sibabangun, Oklin Marlina Silalahi, S.Pd mengatakan, lomba yang digelar adalah bentuk ajang promosi sekolah.

Selain itu, kegiatan lomba juga diharapkan dapat mendorong anak-anak untuk memainkan permainan-permainan tradisional.

“Selain menjadi wadah penyaluran bakat, kegiatan ini kita harapkan bisa meminimalisir ketergantungan anak-anak terhadap selular, (Android),” jelasnya.

Menurut Oklin, sebagai salah satu alternatif permainan yang menggabungkan skill dan pengetahuan, permainan latto-latto bisa mengalihkan kecanduan anak-anak terhadap permainan digital.

Baca Juga :  Guru di Asahan Belajar Menulis Praktik Baik Pendidikan

Permainan latto-latto diharapkan dapat melatih konsentrasi, ketangkasan fisik, dan kepercayaan diri dari anak-anak.

“Sebelumnya anak-anak asik dengan game digital, sekarang ke latto-latto,” ujar Oklin.

Oklin tidak menampik jika permainan latto-latto dapat membahayakan. Oleh karena itu, sebelum pelaksanaan lomba pihaknya mengedukasi peserta tentang tata cara dan aturan bermain latto-latto yang aman dan sehat. Termasuk dengan melakukan pemilihan jenis latto-latto yang boleh dimainkan.

“Kita juga telah menyampaikan bagaimana tata cara bermain latto-latto yang aman dan sehat. Mudah-mudahan peserta dapat menerapkannya di setiap waktu bermain latto-latto,” tutupnya.

Dalam babak final, suara riuh latto-latto pecah bersama sorak sorai penonton. Berbagai ekspresi para peserta mengiringi suara bandul yang dibenturkan.
Tak sedikit anak-anak yang ikut nampak tegang saat berjalan melewati tanda-tanda yang disiapkan panitia. Beberapa dari mereka juga terlihat santai memainkan permainan jadul tersebut.

Bedasarkan hasil yang dikeluarkan panitia, peserta dari Tapteng berhasil menduduki juara pertama, kedua dan keempat. Untuk juara I diraih oleh Putra Sihombing dari SDN Anggoli 2, Tapteng. Juara II yakni Fauzan Napitupulu SDN Anggoli 1, Tapteng.

Sementara juara III diraih oleh peserta asal Tapsel, Marsel Sitompul dari SDN Batuhoring. Dan juara IV Sayumi Napitupulu SMPN 1 Sibabangun, Tapteng. (net)

Most Read

Artikel Terbaru