alexametrics
25 C
Medan
Thursday, October 6, 2022

Lake Toba Film Festival 5.0 Digelar di Pantai Bebas Parapat

PARAPAT, METRODAILY – Rumah Karya Indonesia (RKI) menggelar Lake Toba Film Festival (LTFF) 5.0 di Pantai Bebas Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun, 2-4 September 2022. LTTF merupakan festival tahunan RKI yang didukung Direktorat Film dan Media Baru Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Direktur LTFF 5.0 Novita Indriani Butar-butar mengatakan, salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk mempertemukan berbagai komunitas film yang ada di Sumut. Harapannya komunitas-komunitas itu akan saling terkoneksi untuk bersama-sama membangkitkan ekosistem film di Sumut.

“Sumut memiliki komunitas film yang lumayan banyak, namun tidak saling terkoneksi karena tidak ada ruang untuk bertemu. Inilah salah satu tujuan digelarnya acara ini,” kata Novita.

Dalam LTFF 5.0, sebut Novita, ada kompetisi film pendek yang bekerja sama dengan Festival Bulanan. Kemudian pemutaran sejumlah film, antara lain, “Orderan Janda” “Kisah Seram untuk Diceritakan” “Anak Danau”, “Piso Serit”, “Lagu untuk Anakku”, “Marpadan”, “Pelipur Lara”, “Demi Dewi”, “A Thousand Midnight in Kesawan” dan “Sagarmatha”.

Selain pemutaran film, juga digelar diskusi Karsaloka I dengan tema “Membangun Ekosistem Perfilman Sumatera Utara” dengan narasumber Direktur Film, Musik dan Media Kemendikbud Ristek, Ahmad Mahendra; Kepala Dinas Pariwisata Simalungun, M Fikri Fanani Damanik dan pegiat film Ori Semloko dan Andi Hutagalung dan dimoderatori Avena Matondang.

Baca Juga :  Tips Latihan Pernafasan saat Isolasi Mandiri

Sedangkan diskusi Karsaloka II memilih tema “Merangkai Realitas Perfilman Sumatra Utara” dengan narasumber Darma Lubis, Tumpak Hutabarat, Teddy Pasaribu dengan moderator Hanna Pagiet.

“Pada LTFF kali ini juga ditampilkan berbagai pertunjukan seni budaya oleh sanggar-sanggar di Simalungun dan seniman dari Medan. Hal itu sesuai tema LTFF 5.0 ‘Unity in Locality’. Kami ingin kearifan lokal Sumut menjadi sumber ide dalam memproduksi karya,” kata Novita.

Ahmad Mahendra mengatakan, potensi film Batak sangat baik contohnya “Ngeri-Ngeri Sedap”. Tahun ini, kata Mahendra banyak festival film yang didukung Kemendikbud. Hal ini guna mendukung para sineas dan pelaku film di Indonesia.

Mahendra mengatakan, Kemendikbud terbuka untuk membantu insan perfilman melalui dana abadi dan lain sebagainya. Ia mengajak para peserta di LTTF 5.0 ikut bersaing di di gawean kompetisi produksi dan indonesiana film. (rel)

PARAPAT, METRODAILY – Rumah Karya Indonesia (RKI) menggelar Lake Toba Film Festival (LTFF) 5.0 di Pantai Bebas Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun, 2-4 September 2022. LTTF merupakan festival tahunan RKI yang didukung Direktorat Film dan Media Baru Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Direktur LTFF 5.0 Novita Indriani Butar-butar mengatakan, salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk mempertemukan berbagai komunitas film yang ada di Sumut. Harapannya komunitas-komunitas itu akan saling terkoneksi untuk bersama-sama membangkitkan ekosistem film di Sumut.

“Sumut memiliki komunitas film yang lumayan banyak, namun tidak saling terkoneksi karena tidak ada ruang untuk bertemu. Inilah salah satu tujuan digelarnya acara ini,” kata Novita.

Dalam LTFF 5.0, sebut Novita, ada kompetisi film pendek yang bekerja sama dengan Festival Bulanan. Kemudian pemutaran sejumlah film, antara lain, “Orderan Janda” “Kisah Seram untuk Diceritakan” “Anak Danau”, “Piso Serit”, “Lagu untuk Anakku”, “Marpadan”, “Pelipur Lara”, “Demi Dewi”, “A Thousand Midnight in Kesawan” dan “Sagarmatha”.

Selain pemutaran film, juga digelar diskusi Karsaloka I dengan tema “Membangun Ekosistem Perfilman Sumatera Utara” dengan narasumber Direktur Film, Musik dan Media Kemendikbud Ristek, Ahmad Mahendra; Kepala Dinas Pariwisata Simalungun, M Fikri Fanani Damanik dan pegiat film Ori Semloko dan Andi Hutagalung dan dimoderatori Avena Matondang.

Baca Juga :  POCO X3 GT Hadirkan Performa Kencang Ajak Pengguna "Go Turbo"

Sedangkan diskusi Karsaloka II memilih tema “Merangkai Realitas Perfilman Sumatra Utara” dengan narasumber Darma Lubis, Tumpak Hutabarat, Teddy Pasaribu dengan moderator Hanna Pagiet.

“Pada LTFF kali ini juga ditampilkan berbagai pertunjukan seni budaya oleh sanggar-sanggar di Simalungun dan seniman dari Medan. Hal itu sesuai tema LTFF 5.0 ‘Unity in Locality’. Kami ingin kearifan lokal Sumut menjadi sumber ide dalam memproduksi karya,” kata Novita.

Ahmad Mahendra mengatakan, potensi film Batak sangat baik contohnya “Ngeri-Ngeri Sedap”. Tahun ini, kata Mahendra banyak festival film yang didukung Kemendikbud. Hal ini guna mendukung para sineas dan pelaku film di Indonesia.

Mahendra mengatakan, Kemendikbud terbuka untuk membantu insan perfilman melalui dana abadi dan lain sebagainya. Ia mengajak para peserta di LTTF 5.0 ikut bersaing di di gawean kompetisi produksi dan indonesiana film. (rel)

iklan simalungun
iklan simalungun

Most Read

Artikel Terbaru

/