alexametrics
22.8 C
Medan
Friday, August 19, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Januari Ini, Semua Anak Sekolah Wajib PTM

iklan-usi

JAKARTA, METRODAILY.id – Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas 100 persen sudah mulai diterapkan awal Januari 2022 ini. Penentuan PTM ditentukan oleh level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga tingkat vaksinasi sebanyak dua dosis bagi pendidik dan tenaga kependidikan dan lansia di satu kabupaten/kota.

Oleh karena itu, orang tua tidak lagi dapat menentukan apakah anaknya akan mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau PTM terbatas. Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbudristek, Jumeri menyampaikan, tak ada lagi opsi bagi orang tua.

“Mulai semester dua, semua siswa wajib PTM terbatas jadi tidak ada lagi dispensasi seperti semester lalu, boleh milih di rumah atau sekolah,” ungkapnya dalam webinar kesiapan pelaksanaan PTM terbatas, Senin (3/1).

Adapun, keputusan terkait pembelajaran di masa pandemi Covid-19 merujuk kepada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 tertanggal 21 Desember 2021.

“Orang tua atau wali peserta didik tidak dapat memilih PTM terbatas atau PJJ bagi anaknya setelah Januari ini,” tegas dia.
Selain itu, pemda juga tidak boleh melarang PTM terbatas bagi daerah yang memenuhi kriteria. Pemda juga tidak boleh menambah kriteria yang menghambat pelaksanaan PTM terbatas.

Ia memastikan, sanksi juga akan diberikan kepada satuan pendidikan yang melanggar penerapan protokol kesehatan (prokes) selama menjalankan PTM terbatas.

“Yang terbukti melanggar prokes diberikan sanksi, sanksi administratif dan dibina oleh Satgas Covid-19 atau tim pembina UKS setempat,” ujar dia.

Untuk pengaturan pembelajaran, satuan pendidikan yang berada di PPKM level 1 dan 2 dapat menerapkan PTM setiap hari dengan 100 persen peserta didik mengikuti pembelajaran dalam kelas. Syaratnya adalah satuan pendidikan memiliki capaian vaksinasi dosis 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan di atas 80 persen dan pada lansia di tingkat kabupaten/kota di atas 50 persen.

Baca Juga :  Universitas Negeri Pertama di Tabagsel

Waktu belajar maksimal 6 jam pelajaran per hari. Pemberian materi esensial dapat berlangsung di sekolah, sementara non esensial dapat melalui penugasan melalui e-learning.

Apabila capaian vaksinasi dosis 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 50 persen dan pada lansia di tingkat kabupaten/kota sebanyak 40 persen, PTM tetap dapat dilakukan setiap hari secara bergantian dengan jumlah peserta didik 50 persen dari kapasitas ruang kelas. Lama belajar 6 jam sambil menerapkan blended learning untuk siswa yang belajar dari rumah.

Sementara itu, jika capaian vaksinasi dosis 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan di bawah 50 persen dan pada lansia di tingkat kabupaten/kota di bawah 40 persen, maka PTM dilaksanakan setiap hari secara bergantian, jumlah peserta didik 50 persen dari kapasitas ruang kelas dan lama belajar paling banyak 4 jam pelajaran per hari.

Lalu, untuk pelaksanaan PTM pada PPKM level 3, satuan pendidikan dengan capaian vaksinasi dosis 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan paling sedikit 40 persen dan capaian vaksinasi dosis 2 pada warga masyarakat lansia paling sedikit 10 persen, PTM terbatas dilaksanakan setiap hari secara bergantian, jumlah peserta didik 50 persen dari kapasitas ruang kelas; dan lama belajar paling banyak 4 jam pelajaran per hari.

Ada pula daerah khusus berdasarkan kondisi geografis, dapat menggelar PTM terbatas 100 persen, pada seluruh hari sekolah dengan durasi maksimal enam jam pelajaran. Saat ini terdapat 264.704 sekolah atau 59 persen sekolah yang dapat menggelar PTM terbatas 100 persen. Sedangkan yang menggelar PTM terbatas dengan kapasitas 50 persen adalah sebanyak 150.143 sekolah atau 15 persen. (jp)

JAKARTA, METRODAILY.id – Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas 100 persen sudah mulai diterapkan awal Januari 2022 ini. Penentuan PTM ditentukan oleh level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga tingkat vaksinasi sebanyak dua dosis bagi pendidik dan tenaga kependidikan dan lansia di satu kabupaten/kota.

