alexametrics
27.5 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Tertipu, Cewek Tapsel Polisikan Owner Arisan Online

iklan-usi

TAPSEL, METRODAILY – Merasa ditipu, member arisan online atas nama Herlina Sapurti Simanjuntak (30), warga Desa Sibangkua, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan, mengadukan owner arisan online berinisial DFS, warga Kota Padangsidimpuan, ke Polres Tapsel, Sumatera Utara, Senin (21/3/2022).

Herlina kepada awak media, Selasa (22/3/2022) mengatakan, kejadian berawal saat dirinya melihat postingan DFS di media sosial sekitar Agustus 2021 lalu. DFS memiliki usaha menjual produk-produk kesehatan atau kecantikan di rumahnya di Siborang, Kelurahan Wek V, Padangsidimpuan Selatan. Selain menjual produk-produk itu, DFS juga memiliki usaha konter.

“Waktu itu saya datang ke rumah DFS untuk membeli produk perawatan kecantikan. Saya sempat ngobrol dengannya terkait arisan online yang ia posting di media sosial. DFS  sempat menawari saya menjadi member di arisan itu,” jelasnya.

Karena baru saja menjadi korban investasi bodong, Herlina saat itu sempat ragu ikut. Namun setelah beberapa bulan melihat-lihat postingan DFS, akhirnya ia tertarik mengikutinya. Pada awal Agustus 2021, dirinya memutuskan ikut jadi member di arisan online DFS.

“Dari arisan online yang ditawarkan di media sosial, saya memilih ikut di tiga kategori. Yakni arisan bed cover, uang tunai Rp10 juta, dan emas sebanyak 2,5 gram. Untuk arisan bed cover, membernya ada 7 orang termasuk saya. Pembayarannya setiap pecan,” ungkapnya.

Setelah membayar penuh arisan bed cover itu, ia pun menunggu produk yang dijanjikan DFS. Karena member-member lain sudah mendapat bed cover dari hasil arisan itu.

Namun tunggu punya tunggu, bed cover dimaksud tak juga diberi. Saat ditanya, DFS mengaku sedang kehabisan barang dan menyuruh Herlina untuk bersabar.

Hal serupa juga terjadi di arisan uang tunai Rp10 juta yang membernya ada 10 orang. Di arisan uang tunai yang pembayarannya sebulan sekali itu, Herlina baru membayar hingga nomor 5 atau jika diuangkan sekitar Rp5,5 juta. Tapi di nomor 5 itu, Herlina seharusnya mendapat uang Rp10 juta. Anehnya, DFS juga tak kunjung memberi uang Rp10 juta itu dengan berbagai alasan.

Baca Juga :  Nyak Angkot Jualan Sabu di Rumah

“Puncaknya di arisan emas 2,5 gram. Saya merasa curiga, jangan-jangan saya ditipu. Di arisan emas membernya ada 12 orang dan pembayarannya setiap 10 hari sekali. Saya baru membayar hingga nomor 4 atau jika diuangkan senilai Rp800 ribu. Karena curiga, saya menghubungi DFS, meminta agar uang saya semua dikembalikan,” kata Herlina.

DFS, menurut Herlina, saat itu menyetujui untuk mengembalikan seluruh uangnya di arisan online itu yang jika ditotal mencapai Rp7 juta lebih. Namun, DFS waktu itu meminta waktu untuk bersabar. Herlina mengaku, sempat melihat postingan salah satu akun di Facebook yang menyebut, jika DFS adalah penipu. Ia sempat menanyakan ke DFS.

“Tapi saat itu dia (DFS) bilang agar saya jangan terpengaruh dengan postingan itu,” imbuhnya.

Herlina sudah berupaya mendatangi tempat usaha milik DFS. Tapi pekerja di tempat usaha itu menyebut, jika DFS bukan lagi pemilik usahanya. Padahal di papan nama konter, masih tercantum nama DFS. Begitu juga dengan keluarga DFS di Sadabuan Padangsidimpuan. Herlina sempat mendatangi.

“Namun lagi-lagi pihak keluarga DFS sudah pasrah. Saya kira, mereka bukan orang pertama yang melaporkan hal demikian. Hingga kini, saya belum dapat bertemu dengan DFS,” terang Elin.

Merasa ditipu, Elin melaporkan hal tersebut ke Polres Tapsel dengan membawa bukti berupa tangkapan layar percakapan grup member arisan online, bukti transfer ke nomor rekening atas nama DFS, dan nomor rekening DFS sendiri, Elin berencana juga akan melapor ke Polres Padangsidimpuan, karena ada beberapa member yang juga berniat melaporkan DFS atas kasus yang sama.

