alexametrics
27 C
Medan
Tuesday, August 9, 2022

iklanpemko

Bayar ke Agen Rp5 Juta

Lagi, TKI Ilegal Gagal Ke Malaysia

LABUHANBATU, METRODAILY – Sebanyak 54 orang calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal diamankan personil Unit Reserse Kriminal Polisi Sektor (Polsek) Kualuh Hilir Polres Labuhanbatu. Sebelumnya Pangkalan TNI AL Tanjungbalai Asahan berhasil menggagalkan 17 pekerja imigran gelap.

Informasi dihimpun, penyeludupan atau pengiriman 54 calon TKI ilegal tersebut diamankan polisi di Jalan Umum Simpang empat Jatuan Golok, Desa Simandulang, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Jumat (21/1/2022).

Kapolres Labuhanbatu AKBP Arlia Anhar Rangkuti SIK MH melalui Kapolsek Kualuh Hilir AKP Krisnat Indratno Napitupulu SH MH, Minggu (23/1/2022) kepada wartawan mengatakan, dalam 54 orang calon TKI itu terdiri dari 14 orang perempuan dan 40 orang laki laki.

“Mereka dijadwalkan akan bekerja di Negeri jiran Malaysia. Awalnya, Jumat (21/1/2022) sekira pukul 22:30 WIB, personil kita dari Reskrim Polsek Kualuh Hilir menerima informasi dari masyarakat bahwa ada sebuah dump truk Daihatsu Colt Diesel di Desa Simandulang sedang membawa TKI, yang akan di berangkatkan menuju Malaysia. Kemudian, kita memerintahkan Personil dan unit Intel menuju Desa tersebut,” jelas Kapolsek Kualuh Hilir.

Kapolsek mengatakan, sesampai di lokasi petugas menemukan sebuah mobil dump truk Daihatsu Colt Disel, dengan Nomor Polisi BK 8881 ND, yang di kemudikan pria yang berinisial A (30) warga Bagun Baru, Kabupaten Asahan.

“Selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan terhadap muatan truk. Dan benar saja, di dalam truk tersebut ditemukan TKI ilegal sebanyak 54 orang. Setelah kita tanyai supir terkait isi muatan mobil yang truk dirinya belum mengaku. Namun, setelah tim melakukan pemeriksaan benar ada 54 orang TKI Ilegal yang direncanakan mau bekerja di Negara Malaysia.

Krisnat menjelaskan, dari pengakuan supir tersebut, dirinya mengaku disuruh seorang pria berinisial F (30) warga Bangun Baru Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, untuk memuat orang yang berada di Simpang 4 Jatuan Golok Desa Simandulang, dengan upah Rp 1,5 juta.

“Supir truk tersebut juga menjelaskan kalau TKI ilegal itu berasal dari berbagai daerah seperti Jawa, Aceh, Medan, Tebing Tinggi, kisaran, Langkat dan akan dibawa ke Bagan Asahan Kabupaten Asahan untuk diserahkan kepada agen, sebelum diberangkatkan kemudian ke negri jiran malaysia, dan jelas ini melanggar aturan imigrasi yang berlaku di negara kesatuan indonesia.

Baca Juga :  Kayu Ilegal Tangkapan Propam Polres Labuhanbatu Dilimpahkan ke KPH V

Kapolsek menambahkan, sebelum di temukan personil Polsek Kualuh Hilir, 54 orang calon TKI ilegal ini telah diinapkan di sebuah rumah di perkampungan yang berada di wilayah Hukum Polres Asahan.

“Agen yang akan memberangkatkan mereka terdiri dari beberapa orang, salah satunya berinisial A (35) warga Tanjung Balai. Untuk biaya pemberangkatan mereka menuju Malaysia, para calon TKI ilegal itu telah menyerahkan sejumlah uang kepada masing-masing agen dengan nilai bervariasi ada yang Rp 5 juta, Rp 4 juta, dan Rp 3,5 juta,” tambahnya.

Sementara, kini 54 orang calon TKI ilegal tujuan Malaysia tersebut telah diserahkan ke Polres Labuhanbatu dengan pengawalan ketat dari personel Polsek Kualuh Hilir.

Untuk mempermudah pemeriksaan dari ke 54 orang tersebut, ditempatkan di tiga ruangan di Polres Labuhanbatu.

Dari penuturan calon TKI ilegal asal Makassar bernama Sappe (43) mengaku dengan empat orang temannya sudah dua pekan berada di Sumatera Utara tepatnya sejak tanggal 07 Januari 2022 yang sebelumnya sudah ditunggu di Kuala Namu dengan seseorang berinisial Y dan juga sudah menyerahkan uang kepada seseorang berinisial A warga Tanjung Balai Asahan.

Sappe juga menjelaskan, sebelum mereka akan diberangkatkan ke Malaysia mereka diinapkan dirumah warga berinisial Y selama empat hari.

