alexametrics
31.7 C
Medan
Thursday, August 11, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Disuruh Panen Sawit, Tewas Dianiaya Anak Pemilik Kebun

TOBA, METRODAILY – Disuruh pemilik kebun untuk memanen kelapa sawit, Ferdinand Saragih (37) malah tewas dianiaya anak pemilik kebun. Kasus ini terjadi di perladangan Siholiholi, Desa Cinta Dame, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba, Sabtu (19/2/2022) sekira pukul 14.00 WIB.

Ferdinand tewas dipukuli AS (45), teman sekampungnya sendiri di Desa Cinta Dame menggunakan kayu bulat

Kapolres Toba, AKBP Akala Fikta Jaya Sik MH, melalui Kasi Humas Iptu Bungaran Samosir, mengatakan saat itu Kapolsek Habinsaran, AKP Esron Napitupulu bersama personil mendapatkan laporan dari salah seorang masyarakat setempat. Petugas pun turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Selanjutnya korban yang sudah terkapar bersimbah darah dievakuasi ke RSUD Porsea untuk mendapat pertolongan medis. Namun karena lukanya begitu parah, nyawa korban tidak tertolong lagi,” terang Kasi Humas, Minggu (20/2/2022).

Baca Juga :  Operasi Antik di Paluta, 2 Pemilik Sabu Diamankan

Keterangan diperoleh polisi, kejadian ini dipicu oleh perasaan sakit hati pelaku AS yang tidak senang dengan korban yang disuruh oleh orang tua AS untuk memanen kelapa sawit.

Saat ini AS telah diamankan di Mapolsek Parsoburan, untuk penyidikan lebih lanjut.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 351 ayat 3 dari KUHPidana tentang pidana penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang lain. Ancaman hukumannya 5 tahun penjara,” jelasnya. (os)

TOBA, METRODAILY – Disuruh pemilik kebun untuk memanen kelapa sawit, Ferdinand Saragih (37) malah tewas dianiaya anak pemilik kebun. Kasus ini terjadi di perladangan Siholiholi, Desa Cinta Dame, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba, Sabtu (19/2/2022) sekira pukul 14.00 WIB.

Ferdinand tewas dipukuli AS (45), teman sekampungnya sendiri di Desa Cinta Dame menggunakan kayu bulat

Kapolres Toba, AKBP Akala Fikta Jaya Sik MH, melalui Kasi Humas Iptu Bungaran Samosir, mengatakan saat itu Kapolsek Habinsaran, AKP Esron Napitupulu bersama personil mendapatkan laporan dari salah seorang masyarakat setempat. Petugas pun turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Selanjutnya korban yang sudah terkapar bersimbah darah dievakuasi ke RSUD Porsea untuk mendapat pertolongan medis. Namun karena lukanya begitu parah, nyawa korban tidak tertolong lagi,” terang Kasi Humas, Minggu (20/2/2022).

Baca Juga :  Tak Direstui Poligami, Suami Gantung Diri di Tapsel

Keterangan diperoleh polisi, kejadian ini dipicu oleh perasaan sakit hati pelaku AS yang tidak senang dengan korban yang disuruh oleh orang tua AS untuk memanen kelapa sawit.

Saat ini AS telah diamankan di Mapolsek Parsoburan, untuk penyidikan lebih lanjut.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 351 ayat 3 dari KUHPidana tentang pidana penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang lain. Ancaman hukumannya 5 tahun penjara,” jelasnya. (os)

iklan-usi
iklanpemko
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/