MEDAN, METRODAILY – Pemko Medan merancang program regrouping atau penggabungan sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas pendidikan.
Wali Kota Medan Bobby Nasution menegaskan bahwa kebijakan ini harus dirancang secara matang agar tidak merugikan masyarakat.
"Ini adalah konsep awal yang kita diskusikan, bagaimana regrouping dapat menjadi solusi terhadap berbagai tantangan pendidikan di Kota Medan," ujar Bobby saat memimpin rapat di Balai Kota, Senin (10/2).
Dalam rapat yang juga dihadiri Wali Kota Medan terpilih Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Medan terpilih Zakiyuddin Harahap, Bobby menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan untuk memastikan proses regrouping berjalan dengan baik.
"Saya ingin program ini dipersiapkan sebaik mungkin, jangan sampai ada pihak yang dirugikan, terutama siswa dan orang tua," tegasnya.
Selain regrouping, Pemko Medan juga akan membentuk sekolah unggulan, yang nantinya memiliki standar khusus dalam seleksi siswa, baik dari aspek akademik maupun prestasi lainnya.
142 SDN Akan Digabung, 1 Sekolah Ditutup
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Benny Sinomba Siregar, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 382 SDN di Kota Medan. Dari jumlah tersebut:
- 142 SDN akan digabung menjadi 57 sekolah
- 239 SDN tetap beroperasi seperti biasa
- 1 SDN ditutup karena tidak memiliki siswa
Penggabungan ini didasarkan pada beberapa faktor, seperti jumlah siswa yang minim, lokasi sekolah yang terlalu berdekatan, keterbatasan sarana dan prasarana, penyebaran tenaga guru yang tidak merata, serta status tanah sekolah yang belum bersertifikat.
"Kami berharap langkah ini dapat meningkatkan mutu layanan pendidikan, efisiensi penyelenggaraan sekolah, serta pengawasan yang lebih efektif menuju pendidikan yang unggul," jelas Benny.
Dengan adanya regrouping dan sekolah unggulan, Pemko Medan menargetkan pendidikan yang lebih berkualitas dan merata, sejalan dengan program prioritas nasional di bidang pendidikan. (Rel)
Editor : Editor Satu