alexametrics
30.6 C
Medan
Friday, August 19, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Coba Beroperasi

Warung Penyedia Wanita Penghibur Ditutup Satpol PP Tapteng

iklan-usi

TAPTENG, METRODAILY – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terus bekerja melaksanakan perintah Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani untuk memberantas segala kegiatan berbau maksiat di wilayah Tapteng.

Terlebih menjelang akhir jabatan Bupati Bakhtiar, sudah ada beberapa warung penyediaan wanita penghibur yang mulai mencoba-coba beroperasi kembali.

Mendapat informasi tersebut, Satpol PP pun langsung bergerak cepat (gercep) menutup warung dan mengamankan para pekerja wanitanya.

Menurut Kepala Satpol PP Tapteng, Wi Chandri Limbong, ST, MM, sejak Januari 2022, sudah ada 15 Wanita Rawan Sosial (WRS) yang diamankan dari beberapa warung/kedai yang mencoba-coba beroperasi kembali.

“Pak Bupati tetap berkomitmen memberantas tempat maksiat, narkoba dan judi di Tapteng. Dan sejak Januari 2022 sampai bulan ini sudah 15 WRS kita amankan,” terang Kasatpol kepada wartawan di Pandan, Rabu (23/2/2022).

Para WRS itu katanya diamankan dari beberapa warung yang berkedok lapo tuak namun menyediakan wanita.

2 dari 15 WRS itu, diamankan baru-baru ini dari sebuah cafe milik seorang wanita berinisial RHH di Kecamatan Kolang, yakni, F (34) dan RH (32).

Kemudian, dari sebuah Lapo (kedai) tuak milik GP di Desa Sitio-tio Hilir Kecamatan Pandan diamankan 1 orang berinisial SR (38).

Selanjutnya dari lapo tuak milik P di Jalan Baru Pandan diamankan 4 orang berinisial DN (34), YE (50), HRH (53), dan NT (45).

Baca Juga :  Kasus Kerangkeng Langkat Bakal Ada Tersangka

Beberapa hari kemudian, 4 orang lagi diamankan dari sebuah lapo tuak milik S di Jalan Baru Pandan, berinisial DS (30), RH (34), YP (48), dan RMH (36).

Kemudian dari lapo tuak Acong di Kecamatan Badiri diamankan 1 orang berinisial IDN (27). Dan yang terakhir 3 orang diamankan dari lapo tuak milik GT di Kelurahan Aek Horsik, Kecamatan Badiri, yaitu, RAH (38), SS (43), dan br. P (45).

Dari 15 WRS tersebut, tambah Kasatpol, 3 di antaranya telah diserahkan ke pihak Dinas Sosial Tapteng untuk pembinaan lebih lanjut.

Sedangkan 12 orang lainnya telah dikembalikan oleh Satpol PP ke pihak keluarganya usai menandatangani surat perjanjian tidak melakukan hal yang sama.

“Mereka baru pertama kali terjaring dan bersedia membuat surat perjanjian untuk tidak melakukannya lagi. Selain itu, mereka juga mau dibina keluarganya. Itu alasannya kita kembalikan,” kata Kasatpol.

Tidak lupa Wi Chandri mengimbau masyarakat, agar bekerja sama memberantas tempat maksiat, prostitusi, dan judi di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah.

Karena menurutnya, meski jabatan Bupati Bakhtiar berakhir, pihaknya akan terus memerangi maksiat dan judi di Kabupaten Tapanuli Tengah. (ts)

TAPTENG, METRODAILY – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terus bekerja melaksanakan perintah Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani untuk memberantas segala kegiatan berbau maksiat di wilayah Tapteng.

Terlebih menjelang akhir jabatan Bupati Bakhtiar, sudah ada beberapa warung penyediaan wanita penghibur yang mulai mencoba-coba beroperasi kembali.

Mendapat informasi tersebut, Satpol PP pun langsung bergerak cepat (gercep) menutup warung dan mengamankan para pekerja wanitanya.

Menurut Kepala Satpol PP Tapteng, Wi Chandri Limbong, ST, MM, sejak Januari 2022, sudah ada 15 Wanita Rawan Sosial (WRS) yang diamankan dari beberapa warung/kedai yang mencoba-coba beroperasi kembali.

“Pak Bupati tetap berkomitmen memberantas tempat maksiat, narkoba dan judi di Tapteng. Dan sejak Januari 2022 sampai bulan ini sudah 15 WRS kita amankan,” terang Kasatpol kepada wartawan di Pandan, Rabu (23/2/2022).

Para WRS itu katanya diamankan dari beberapa warung yang berkedok lapo tuak namun menyediakan wanita.

2 dari 15 WRS itu, diamankan baru-baru ini dari sebuah cafe milik seorang wanita berinisial RHH di Kecamatan Kolang, yakni, F (34) dan RH (32).

Kemudian, dari sebuah Lapo (kedai) tuak milik GP di Desa Sitio-tio Hilir Kecamatan Pandan diamankan 1 orang berinisial SR (38).

Selanjutnya dari lapo tuak milik P di Jalan Baru Pandan diamankan 4 orang berinisial DN (34), YE (50), HRH (53), dan NT (45).

Baca Juga :  Penjaga Gudang CPO Bawa 5 Paket Sabu

Beberapa hari kemudian, 4 orang lagi diamankan dari sebuah lapo tuak milik S di Jalan Baru Pandan, berinisial DS (30), RH (34), YP (48), dan RMH (36).

Kemudian dari lapo tuak Acong di Kecamatan Badiri diamankan 1 orang berinisial IDN (27). Dan yang terakhir 3 orang diamankan dari lapo tuak milik GT di Kelurahan Aek Horsik, Kecamatan Badiri, yaitu, RAH (38), SS (43), dan br. P (45).

Dari 15 WRS tersebut, tambah Kasatpol, 3 di antaranya telah diserahkan ke pihak Dinas Sosial Tapteng untuk pembinaan lebih lanjut.

Sedangkan 12 orang lainnya telah dikembalikan oleh Satpol PP ke pihak keluarganya usai menandatangani surat perjanjian tidak melakukan hal yang sama.

“Mereka baru pertama kali terjaring dan bersedia membuat surat perjanjian untuk tidak melakukannya lagi. Selain itu, mereka juga mau dibina keluarganya. Itu alasannya kita kembalikan,” kata Kasatpol.

Tidak lupa Wi Chandri mengimbau masyarakat, agar bekerja sama memberantas tempat maksiat, prostitusi, dan judi di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah.

Karena menurutnya, meski jabatan Bupati Bakhtiar berakhir, pihaknya akan terus memerangi maksiat dan judi di Kabupaten Tapanuli Tengah. (ts)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/