”Rencana mau melapor ke Polres Padangsidimpuan juga, tapi masih berembuk dulu dengan member-member lain dan tentunya keluarga masing-masing,” tandas Elin.  (sab/pri)

TAPSEL, METRODAILY – Merasa ditipu, member arisan online atas nama Herlina Sapurti Simanjuntak (30), warga Desa Sibangkua, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan, mengadukan owner arisan online berinisial DFS, warga Kota Padangsidimpuan, ke Polres Tapsel, Sumatera Utara, Senin (21/3/2022).

Herlina kepada awak media, Selasa (22/3/2022) mengatakan, kejadian berawal saat dirinya melihat postingan DFS di media sosial sekitar Agustus 2021 lalu. DFS memiliki usaha menjual produk-produk kesehatan atau kecantikan di rumahnya di Siborang, Kelurahan Wek V, Padangsidimpuan Selatan. Selain menjual produk-produk itu, DFS juga memiliki usaha konter.

“Waktu itu saya datang ke rumah DFS untuk membeli produk perawatan kecantikan. Saya sempat ngobrol dengannya terkait arisan online yang ia posting di media sosial. DFS  sempat menawari saya menjadi member di arisan itu,” jelasnya.

Karena baru saja menjadi korban investasi bodong, Herlina saat itu sempat ragu ikut. Namun setelah beberapa bulan melihat-lihat postingan DFS, akhirnya ia tertarik mengikutinya. Pada awal Agustus 2021, dirinya memutuskan ikut jadi member di arisan online DFS.

“Dari arisan online yang ditawarkan di media sosial, saya memilih ikut di tiga kategori. Yakni arisan bed cover, uang tunai Rp10 juta, dan emas sebanyak 2,5 gram. Untuk arisan bed cover, membernya ada 7 orang termasuk saya. Pembayarannya setiap pecan,” ungkapnya.

Setelah membayar penuh arisan bed cover itu, ia pun menunggu produk yang dijanjikan DFS. Karena member-member lain sudah mendapat bed cover dari hasil arisan itu.

Namun tunggu punya tunggu, bed cover dimaksud tak juga diberi. Saat ditanya, DFS mengaku sedang kehabisan barang dan menyuruh Herlina untuk bersabar.

Hal serupa juga terjadi di arisan uang tunai Rp10 juta yang membernya ada 10 orang. Di arisan uang tunai yang pembayarannya sebulan sekali itu, Herlina baru membayar hingga nomor 5 atau jika diuangkan sekitar Rp5,5 juta. Tapi di nomor 5 itu, Herlina seharusnya mendapat uang Rp10 juta. Anehnya, DFS juga tak kunjung memberi uang Rp10 juta itu dengan berbagai alasan.

Baca Juga :  Nyak Angkot Jualan Sabu di Rumah

“Puncaknya di arisan emas 2,5 gram. Saya merasa curiga, jangan-jangan saya ditipu. Di arisan emas membernya ada 12 orang dan pembayarannya setiap 10 hari sekali. Saya baru membayar hingga nomor 4 atau jika diuangkan senilai Rp800 ribu. Karena curiga, saya menghubungi DFS, meminta agar uang saya semua dikembalikan,” kata Herlina.

DFS, menurut Herlina, saat itu menyetujui untuk mengembalikan seluruh uangnya di arisan online itu yang jika ditotal mencapai Rp7 juta lebih. Namun, DFS waktu itu meminta waktu untuk bersabar. Herlina mengaku, sempat melihat postingan salah satu akun di Facebook yang menyebut, jika DFS adalah penipu. Ia sempat menanyakan ke DFS.

“Tapi saat itu dia (DFS) bilang agar saya jangan terpengaruh dengan postingan itu,” imbuhnya.

Herlina sudah berupaya mendatangi tempat usaha milik DFS. Tapi pekerja di tempat usaha itu menyebut, jika DFS bukan lagi pemilik usahanya. Padahal di papan nama konter, masih tercantum nama DFS. Begitu juga dengan keluarga DFS di Sadabuan Padangsidimpuan. Herlina sempat mendatangi.

“Namun lagi-lagi pihak keluarga DFS sudah pasrah. Saya kira, mereka bukan orang pertama yang melaporkan hal demikian. Hingga kini, saya belum dapat bertemu dengan DFS,” terang Elin.

Merasa ditipu, Elin melaporkan hal tersebut ke Polres Tapsel dengan membawa bukti berupa tangkapan layar percakapan grup member arisan online, bukti transfer ke nomor rekening atas nama DFS, dan nomor rekening DFS sendiri, Elin berencana juga akan melapor ke Polres Padangsidimpuan, karena ada beberapa member yang juga berniat melaporkan DFS atas kasus yang sama.

”Rencana mau melapor ke Polres Padangsidimpuan juga, tapi masih berembuk dulu dengan member-member lain dan tentunya keluarga masing-masing,” tandas Elin.  (sab/pri)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

Nirina Zubir Kejar Aset Rp17 Miliar

Marshanda Bahagia Kembali Main Film

Jenita Janet Berteman dengan Sapi

/