"Saya mengapresiasi karya-karya yang ditampilkan. Ini merupakan sebuah perayaan kreativitas, keberanian berekspresi, dan kerja keras para pelaku industri kreatif," kata Airin yang hadir langsung dalam acara tersebut.
Baca Juga: Pemko Medan Terima Sertifikat IDSD 2025 dari BRIN, Bukti Daya Saing Kota Meningkat
Menurutnya, konsistensi Sri Wahyuni Foundation dalam mendukung dunia seni dan mode merupakan langkah krusial untuk membangun ekosistem kreatif yang sehat dan inklusif.
Sorotan utama dalam ajang tersebut tertuju pada karya-karya Riki Damanik yang dipamerkan. Airin secara khusus memuji dedikasi sang desainer dalam meramu busana yang tidak hanya estetik, tetapi juga memiliki makna.
"Karya-karya Riki Damanik memiliki karakter yang sangat kuat. Ia berhasil memotret dinamika kehidupan perkotaan ke dalam desain yang inovatif," ujarnya.
Bagi Airin, Medan Urban Runway bukan sekadar ajang pameran busana. Lebih dari itu, kegiatan ini dinilai sebagai wadah berekspresi untuk menampilkan identitas, gagasan, serta potensi anak-anak muda yang terus berkarya dan berinovasi.
Baca Juga: Seorang Nenek di Palsabolas Ditemukan Tewas Terikat dan Luka di Wajah
"Kreativitas tidak hanya melahirkan keindahan, tetapi juga membuka jalan bagi kemandirian dan pertumbuhan ekonomi bagi anak-anak muda kita,” tambahnya optimistis.
Ia berharap acara serupa dapat terus berlanjut guna memperluas jejaring kreatif di Medan. Airin juga mengajak para talenta muda untuk tidak ragu melangkah dan terus mengasah potensi diri.
"Melalui event ini, Kota Medan kembali membuktikan bahwa Medan bukan hanya sekadar kota metropolitan, tetapi juga rumah bagi para inovator dan penggerak industri kreatif yang membanggakan," pungkasnya. (rel)