alexametrics
28.9 C
Medan
Thursday, October 6, 2022

Pemko  Siantar dan Tanoto Bentuk Tim

Literasi di Siantar Menuju Mahir, Numerasi Masih di Bawah

SIANTAR, METRODAILY – Hasil Raport Mutu Pendidikan Kota Pematang Siantar, capaian secara keseluruhan masih belum sesuai harapan. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan bersama seluruh sekolah diminta agar bekerja lebih keras lagi, untuk dapat meningkatkan performa kerja dalam meningkatkan Rapor Pendidikan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan.

“Untuk kemampuan literasi membaca di Kota Pematang Siantar, sebagian besar siswa telah mencapai batas kompetensi minimum. Namun perlu upaya mendorong lebih banyak siswa menjadi mahir. Sedangkan untuk Kemampuan Numerasi, masih di bawah kompetensi minimum. Kurang dari 50% siswa telah mencapai batas kompetensi minimum untuk numerasi,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pematang Siantar, Rosmayana Marpaung, S.Pd. MM, dalam pertemuan pemangku kepentingan pendidikan Kota Pematang Siantar bersama Tanoto Foundation Sumatera Utara, di Aula Bappeda Kota Pematang Siantar, Kamis (11/8/2022)

Sedangkan nilai karakter siswa di Siantar, lanjut Rosma, masuk dalam kategori berkembang. Di mana siswa terbiasa menerapkan nilai-nilai karakter pelajar Pancasila yang berakhlak mulia, bergotong royong, mandiri, kreatif, dan bernalar kritis, serta berkebinekaan global dalam kehidupan sehari hari.

Pertemuan Pemangku Kepentingan Pendidikan Kota Pematang Siantar bersama Tanoto Foundation Sumut ini, merupakan salah satu media koordinasi dalam melanjutkan kerjasama dalam mewujudkan implementasi pendidikan berkualitas.

“Tanoto Foundation sebagai partner pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pada kualitas mutu pendidikan dasar, dan membangun rasa kepemilikan atas program menjadi pondasi dasar keberlanjutan program,” ungkap Yusri Nasution, Koordinator Tanoto Foundation Sumut.

Dukungan keberlanjutan Program PINTAR oleh Pemerintah Daerah mitra, lanjutnya, sangatlah diperlukan untuk penguatan kelembagaan dalam perencanaan, pemantauan, penyebarluasan Program PINTAR, serta perencanaan kebijakan pendidikan daerah yang berkelanjutan.

Baca Juga :  PTM Terbatas Boleh Buka di PPKM Level 1-3

“Pertemuan ini membahas kegiatan Program Pendidikan yang sudah dilakuan Tanoto Foundation di Kota Pematang Siantar, dan capaian serta hambatan yang dialami selama semester pertama di tahun 2022,” jelasnya.

Juga disampaikan indikator-indikator keberhasilan Program PINTAR di Kota Pematang Siantar, serta menindaklanjuti rencana kegiatan tingkat provinsi yang sudah dilakukan sebelumnya

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pematang Siantar, Rosmayana Marpaung,Pd. MM, dalam pertemuan pemangku kepentingan pendidikan Kota Pematang Siantar bersama Tanoto Foundation Sumatera Utara, di Aula Bappeda Kota Pematang Siantar, Kamis (11/8/2022).

Sementara itu, Koordinator Tanoto Foundation Wilayah Kota Pematang Siantar, Bobby Widanto, mengatakan Program Tanoto Foundation mendukung Implemetasi Program Merdeka Belajar, melalui platform Merdeka Mengajar.

“Merdeka Belajar merupakan salah satu program strategi transformasi pendidikan, yang bertujuan mengatasi krisis pembelajaran. Tanoto Foundation mengambil peran membantu pemerintah untuk mengatasi persoalan hilangnya pembelajaran (learning loss), dan mengurangi kesenjangan pembelajaran, dengan menghadirkan kurikulum yang lebih sederhana dan mendalam,” ungkapnya.

Pertemuan diisi dengan diskusi terkait pembentukan tim koordinasi pendidikan di Kota Pematang Siantar. Tim terdiri dari unsur Bappeda, Sekretariat Daerah, Dinas Pendidikan, serta Tanoto Foundation. Pembentukan tim difasilitasi oleh Heru Iswahyudi selaku spesialis hubungan pemerintah, berdasarkan kebutuhan program yang berkelanjutan.

