alexametrics
27 C
Medan
Tuesday, August 9, 2022

iklanpemko

57 Kg Sabu Asal Malaysia Dibawa 3 Orang Nelayan

TANJUNGBALAI, METRODAILY.id – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai Sumatera Utara (Sumut) kembali menggelar sidang lanjutan atas kasus 11 oknum polisi yang nekat menjual sabu sitaan hasil tangkapan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dan mengungkap barang bukti sabu didapat dari Malaysia.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rikardo Simanjuntak dari Kejari Tanjungbalai  menghadirkan dua orang saksi dari personel Polda Sumut yakni  Subit Shatz dan Togu Simamora, di Ruang Cakra PN Tanjungbalai, Selasa (23/11).

Saksi yang dihadirkan merupakan polisi yang menangkap dua terdakwa yang berprofesi sebagai nelayan yakni Supandi dan Hasanul Arifin. Kedua nelayan  inilah yang meninggalkan barang bukti sabu 57 kilogram di atas kapal yang sedang kandas di wilayah perairan Asahan yang selanjutnya ditemukan oleh polisi hingga sebagian barang buktinya tangkapan itu digelapkan.

“Atas perintah direktur, kami ditugaskan untuk menangkap mereka yang terlacak berada di Bandung. Kami tangkap di hotel, tanggal 6 Juni 2021 sekitar pukul 22.00 WIB,” kata saksi Togu Simamora.

Saksi juga menyebutkan kedua nelayan ini diperintahkan oleh seseorang bernama Udin (belum tertangkap) untuk menjemput sabu menggunakan kapal nelayan ke tengah laut di wilayah perbatasan perairan Indonesia Malaysia dan mendapatkan upah Rp200 juta.

“Perannya sebagai penjemput barang dari Malaysia. Pengakuan mereka bertiga pak, satu lagi belum tertangkap,” kata Subit memberikan keterangan kepada ketua  majelis hakim yang dipimpin Salomo Ginting.

Selain menangkap keduanya, saksi juga menyita uang senilai Rp30 juta diduga sebagai sisa upah yang diterima.

Baca Juga :  Samapta Tanjungbalai Patroli R4 dan Monitor BBM di SPBU

Hakim kemudian menanyakan  kepada terdakwa  bagaimana mula kapal tersebut ditinggalkan oleh mereka hingga akhirnya melarikan diri ke Bandung.

“Kami jumpa sama Udin di tengah laut. Memindahkan barang, si Udin ikut di kapal sampai kami dikejar, kami lari ke darat sembunyi di semak-semak,” kata terdakwa Supandi yang mengikuti jalannya persidangan secara virtual dari Lembaga Pemasyarakat (LP).

Setelah bersembunyi dan melarikan diri hingga ke darat, Supandi dan Hasanul Arifin berpisah dengan Udin hingga mereka melarikan diri ke daerah Bandung, Jawa Barat.

Sebelumnya, PN Tanjungbalai telah menggelar sidang dakwaan terhadap 11 oknum polisi yang menggelapkan sabu hasil tangkapan. Salah satu terdakwa adalah mantan Kanit Narkoba Polres Tanjungbalai bernama Wariono.

Wariono alias Wariyono didakwa melakukan penjualan sabu itu bersama Tuharno, Agung Sugiarto Putra, Hendra Tua Harahap, Rizky Ardiansyah, Kuntoro, dan Josua Samaoso Lahagu. Penuntutan mereka dilakukan secara terpisah.

“Berawal Rabu (19/5/2021), sekitar pukul 15.30 WIB, di perairan Tangkahan Sei Lunang, Kecamatan Sei Kepayang Timur, Asahan. Saat itu, Khoirudin, Syahril Napitupulu, dan Alzuma Delacopa selaku petugas Satpolairud Polres Tanjung Balai melakukan patroli dan menemukan kapal Kaluk membawa narkotika jenis sabu seberat 76 kg dalam kemasan 76 bungkus teh merek Guanyinwang dan Qing Shan yang dibawa oleh Hasanul Arifin dan Supandi dari perairan Malaysia,” demikian penjelasan jaksa seperti dilihat dari SIPP PN Tanjungbalai, Jumat (22/10) lalu. (Per)