“Dan hari berikutnya, kami ditempatkan disebuah gudang yang kami tidak tau siapa pemiliknya, akan tetapi letak gudang ini di Tanjung Balai Asahan,” ujar Sappe dimintai keterangannya saat menunggu giliran diperiksa Sat Reskrim Polres Labuhanbatu.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Rusdi Marzuki SIK MH mengatakan kepada para wartawan untuk bersabar karena TKI ilegal ini masih dalam pemeriksaan,” sebut Rusdi Marzuki. (Bud/MD)

LABUHANBATU, METRODAILY – Sebanyak 54 orang calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal diamankan personil Unit Reserse Kriminal Polisi Sektor (Polsek) Kualuh Hilir Polres Labuhanbatu. Sebelumnya Pangkalan TNI AL Tanjungbalai Asahan berhasil menggagalkan 17 pekerja imigran gelap.

Informasi dihimpun, penyeludupan atau pengiriman 54 calon TKI ilegal tersebut diamankan polisi di Jalan Umum Simpang empat Jatuan Golok, Desa Simandulang, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Jumat (21/1/2022).

Kapolres Labuhanbatu AKBP Arlia Anhar Rangkuti SIK MH melalui Kapolsek Kualuh Hilir AKP Krisnat Indratno Napitupulu SH MH, Minggu (23/1/2022) kepada wartawan mengatakan, dalam 54 orang calon TKI itu terdiri dari 14 orang perempuan dan 40 orang laki laki.

“Mereka dijadwalkan akan bekerja di Negeri jiran Malaysia. Awalnya, Jumat (21/1/2022) sekira pukul 22:30 WIB, personil kita dari Reskrim Polsek Kualuh Hilir menerima informasi dari masyarakat bahwa ada sebuah dump truk Daihatsu Colt Diesel di Desa Simandulang sedang membawa TKI, yang akan di berangkatkan menuju Malaysia. Kemudian, kita memerintahkan Personil dan unit Intel menuju Desa tersebut,” jelas Kapolsek Kualuh Hilir.

Kapolsek mengatakan, sesampai di lokasi petugas menemukan sebuah mobil dump truk Daihatsu Colt Disel, dengan Nomor Polisi BK 8881 ND, yang di kemudikan pria yang berinisial A (30) warga Bagun Baru, Kabupaten Asahan.

“Selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan terhadap muatan truk. Dan benar saja, di dalam truk tersebut ditemukan TKI ilegal sebanyak 54 orang. Setelah kita tanyai supir terkait isi muatan mobil yang truk dirinya belum mengaku. Namun, setelah tim melakukan pemeriksaan benar ada 54 orang TKI Ilegal yang direncanakan mau bekerja di Negara Malaysia.

Krisnat menjelaskan, dari pengakuan supir tersebut, dirinya mengaku disuruh seorang pria berinisial F (30) warga Bangun Baru Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, untuk memuat orang yang berada di Simpang 4 Jatuan Golok Desa Simandulang, dengan upah Rp 1,5 juta.

“Supir truk tersebut juga menjelaskan kalau TKI ilegal itu berasal dari berbagai daerah seperti Jawa, Aceh, Medan, Tebing Tinggi, kisaran, Langkat dan akan dibawa ke Bagan Asahan Kabupaten Asahan untuk diserahkan kepada agen, sebelum diberangkatkan kemudian ke negri jiran malaysia, dan jelas ini melanggar aturan imigrasi yang berlaku di negara kesatuan indonesia.

Baca Juga :  Lebih 3 Orang Tewas di Kerangkeng Bupati Langkat

Kapolsek menambahkan, sebelum di temukan personil Polsek Kualuh Hilir, 54 orang calon TKI ilegal ini telah diinapkan di sebuah rumah di perkampungan yang berada di wilayah Hukum Polres Asahan.

“Agen yang akan memberangkatkan mereka terdiri dari beberapa orang, salah satunya berinisial A (35) warga Tanjung Balai. Untuk biaya pemberangkatan mereka menuju Malaysia, para calon TKI ilegal itu telah menyerahkan sejumlah uang kepada masing-masing agen dengan nilai bervariasi ada yang Rp 5 juta, Rp 4 juta, dan Rp 3,5 juta,” tambahnya.

Sementara, kini 54 orang calon TKI ilegal tujuan Malaysia tersebut telah diserahkan ke Polres Labuhanbatu dengan pengawalan ketat dari personel Polsek Kualuh Hilir.

Untuk mempermudah pemeriksaan dari ke 54 orang tersebut, ditempatkan di tiga ruangan di Polres Labuhanbatu.

Dari penuturan calon TKI ilegal asal Makassar bernama Sappe (43) mengaku dengan empat orang temannya sudah dua pekan berada di Sumatera Utara tepatnya sejak tanggal 07 Januari 2022 yang sebelumnya sudah ditunggu di Kuala Namu dengan seseorang berinisial Y dan juga sudah menyerahkan uang kepada seseorang berinisial A warga Tanjung Balai Asahan.

Sappe juga menjelaskan, sebelum mereka akan diberangkatkan ke Malaysia mereka diinapkan dirumah warga berinisial Y selama empat hari.

“Dan hari berikutnya, kami ditempatkan disebuah gudang yang kami tidak tau siapa pemiliknya, akan tetapi letak gudang ini di Tanjung Balai Asahan,” ujar Sappe dimintai keterangannya saat menunggu giliran diperiksa Sat Reskrim Polres Labuhanbatu.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Rusdi Marzuki SIK MH mengatakan kepada para wartawan untuk bersabar karena TKI ilegal ini masih dalam pemeriksaan,” sebut Rusdi Marzuki. (Bud/MD)

iklan-usi
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/