Hardiyanto Harapan Saragih Turnip, ST., M.Si selaku kabid Sosbud BAPPEDA kota Pematang Siantar menyampaikan harapannya atas kerjasama dan pembentukan tim dapat terwujud. “Kami berharap kerjasama dengan Tanoto tetap terjalin berkesinambungan, terutama terkait sektor pendidikan. Karena kami melihat dampak Program Tanoto Foundation di lapangan jelas sekali perbedaannya,” ungkapnya. (rel)

SIANTAR, METRODAILY – Hasil Raport Mutu Pendidikan Kota Pematang Siantar, capaian secara keseluruhan masih belum sesuai harapan. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan bersama seluruh sekolah diminta agar bekerja lebih keras lagi, untuk dapat meningkatkan performa kerja dalam meningkatkan Rapor Pendidikan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan.

“Untuk kemampuan literasi membaca di Kota Pematang Siantar, sebagian besar siswa telah mencapai batas kompetensi minimum. Namun perlu upaya mendorong lebih banyak siswa menjadi mahir. Sedangkan untuk Kemampuan Numerasi, masih di bawah kompetensi minimum. Kurang dari 50% siswa telah mencapai batas kompetensi minimum untuk numerasi,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pematang Siantar, Rosmayana Marpaung, S.Pd. MM, dalam pertemuan pemangku kepentingan pendidikan Kota Pematang Siantar bersama Tanoto Foundation Sumatera Utara, di Aula Bappeda Kota Pematang Siantar, Kamis (11/8/2022)

Sedangkan nilai karakter siswa di Siantar, lanjut Rosma, masuk dalam kategori berkembang. Di mana siswa terbiasa menerapkan nilai-nilai karakter pelajar Pancasila yang berakhlak mulia, bergotong royong, mandiri, kreatif, dan bernalar kritis, serta berkebinekaan global dalam kehidupan sehari hari.

Pertemuan Pemangku Kepentingan Pendidikan Kota Pematang Siantar bersama Tanoto Foundation Sumut ini, merupakan salah satu media koordinasi dalam melanjutkan kerjasama dalam mewujudkan implementasi pendidikan berkualitas.

“Tanoto Foundation sebagai partner pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pada kualitas mutu pendidikan dasar, dan membangun rasa kepemilikan atas program menjadi pondasi dasar keberlanjutan program,” ungkap Yusri Nasution, Koordinator Tanoto Foundation Sumut.

Dukungan keberlanjutan Program PINTAR oleh Pemerintah Daerah mitra, lanjutnya, sangatlah diperlukan untuk penguatan kelembagaan dalam perencanaan, pemantauan, penyebarluasan Program PINTAR, serta perencanaan kebijakan pendidikan daerah yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Januari Ini, Semua Anak Sekolah Wajib PTM

“Pertemuan ini membahas kegiatan Program Pendidikan yang sudah dilakuan Tanoto Foundation di Kota Pematang Siantar, dan capaian serta hambatan yang dialami selama semester pertama di tahun 2022,” jelasnya.

Juga disampaikan indikator-indikator keberhasilan Program PINTAR di Kota Pematang Siantar, serta menindaklanjuti rencana kegiatan tingkat provinsi yang sudah dilakukan sebelumnya

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pematang Siantar, Rosmayana Marpaung,Pd. MM, dalam pertemuan pemangku kepentingan pendidikan Kota Pematang Siantar bersama Tanoto Foundation Sumatera Utara, di Aula Bappeda Kota Pematang Siantar, Kamis (11/8/2022).

Sementara itu, Koordinator Tanoto Foundation Wilayah Kota Pematang Siantar, Bobby Widanto, mengatakan Program Tanoto Foundation mendukung Implemetasi Program Merdeka Belajar, melalui platform Merdeka Mengajar.

“Merdeka Belajar merupakan salah satu program strategi transformasi pendidikan, yang bertujuan mengatasi krisis pembelajaran. Tanoto Foundation mengambil peran membantu pemerintah untuk mengatasi persoalan hilangnya pembelajaran (learning loss), dan mengurangi kesenjangan pembelajaran, dengan menghadirkan kurikulum yang lebih sederhana dan mendalam,” ungkapnya.

Pertemuan diisi dengan diskusi terkait pembentukan tim koordinasi pendidikan di Kota Pematang Siantar. Tim terdiri dari unsur Bappeda, Sekretariat Daerah, Dinas Pendidikan, serta Tanoto Foundation. Pembentukan tim difasilitasi oleh Heru Iswahyudi selaku spesialis hubungan pemerintah, berdasarkan kebutuhan program yang berkelanjutan.

Hardiyanto Harapan Saragih Turnip, ST., M.Si selaku kabid Sosbud BAPPEDA kota Pematang Siantar menyampaikan harapannya atas kerjasama dan pembentukan tim dapat terwujud. “Kami berharap kerjasama dengan Tanoto tetap terjalin berkesinambungan, terutama terkait sektor pendidikan. Karena kami melihat dampak Program Tanoto Foundation di lapangan jelas sekali perbedaannya,” ungkapnya. (rel)

iklan simalungun
iklan simalungun

Most Read

Artikel Terbaru

/