TANJUNGBALAI, METRODAILY.id – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai Sumatera Utara (Sumut) kembali menggelar sidang lanjutan atas kasus 11 oknum polisi yang nekat menjual sabu sitaan hasil tangkapan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dan mengungkap barang bukti sabu didapat dari Malaysia.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rikardo Simanjuntak dari Kejari Tanjungbalai  menghadirkan dua orang saksi dari personel Polda Sumut yakni  Subit Shatz dan Togu Simamora, di Ruang Cakra PN Tanjungbalai, Selasa (23/11).

Saksi yang dihadirkan merupakan polisi yang menangkap dua terdakwa yang berprofesi sebagai nelayan yakni Supandi dan Hasanul Arifin. Kedua nelayan  inilah yang meninggalkan barang bukti sabu 57 kilogram di atas kapal yang sedang kandas di wilayah perairan Asahan yang selanjutnya ditemukan oleh polisi hingga sebagian barang buktinya tangkapan itu digelapkan.

“Atas perintah direktur, kami ditugaskan untuk menangkap mereka yang terlacak berada di Bandung. Kami tangkap di hotel, tanggal 6 Juni 2021 sekitar pukul 22.00 WIB,” kata saksi Togu Simamora.

Saksi juga menyebutkan kedua nelayan ini diperintahkan oleh seseorang bernama Udin (belum tertangkap) untuk menjemput sabu menggunakan kapal nelayan ke tengah laut di wilayah perbatasan perairan Indonesia Malaysia dan mendapatkan upah Rp200 juta.

“Perannya sebagai penjemput barang dari Malaysia. Pengakuan mereka bertiga pak, satu lagi belum tertangkap,” kata Subit memberikan keterangan kepada ketua  majelis hakim yang dipimpin Salomo Ginting.

Selain menangkap keduanya, saksi juga menyita uang senilai Rp30 juta diduga sebagai sisa upah yang diterima.

Baca Juga :  Protes Pemecatan, Penyuplai Material Diancam Pakai Cangkul

Hakim kemudian menanyakan  kepada terdakwa  bagaimana mula kapal tersebut ditinggalkan oleh mereka hingga akhirnya melarikan diri ke Bandung.

“Kami jumpa sama Udin di tengah laut. Memindahkan barang, si Udin ikut di kapal sampai kami dikejar, kami lari ke darat sembunyi di semak-semak,” kata terdakwa Supandi yang mengikuti jalannya persidangan secara virtual dari Lembaga Pemasyarakat (LP).

Setelah bersembunyi dan melarikan diri hingga ke darat, Supandi dan Hasanul Arifin berpisah dengan Udin hingga mereka melarikan diri ke daerah Bandung, Jawa Barat.

Sebelumnya, PN Tanjungbalai telah menggelar sidang dakwaan terhadap 11 oknum polisi yang menggelapkan sabu hasil tangkapan. Salah satu terdakwa adalah mantan Kanit Narkoba Polres Tanjungbalai bernama Wariono.

Wariono alias Wariyono didakwa melakukan penjualan sabu itu bersama Tuharno, Agung Sugiarto Putra, Hendra Tua Harahap, Rizky Ardiansyah, Kuntoro, dan Josua Samaoso Lahagu. Penuntutan mereka dilakukan secara terpisah.

“Berawal Rabu (19/5/2021), sekitar pukul 15.30 WIB, di perairan Tangkahan Sei Lunang, Kecamatan Sei Kepayang Timur, Asahan. Saat itu, Khoirudin, Syahril Napitupulu, dan Alzuma Delacopa selaku petugas Satpolairud Polres Tanjung Balai melakukan patroli dan menemukan kapal Kaluk membawa narkotika jenis sabu seberat 76 kg dalam kemasan 76 bungkus teh merek Guanyinwang dan Qing Shan yang dibawa oleh Hasanul Arifin dan Supandi dari perairan Malaysia,” demikian penjelasan jaksa seperti dilihat dari SIPP PN Tanjungbalai, Jumat (22/10) lalu. (Per)

iklan-usi
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/