alexametrics
30.6 C
Medan
Friday, August 19, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Pengantin Sinamot Rp1 Miliar Itu Putra Perwira Polisi, Kenapa Mahal?

iklan-usi

MEDAN, METRODAILY.id – Video pernikahan pasangan mempelai di Kecamatan tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara viral di media sosial. Di dalam video tersebut terlihat persiapan tempat di Gedung Serbaguna Tarutung.

Dalam video, terlihat dua mempelai memasuki gedung yang terlihat puluhan orang di dalam gedung tersebut mengabadikan moment tersebut.

Lima penari tor-tor mengiringi langkah kaki kedua mempelai, hingga akhirnya sampai di depan pintu masuk diiringi alunan Gondang Batak Toba. Kemudian kedua mempelai dan keluarga menerima masuk para tamu ke dalam gedung.

Yang menjadi perbincangan netizen dan bikin penasaran, uang hantaran atau sinamot Rp 1 miliar.

Penelusuran wartawan, mempelai laki-laki yang ada dalam video merupakan anak perwira polisi Tapanuli Utara. Pengantin laki-laki bernama Alfredy Simamora. Sementara mempelai wanita adalah Anggi Yunanda boru Simanjuntak.

Menurut informasi, Alfredy Simamora adalah anak dari Kasat Intel Polres Tapanuli Utara AKP Sabam Simamora.

Kapolres Tapanuli Utara AKBP M Saleh membenarkan bahwa AKP Sabam Simamora adalah anggotanya.

Ketika dimintai komentarnya soal masalah ini, terlebih pesta pernikahan Alfredy dan Anggi Yunanda boru Simanjuntak digelar secara meriah di Gedung Serbaguna, Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara, Saleh mengatakan AKP Sabam Simamora sudah minta izin.

“Bahwa Kasi Propam Polres Taput sudah menghubungi Kasat Intel (AKP Sabam Simamora), dan Kasat Intel sudah meminta izin dari satuan penanganan Covid-19 dari kabupaten Tapanuli Utara,” kata Saleh, Selasa (22/6/2021).

Dia mengatakan, lantaran sudah mendapat izin, pesta pernikahan anak AKP Sabam Simamora kemudian digelar pada Kamis (17/6/2021) lalu.

AKP Sabam Simamora dilantik semasa Kapolres Tapanuli Utara dijabat AKBP Horas Marasi Silaen pada 20 Desember 2018.

Di mana AKP Sabam Simamora menggantikan AKP Hatopan Silitonga pejabat lama Kasat Intel Polres Taput yang dimutasi ke jabatan baru sebagai Kanit 4 Subdit 2 Ditintel Polda Sumut.

Sementara itu, AKP Sabam Simamora sebelumnya menjabat Panit 2 Unit 4 Subdit 3 Ditreskrimsus Polda Sumut.

Arti Sinamot
Tahukah kamu arti sinamot apa?
Melansir penelitian yang dilakukan Helga Septiani Manik dalam judul Makna dan Fungsi Tradisi Sinamot dalam Adat Perkawinan
Sukubangsa Batak Toba di Perantauan Surabaya di tahun 2011, ada yang unik dengan pernikahan suku Batak.

Ia menuliskan bahwa dalam perkawinan suku Batak Toba, adat perkawinan yang berlaku adalah eksogami dan perkawinan dalam satu marga adalah dilarang.

“Awalnya perkawinan didefinisikan sebagai pembelian seorang wanita, di mana perempuan dibebaskan dari keluarga mereka setelah transaksi pembayarannya telah disepakati sebelumnya. Transaksi dapat berupa pembayaran dengan barang-barang berharga, hewan (babi, kerbau, sapi) atau sejumlah uang untuk diberikan pada pihak perempuan. Proses transaksi ini disebut sinamot,” tulisnya.

Baca Juga :  1 April Sidang Isbat Awal Ramadan

Ia menjelaskan bahwa tradisi sinamot di tempat asal yakni di Batak Toba, merupakan sarana untuk mengikat hubungan antara dua kelompok kekerabatan yang bersangkutan.

Sinamot menjadi salah satu dari serangkaian perkawinan tradisional yang divalidasi dan disetujui oleh masyarakat suku Toba Batak itu sendiri, lanjutnya.

Sinamot dapat diartikan mahar seperti yang dilansir dari Kemendikbud. Besaran mahar ditentukan oleh orang tua pihak mempelai wanita.

Besaran tersebut dipenuhi oleh pihak laki-laki yang ingin menikahi mempelai wanita.

Besaran Sinamot
Bagaimana cara menentukan besaran sinamot?
Diketahui, makin tinggi pendidikan perempuan maka harganya juga semakin tinggi, jadi harga pengantin perempuan itu tergantung pada pendidikannya.

