alexametrics
31.7 C
Medan
Thursday, August 11, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Gembong Sabu ‘Man Batak’ Miliki Harta Puluhan Miliar

RANTAU, METRODAILY.id  – Gembong sabu yang mengendalikan peredaran narkoba di Kabupaten Labuhanbatu, Irman Pasaribu alias Man Batak mampu mengumpulkan kekayaan mencapai puluhan miliar rupiah.

Harta yang ia miliki tak tanggung-tanggung, memiliki 14 sertifikat tanah dan bangunan, uang tunai, lima unit mobil mewah mulai dari Xpander, Robicon, Pajero, L300, ada CRV, dan lain-lain.

Kejaksaan Negeri Labuhanbatu telah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti kasus gembong sabu Irman Pasaribu dan akan segera disidangkan.

Irman Pasaribu alias Man Batak akan menjalani sidang dalam perkara narkotika dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Sudah dilimpahkan perkara ini ke Kejaksaan Negeri dari Polda Sumut,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Labuhanbatu, Firman Simorangkir di Rantauprapat, Kamis (30/9) siang.

Firman menyampaikan, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejatisu dan Kejari Labuhanbatu berjumlah 7 orang sudah meneliti berkas dan tengah mempersiapkan surat dakwaan untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Rantauprapat.

Pihaknya memiliki tengat waktu selama 14 hari dalam penyusunan dakwaan sejak diterima minggu pertama dalam bulan September 2021, kemudian diperpanjang lagi hingga 25 Oktober 2021.

Sementara sidang dilaksanakan di PN Rantauprapat, karena waktu dan tempat tindak pidana atau lokus kejadian berada di wilayah Labuhanbatu. Sedangkan, penahanan tersangka selanjutnya berpindah dari tim penyidik Polda Sumut menjadi kewenangan JPU.

“Dalam minggu ini, perkara akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Rantauprapat dan saat ini tersangka dititipkan di Polres Labuhanbatu,” katanya.

Sebelumnya, Polda Sumut berhasil menangkap buronan kasus kepemilikan narkotika jenis sabu sebanyak 5 kilogram, Irman Pasaribu di Jalan Jenderal Sudirman Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sabtu (9/1) siang.

Baca Juga :  Simalungun Bakal Dilanda Cuaca Buruk

Tersangka ditangkap bersama dua orang lainnya yakni KH dan LY di dalam mobil dengan barang bukti lima bungkus plastik berisikan sabu. Irman sempat kabur, Minggu (10/1) dini hari, ketika polisi melakukan pengembangan.

Irman adalah salah satu gembong yang mengendalikan peredaran narkoba di Kabupaten Labuhanbatu selama satu dekade. Pekerjaan itu dia lakoni usai menjadi pekerja migran di Malaysia.

Ia memiliki pangsa pasar besar narkoba yang luas melalui jaringannya. Bahkan saking besarnya penghasilan mampu mengumpulkan kekayaan mencapai puluhan miliar rupiah.

Tim Satres Narkoba Polda Sumut kemudian melakukan pengembangan jaringan Irman dan menangkap seorang pria berinisial AL di Medan pada Rabu (13/1) dengan barang bukti sabu seberat 22 kilogram.

Kemudian pada Minggu (31/1), petugas mengamankan tersangka BT dan FP di Bandara Kualanamu dengan barang bukti satu kilogram sabu.

Selanjutnya, pada Sabtu (6/2), petugas menangkap empat orang lagi di Bandara Kualanamu, yakni M, MS, MCB, dan MF. Dari keempat orang tersebut, petugas menyita sabu 1,9 kilogram.

Tersangka Irman Pasaribu dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Narkotika dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Polisi menyita barang bukti 14 sertifikat tanah dan bangunan, airsoftgun, uang tunai sekira Rp500 juta dan lima unit mobil mewah mulai dari Xpander, Robicon, Pajero, L300, ada CRV.

