alexametrics
27 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Wajib Scan Aplikasi PeduliLindungi

Hijau Boleh Masuk Lokasi SMK Negeri 1 Siantar, Kalau Kuning…

iklan-usi

SIMALUNGUN, METRODAILY – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Siantar, Jalan Sangnawaluh, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun menerapkan wajib Scan Barcode PeduliLindungi, saat masuk dan keluar lokasi Sekolah.

Selain sebagai antisipasi munculnya klaster baru Covid-19 saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM), cara ini juga bagian dari upaya SMK Negeri 1 Siantar dalam membangun sistem pendidikan berskala sekolah, khususnya dalam pengembangan nilai karakter.

Kepala SMK Negeri 1 Siantar, M. Syahrizal Damanik, S.Pd, M.Pd , Kamis,(10/03) menyatakan, sesuai surat edaran yang diterbitkan Cabang Dnas Pendidikan Siantar, setiap sekolah wajib untuk membuat Scan Barcode Peduli Lindungi melalui website resmi yang disediakan oleh Pemerintah. Scan barcode mesti dapat diakses oleh siswa, guru dan pengunjung sekolah ketika hendak memasuki lokasi sekolah.

“Scan barcode aplikasi PeduliLindungi tersebut tak hanya bagi siswa, guru, dan pegawai di SMK Negeri 1 Siantar, tetapi juga para orang tua atau masyarakat yang berkunjung ke SMK Negeri 1 Siantar,” kata kata Syahrizal.

Baca Juga :  Gubsu Edy Bagikan Nomor Hape ke Mahasiswa Sumut Belajar ke Mesir

Nantinya, siswa, guru dan pengunjung yang diperbolehkan masuk ke lingkungan sekolah adalah mereka dengan status berwarna hijau. Sedangkan warna kuning masih diberikan kelonggaran untuk dapat masuk, namun dengan syarat wajib menerapkan protocol Kesehatan yang ketat.

Ia juga menekankan bahwa penggunaan scan barcode tersebut agar menanamkan sikap tanggung jawab seluruh stakeholder di sekolahnya.

“Ini juga sebagai respons sinergi kami dengan kebijakan pemerintah daerah dan pusat. Dasar kami melaksanakan scan barcode PeduliLindungi ini adalah surat edaran cabang dinas ,” kata Syahrizal. (ros)

SIMALUNGUN, METRODAILY – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Siantar, Jalan Sangnawaluh, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun menerapkan wajib Scan Barcode PeduliLindungi, saat masuk dan keluar lokasi Sekolah.

Selain sebagai antisipasi munculnya klaster baru Covid-19 saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM), cara ini juga bagian dari upaya SMK Negeri 1 Siantar dalam membangun sistem pendidikan berskala sekolah, khususnya dalam pengembangan nilai karakter.

Kepala SMK Negeri 1 Siantar, M. Syahrizal Damanik, S.Pd, M.Pd , Kamis,(10/03) menyatakan, sesuai surat edaran yang diterbitkan Cabang Dnas Pendidikan Siantar, setiap sekolah wajib untuk membuat Scan Barcode Peduli Lindungi melalui website resmi yang disediakan oleh Pemerintah. Scan barcode mesti dapat diakses oleh siswa, guru dan pengunjung sekolah ketika hendak memasuki lokasi sekolah.

“Scan barcode aplikasi PeduliLindungi tersebut tak hanya bagi siswa, guru, dan pegawai di SMK Negeri 1 Siantar, tetapi juga para orang tua atau masyarakat yang berkunjung ke SMK Negeri 1 Siantar,” kata kata Syahrizal.

Baca Juga :  SMPN se-Siantar Ikut PPDB Online, Kecuali SMPN 11 & 13

Nantinya, siswa, guru dan pengunjung yang diperbolehkan masuk ke lingkungan sekolah adalah mereka dengan status berwarna hijau. Sedangkan warna kuning masih diberikan kelonggaran untuk dapat masuk, namun dengan syarat wajib menerapkan protocol Kesehatan yang ketat.

Ia juga menekankan bahwa penggunaan scan barcode tersebut agar menanamkan sikap tanggung jawab seluruh stakeholder di sekolahnya.

“Ini juga sebagai respons sinergi kami dengan kebijakan pemerintah daerah dan pusat. Dasar kami melaksanakan scan barcode PeduliLindungi ini adalah surat edaran cabang dinas ,” kata Syahrizal. (ros)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/