Harga Sinamot bisa saja turun akan tetapi tergantung kepada pihak perempuan tersebut. Beberapa hal yang mempengaruhi besar kecilnya Sinamot yakni:

1.Status Pendidikan

Makin tinggi status pendidikan, makin besar Sinamotnya. Itu sebabnya boru batak diusahakan sekolah setinggi mungkin. Kalau yang hanya tamatan SD Sinamotnya kisaran Rp. 1.000.000, coba kita bayangkan berapa kira-kira Sinamot untuk yang tamatan S-2? Biasanya bisa sampai puluhan juta loh.

2. Perilaku

Semakin baik perilaku seorang gadis dinilai oleh masyarakat, maka semakin tinggi pula harga Sinamotnya. Tapi kalau kelakuan seorang anak gadis dianggap masyarakat tidak baik bisa-bisa ga dihargai lagi dong. Itu sebabnya orang Batak sangat keras mendidik anaknya bila menyangkut moral.

3.Status Pekerjaan

Semakin tinggi pekerjaan/penghasilan seorang gadis, maka semakin tinggi pula Sinamot yang diharapkan. Bisa saja seorang gadis yang hanya tamatan SD dihargai Sinamotnya hingga puluhan juta karena memiliki penghasilan yang bisa dibilang tidak kalah dengan para manajer di perusahaan besar. Itu hanya sekelas penghasilan manajer loh, bagaimana kalau sekelas Direktur? Atau mungkin pemilik perusahaan? Wow… Membayangkannya saja sudah luar biasa.

4.Status Sosial Keluarga

Status sosial keluarga juga berpengaruh dalam menentukan harga Sinamot. Semakin dihormati/dipandang suatu keluarga oleh masyarakat, maka semakin besar pula Sinamot untuk anak gadisnya. Karena Sinamot ini juga dianggap sebagai harga diri seseorang.

5.Status Sebagai Anak

Ada lagi yang mempengaruhi harga Sinamot yaitu status si anak didalam keluarganya. Anak perempuan satu-satunya disebut Boru Sasada. Anak perempuan yang merupakan anak sulung disebut Boru Panggoaran. Anak perempuan yang paling bontot disebut Boru Siappudan. Ketiganya memiliki harga Sinamot yang biasanya lebih mahal.

6.Rupa

Yang ini juga berpengaruh loh. Semakin cantik seorang gadis, semakin tinggi pula harga Sinamotnya. Karena anak gadis yang cantik itu dianggap bisa memperbaiki keturunan loh. (net)

MEDAN, METRODAILY.id – Video pernikahan pasangan mempelai di Kecamatan tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara viral di media sosial. Di dalam video tersebut terlihat persiapan tempat di Gedung Serbaguna Tarutung.

Dalam video, terlihat dua mempelai memasuki gedung yang terlihat puluhan orang di dalam gedung tersebut mengabadikan moment tersebut.

Lima penari tor-tor mengiringi langkah kaki kedua mempelai, hingga akhirnya sampai di depan pintu masuk diiringi alunan Gondang Batak Toba. Kemudian kedua mempelai dan keluarga menerima masuk para tamu ke dalam gedung.

Yang menjadi perbincangan netizen dan bikin penasaran, uang hantaran atau sinamot Rp 1 miliar.

Penelusuran wartawan, mempelai laki-laki yang ada dalam video merupakan anak perwira polisi Tapanuli Utara. Pengantin laki-laki bernama Alfredy Simamora. Sementara mempelai wanita adalah Anggi Yunanda boru Simanjuntak.

Menurut informasi, Alfredy Simamora adalah anak dari Kasat Intel Polres Tapanuli Utara AKP Sabam Simamora.

Kapolres Tapanuli Utara AKBP M Saleh membenarkan bahwa AKP Sabam Simamora adalah anggotanya.

Ketika dimintai komentarnya soal masalah ini, terlebih pesta pernikahan Alfredy dan Anggi Yunanda boru Simanjuntak digelar secara meriah di Gedung Serbaguna, Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara, Saleh mengatakan AKP Sabam Simamora sudah minta izin.

“Bahwa Kasi Propam Polres Taput sudah menghubungi Kasat Intel (AKP Sabam Simamora), dan Kasat Intel sudah meminta izin dari satuan penanganan Covid-19 dari kabupaten Tapanuli Utara,” kata Saleh, Selasa (22/6/2021).

Dia mengatakan, lantaran sudah mendapat izin, pesta pernikahan anak AKP Sabam Simamora kemudian digelar pada Kamis (17/6/2021) lalu.

AKP Sabam Simamora dilantik semasa Kapolres Tapanuli Utara dijabat AKBP Horas Marasi Silaen pada 20 Desember 2018.