Belakangan, Irman kabur dalam pengembangan Polda Sumut, kemudian ditangkap kembali. Kejadian itu memicu reaksi negatif warga di Kabupaten Labuhanbatu di media sosial. (zas)

RANTAU, METRODAILY.id  – Gembong sabu yang mengendalikan peredaran narkoba di Kabupaten Labuhanbatu, Irman Pasaribu alias Man Batak mampu mengumpulkan kekayaan mencapai puluhan miliar rupiah.

Harta yang ia miliki tak tanggung-tanggung, memiliki 14 sertifikat tanah dan bangunan, uang tunai, lima unit mobil mewah mulai dari Xpander, Robicon, Pajero, L300, ada CRV, dan lain-lain.

Kejaksaan Negeri Labuhanbatu telah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti kasus gembong sabu Irman Pasaribu dan akan segera disidangkan.

Irman Pasaribu alias Man Batak akan menjalani sidang dalam perkara narkotika dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Sudah dilimpahkan perkara ini ke Kejaksaan Negeri dari Polda Sumut,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Labuhanbatu, Firman Simorangkir di Rantauprapat, Kamis (30/9) siang.

Firman menyampaikan, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejatisu dan Kejari Labuhanbatu berjumlah 7 orang sudah meneliti berkas dan tengah mempersiapkan surat dakwaan untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Rantauprapat.

Pihaknya memiliki tengat waktu selama 14 hari dalam penyusunan dakwaan sejak diterima minggu pertama dalam bulan September 2021, kemudian diperpanjang lagi hingga 25 Oktober 2021.

Sementara sidang dilaksanakan di PN Rantauprapat, karena waktu dan tempat tindak pidana atau lokus kejadian berada di wilayah Labuhanbatu. Sedangkan, penahanan tersangka selanjutnya berpindah dari tim penyidik Polda Sumut menjadi kewenangan JPU.

“Dalam minggu ini, perkara akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Rantauprapat dan saat ini tersangka dititipkan di Polres Labuhanbatu,” katanya.

Sebelumnya, Polda Sumut berhasil menangkap buronan kasus kepemilikan narkotika jenis sabu sebanyak 5 kilogram, Irman Pasaribu di Jalan Jenderal Sudirman Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sabtu (9/1) siang.

Baca Juga :  Sakit Jantung, Haji Lulung Meninggal Dunia

Tersangka ditangkap bersama dua orang lainnya yakni KH dan LY di dalam mobil dengan barang bukti lima bungkus plastik berisikan sabu. Irman sempat kabur, Minggu (10/1) dini hari, ketika polisi melakukan pengembangan.

Irman adalah salah satu gembong yang mengendalikan peredaran narkoba di Kabupaten Labuhanbatu selama satu dekade. Pekerjaan itu dia lakoni usai menjadi pekerja migran di Malaysia.

Ia memiliki pangsa pasar besar narkoba yang luas melalui jaringannya. Bahkan saking besarnya penghasilan mampu mengumpulkan kekayaan mencapai puluhan miliar rupiah.

Tim Satres Narkoba Polda Sumut kemudian melakukan pengembangan jaringan Irman dan menangkap seorang pria berinisial AL di Medan pada Rabu (13/1) dengan barang bukti sabu seberat 22 kilogram.

Kemudian pada Minggu (31/1), petugas mengamankan tersangka BT dan FP di Bandara Kualanamu dengan barang bukti satu kilogram sabu.

Selanjutnya, pada Sabtu (6/2), petugas menangkap empat orang lagi di Bandara Kualanamu, yakni M, MS, MCB, dan MF. Dari keempat orang tersebut, petugas menyita sabu 1,9 kilogram.

Tersangka Irman Pasaribu dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Narkotika dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Polisi menyita barang bukti 14 sertifikat tanah dan bangunan, airsoftgun, uang tunai sekira Rp500 juta dan lima unit mobil mewah mulai dari Xpander, Robicon, Pajero, L300, ada CRV.

Belakangan, Irman kabur dalam pengembangan Polda Sumut, kemudian ditangkap kembali. Kejadian itu memicu reaksi negatif warga di Kabupaten Labuhanbatu di media sosial. (zas)

iklan-usi
iklanpemko
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/