Oleh karena itu, orang tua tidak lagi dapat menentukan apakah anaknya akan mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau PTM terbatas. Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbudristek, Jumeri menyampaikan, tak ada lagi opsi bagi orang tua.

“Mulai semester dua, semua siswa wajib PTM terbatas jadi tidak ada lagi dispensasi seperti semester lalu, boleh milih di rumah atau sekolah,” ungkapnya dalam webinar kesiapan pelaksanaan PTM terbatas, Senin (3/1).

Adapun, keputusan terkait pembelajaran di masa pandemi Covid-19 merujuk kepada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 tertanggal 21 Desember 2021.

“Orang tua atau wali peserta didik tidak dapat memilih PTM terbatas atau PJJ bagi anaknya setelah Januari ini,” tegas dia.
Selain itu, pemda juga tidak boleh melarang PTM terbatas bagi daerah yang memenuhi kriteria. Pemda juga tidak boleh menambah kriteria yang menghambat pelaksanaan PTM terbatas.

Ia memastikan, sanksi juga akan diberikan kepada satuan pendidikan yang melanggar penerapan protokol kesehatan (prokes) selama menjalankan PTM terbatas.

“Yang terbukti melanggar prokes diberikan sanksi, sanksi administratif dan dibina oleh Satgas Covid-19 atau tim pembina UKS setempat,” ujar dia.

Untuk pengaturan pembelajaran, satuan pendidikan yang berada di PPKM level 1 dan 2 dapat menerapkan PTM setiap hari dengan 100 persen peserta didik mengikuti pembelajaran dalam kelas. Syaratnya adalah satuan pendidikan memiliki capaian vaksinasi dosis 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan di atas 80 persen dan pada lansia di tingkat kabupaten/kota di atas 50 persen.

Baca Juga :  PPDB Online Kacau, Disdik Sumut Belum akan Perpanjang Masa Pendaftaran

Waktu belajar maksimal 6 jam pelajaran per hari. Pemberian materi esensial dapat berlangsung di sekolah, sementara non esensial dapat melalui penugasan melalui e-learning.

Apabila capaian vaksinasi dosis 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 50 persen dan pada lansia di tingkat kabupaten/kota sebanyak 40 persen, PTM tetap dapat dilakukan setiap hari secara bergantian dengan jumlah peserta didik 50 persen dari kapasitas ruang kelas. Lama belajar 6 jam sambil menerapkan blended learning untuk siswa yang belajar dari rumah.

Sementara itu, jika capaian vaksinasi dosis 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan di bawah 50 persen dan pada lansia di tingkat kabupaten/kota di bawah 40 persen, maka PTM dilaksanakan setiap hari secara bergantian, jumlah peserta didik 50 persen dari kapasitas ruang kelas dan lama belajar paling banyak 4 jam pelajaran per hari.

Lalu, untuk pelaksanaan PTM pada PPKM level 3, satuan pendidikan dengan capaian vaksinasi dosis 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan paling sedikit 40 persen dan capaian vaksinasi dosis 2 pada warga masyarakat lansia paling sedikit 10 persen, PTM terbatas dilaksanakan setiap hari secara bergantian, jumlah peserta didik 50 persen dari kapasitas ruang kelas; dan lama belajar paling banyak 4 jam pelajaran per hari.

Ada pula daerah khusus berdasarkan kondisi geografis, dapat menggelar PTM terbatas 100 persen, pada seluruh hari sekolah dengan durasi maksimal enam jam pelajaran. Saat ini terdapat 264.704 sekolah atau 59 persen sekolah yang dapat menggelar PTM terbatas 100 persen. Sedangkan yang menggelar PTM terbatas dengan kapasitas 50 persen adalah sebanyak 150.143 sekolah atau 15 persen. (jp)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/