Di mana AKP Sabam Simamora menggantikan AKP Hatopan Silitonga pejabat lama Kasat Intel Polres Taput yang dimutasi ke jabatan baru sebagai Kanit 4 Subdit 2 Ditintel Polda Sumut.

Sementara itu, AKP Sabam Simamora sebelumnya menjabat Panit 2 Unit 4 Subdit 3 Ditreskrimsus Polda Sumut.

Arti Sinamot
Tahukah kamu arti sinamot apa?
Melansir penelitian yang dilakukan Helga Septiani Manik dalam judul Makna dan Fungsi Tradisi Sinamot dalam Adat Perkawinan
Sukubangsa Batak Toba di Perantauan Surabaya di tahun 2011, ada yang unik dengan pernikahan suku Batak.

Ia menuliskan bahwa dalam perkawinan suku Batak Toba, adat perkawinan yang berlaku adalah eksogami dan perkawinan dalam satu marga adalah dilarang.

“Awalnya perkawinan didefinisikan sebagai pembelian seorang wanita, di mana perempuan dibebaskan dari keluarga mereka setelah transaksi pembayarannya telah disepakati sebelumnya. Transaksi dapat berupa pembayaran dengan barang-barang berharga, hewan (babi, kerbau, sapi) atau sejumlah uang untuk diberikan pada pihak perempuan. Proses transaksi ini disebut sinamot,” tulisnya.

Baca Juga :  Warga Madina Rela Bayar Ongkos Ratusan Ribu Demi Vaksinasi

Ia menjelaskan bahwa tradisi sinamot di tempat asal yakni di Batak Toba, merupakan sarana untuk mengikat hubungan antara dua kelompok kekerabatan yang bersangkutan.

Sinamot menjadi salah satu dari serangkaian perkawinan tradisional yang divalidasi dan disetujui oleh masyarakat suku Toba Batak itu sendiri, lanjutnya.

Sinamot dapat diartikan mahar seperti yang dilansir dari Kemendikbud. Besaran mahar ditentukan oleh orang tua pihak mempelai wanita.

Besaran tersebut dipenuhi oleh pihak laki-laki yang ingin menikahi mempelai wanita.

Besaran Sinamot
Bagaimana cara menentukan besaran sinamot?
Diketahui, makin tinggi pendidikan perempuan maka harganya juga semakin tinggi, jadi harga pengantin perempuan itu tergantung pada pendidikannya.

Harga Sinamot bisa saja turun akan tetapi tergantung kepada pihak perempuan tersebut. Beberapa hal yang mempengaruhi besar kecilnya Sinamot yakni:

1.Status Pendidikan

Makin tinggi status pendidikan, makin besar Sinamotnya. Itu sebabnya boru batak diusahakan sekolah setinggi mungkin. Kalau yang hanya tamatan SD Sinamotnya kisaran Rp. 1.000.000, coba kita bayangkan berapa kira-kira Sinamot untuk yang tamatan S-2? Biasanya bisa sampai puluhan juta loh.

2. Perilaku

Semakin baik perilaku seorang gadis dinilai oleh masyarakat, maka semakin tinggi pula harga Sinamotnya. Tapi kalau kelakuan seorang anak gadis dianggap masyarakat tidak baik bisa-bisa ga dihargai lagi dong. Itu sebabnya orang Batak sangat keras mendidik anaknya bila menyangkut moral.

3.Status Pekerjaan

Semakin tinggi pekerjaan/penghasilan seorang gadis, maka semakin tinggi pula Sinamot yang diharapkan. Bisa saja seorang gadis yang hanya tamatan SD dihargai Sinamotnya hingga puluhan juta karena memiliki penghasilan yang bisa dibilang tidak kalah dengan para manajer di perusahaan besar. Itu hanya sekelas penghasilan manajer loh, bagaimana kalau sekelas Direktur? Atau mungkin pemilik perusahaan? Wow… Membayangkannya saja sudah luar biasa.

4.Status Sosial Keluarga

Status sosial keluarga juga berpengaruh dalam menentukan harga Sinamot. Semakin dihormati/dipandang suatu keluarga oleh masyarakat, maka semakin besar pula Sinamot untuk anak gadisnya. Karena Sinamot ini juga dianggap sebagai harga diri seseorang.

5.Status Sebagai Anak

Ada lagi yang mempengaruhi harga Sinamot yaitu status si anak didalam keluarganya. Anak perempuan satu-satunya disebut Boru Sasada. Anak perempuan yang merupakan anak sulung disebut Boru Panggoaran. Anak perempuan yang paling bontot disebut Boru Siappudan. Ketiganya memiliki harga Sinamot yang biasanya lebih mahal.

6.Rupa

Yang ini juga berpengaruh loh. Semakin cantik seorang gadis, semakin tinggi pula harga Sinamotnya. Karena anak gadis yang cantik itu dianggap bisa memperbaiki keturunan loh. (net)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/