alexametrics
26 C
Medan
Saturday, August 20, 2022

iklanpemko
iklanpemko

ODGJ, Pelaku ‘Bom Tas’ Tetap Diadili

iklan-usi

SIANTAR, METRODAILY.id – Pelaku teror ‘bom tas’ di Kota Pematangsiantar beberapa waktu lalu, Reno Riandy (45) dipastikan sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Meski begitu, penanganan kasus ‘teror bom’ oleh aparat penegak hukum tetap berlanjut. Reno pun tetap akan diadili sebagai terdakwa.

Kepastian Reno sebagai ODGJ dikatakan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Pematangsiantar Pariaman Silaen, di ruang kerjanya, Kamis (14/10) sekira pukul 10.00 WIB.

“Iya benar si Reno telah diserahkan ke kita, Jumat 8 Oktober 2021 lalu. Dan saat ini telah kita titipkan ke tempat rehabilitasi,” kata Pariaman.

Dijelaskan Pariaman, Reno sebelumnya diamankan Satuan Reskrim Polres Pematangsiantar pasca terjadinya teror ‘bom tas’ di simpang Jalan MH Sitorus dengan Jalan Gunung Simanuk-manuk, Kecamatan Siantar Barat.

Reno sempat dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Medan. Dari hasil pemeriksaan dokter, Reno dinyatakan sebagai ODGJ.

“Jadi sebelum diserahkan ke kita, polisi (Satuan Reskrim,) terlebih dahulu melakukan tes kejiwaan terhadap pelaku. Hasilnya, pelaku memiliki gangguan kejiwaan,” beber Pariaman.

Namun, lanjutnya, meskipun positif ODGJ, proses hukum tetap berlanjut. “Nanti kalau jadwal sidng, dia kita bawa ke pengadilan. Usai sidang, kita bawa lagi ke tempat rehabiltasi,” ujar Pariaman sembari menambahkan saat ini Reno dititipkan di tempat Rehabilitasi Perindo Kota Pematangsiantar.

Baca Juga :  Wartawan di Kisaran Laporkan Akun Penyebar Hoax  ke Polres Asahan

Diketahui, Senin (30/8) lalu Reno membuat heboh Kota Pematangsiantar. Ia meletakkan sebuah tas ransel bertuliskan “Awas Ada Bom” di tiang besi yang berada di simpang Jalan MH Sitorus dengan Jalan Gunung Simanuk-manuk Kelurahan Teladan Kecamatan Siantar Barat.

Setelah dibuka oleh petugas, ternyata tas tersebut hanya berisi sebongkah batu besar seperti bekas bongkaran keramik. Keesokan harinya, atau Selasa (31/8) sekira pukul 10.00 WIb, polisi mengamankan seorang pria atas nama Reno Riandy dari kawasan Lapangan H Adam Malik Pematangsiantar. Reno merupakan pelaku yang meletakkan tas tersebut.

“Pelaku sudah kita amankan dari Lapangan Adam Malik. Motifnya hanya iseng (main-main),” terang Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Edi Sukamto saat itu.

Kejari Sudah Terima SPDP

Sementara itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pematangsiantar telah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP) kasus ‘bom tas’ dengan tersangka Reno Riandy, warga Jalan Nusa Indah, Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat.

“Kita terima SPDP, Selasa (7/9) siang,” ujar Kasi Intel Kejari Pematangsiantar Rendra Yoki, September lalu.

Rendra mengatakan telah menunjuk dua jaksa penuntut umum (JPU) guna menangani perkara tersebut. Masing-masing Ramah Sinaga SH dan Ester Harianja SH. Dalam SPDP itu, kata Rendra, Reno dikenakan Pasal 336 ayat 2 KUHPidana. (mat)

SIANTAR, METRODAILY.id – Pelaku teror ‘bom tas’ di Kota Pematangsiantar beberapa waktu lalu, Reno Riandy (45) dipastikan sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Meski begitu, penanganan kasus ‘teror bom’ oleh aparat penegak hukum tetap berlanjut. Reno pun tetap akan diadili sebagai terdakwa.

Kepastian Reno sebagai ODGJ dikatakan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Pematangsiantar Pariaman Silaen, di ruang kerjanya, Kamis (14/10) sekira pukul 10.00 WIB.

“Iya benar si Reno telah diserahkan ke kita, Jumat 8 Oktober 2021 lalu. Dan saat ini telah kita titipkan ke tempat rehabilitasi,” kata Pariaman.

Dijelaskan Pariaman, Reno sebelumnya diamankan Satuan Reskrim Polres Pematangsiantar pasca terjadinya teror ‘bom tas’ di simpang Jalan MH Sitorus dengan Jalan Gunung Simanuk-manuk, Kecamatan Siantar Barat.

Reno sempat dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Medan. Dari hasil pemeriksaan dokter, Reno dinyatakan sebagai ODGJ.

“Jadi sebelum diserahkan ke kita, polisi (Satuan Reskrim,) terlebih dahulu melakukan tes kejiwaan terhadap pelaku. Hasilnya, pelaku memiliki gangguan kejiwaan,” beber Pariaman.

Namun, lanjutnya, meskipun positif ODGJ, proses hukum tetap berlanjut. “Nanti kalau jadwal sidng, dia kita bawa ke pengadilan. Usai sidang, kita bawa lagi ke tempat rehabiltasi,” ujar Pariaman sembari menambahkan saat ini Reno dititipkan di tempat Rehabilitasi Perindo Kota Pematangsiantar.

Baca Juga :  Polres Humbahas Musnahkan 110 Knalpot Brong

Diketahui, Senin (30/8) lalu Reno membuat heboh Kota Pematangsiantar. Ia meletakkan sebuah tas ransel bertuliskan “Awas Ada Bom” di tiang besi yang berada di simpang Jalan MH Sitorus dengan Jalan Gunung Simanuk-manuk Kelurahan Teladan Kecamatan Siantar Barat.

Setelah dibuka oleh petugas, ternyata tas tersebut hanya berisi sebongkah batu besar seperti bekas bongkaran keramik. Keesokan harinya, atau Selasa (31/8) sekira pukul 10.00 WIb, polisi mengamankan seorang pria atas nama Reno Riandy dari kawasan Lapangan H Adam Malik Pematangsiantar. Reno merupakan pelaku yang meletakkan tas tersebut.

“Pelaku sudah kita amankan dari Lapangan Adam Malik. Motifnya hanya iseng (main-main),” terang Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Edi Sukamto saat itu.

Kejari Sudah Terima SPDP

Sementara itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pematangsiantar telah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP) kasus ‘bom tas’ dengan tersangka Reno Riandy, warga Jalan Nusa Indah, Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat.

“Kita terima SPDP, Selasa (7/9) siang,” ujar Kasi Intel Kejari Pematangsiantar Rendra Yoki, September lalu.

Rendra mengatakan telah menunjuk dua jaksa penuntut umum (JPU) guna menangani perkara tersebut. Masing-masing Ramah Sinaga SH dan Ester Harianja SH. Dalam SPDP itu, kata Rendra, Reno dikenakan Pasal 336 ayat 2 KUHPidana. (mat)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/