alexametrics
28.9 C
Medan
Thursday, October 6, 2022

Satu Truk Sawit Milik PT CPA Badiri Diduga Dicuri Malam-malam

SIBOLGA, METRODAILY – Beredar informasi terkait dugaan pencurian buah sawit dari PT. CPA, sebuah perusahaan perkebunan sawit di Kecamatan Badiri Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu (13/8/2022) malam.

Menurut informasinya, sawit curian tersebut diangkut dengan menggunakan truk dan sudah sempat dibawa keluar areal perkebunan.

Sebelumnya, pihak perusahaan tidak mengetahui buah sawitnya diangkut seseora ng keluar dari areal perkebunan. Namun belakangan, pihak perusahaanpun mengetahuinya dan langsung menghadang laju truk tersebut.

Kejadian tersebut sempat dilaporkan ke pihak kepolisian. Namun entah kenapa, truk yang mengangkut sekitar 3 ton buah sawit segar tersebut tidak jadi dibawa ke kantor polisi, melainkan dibawa masuk kembali ke areal perkebunan.

Hingga kini, kabar proses hukum pencurian sawit tersebut belum diketahui warga. Ada yang menduga kejadian memalukan tersebut telah diselesaikan dengan perdamaian. Namun tidak diketahui apakah perdamaian tersebut diketahui oleh petinggi perusahaan.

Warga mengaku kecewa bila perdamaian itu benar terjadi. Karena selama ini menurut warga, pihak PT. CPA selalu keras terhadap warga sekitar yang mencuri buah sawit. Bahkan, tidak jarang, hanya karena 1 keranjang sawit saja, warga sekitar yang dituduh mencuri akan berurusan dengan pihak yang berwajib.

Untuk memastikan adanya kejadian tersebut, wartawan mencoba mengkonfirmasi KTU PT. CPA bermarga Simanjuntak melalui pesan singkat WhatsApp. Meski terlihat aktif, namun Simanjuntak tidak membalas pesan tersebut. Saat dicoba dihubungi, HP yang bersangkutan sudah tidak aktif.

Baca Juga :  Dititipi Kunci Rumah, malah Mencuri

Hal yang sama juga terjadi saat wartawan mencoba menghubungi Manager PT. CPA bermarga Harahap, nomor yang dihubungi tidak aktif.

Wartawan mencoba terus menelusuri tentang kebenaran kejadian tersebut, hingga ke seorang pria bermarga Sitohang yang diduga sebagai pemilik truk.

Saat dikonfirmasi via selularnya, pria dari seberang panggilan langsung bernada tinggi mengaku dari sebuah lembaga KPK. Namun pria tersebut tidak menyebut secara detail lembaga KPK yang dimaksud, apakah Komisi Pemberantasan Korupsi atau ada lembaga lain dengan singkatan yang sama.

“Saya dari KPK, saya juga punya lembaga,” ketusnya.

Sekilas pria tersebut mencoba mengajari wartawan cara mencari berita.

Dari keterangannya, dia seakan menggambarkan bahwa kejadian pencurian sawit dari PT. CPA tersebut bukan merupakan sebuah pemberitaan yang layak disajikan ke masyarakat.

“Gak ada pemerintah dirugikan di sini. Coba siapa yang dirugikan. Kenapa jadi masyarakat yang keberatan,” tukasnya sembari mengatakan bahwa truknya tidak pernah mengangkut sawit curian.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan yang diperoleh dari pihak Kepolisian tentang kejadian pencurian sawit tersebut. (ts) 

SIBOLGA, METRODAILY – Beredar informasi terkait dugaan pencurian buah sawit dari PT. CPA, sebuah perusahaan perkebunan sawit di Kecamatan Badiri Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu (13/8/2022) malam.

Menurut informasinya, sawit curian tersebut diangkut dengan menggunakan truk dan sudah sempat dibawa keluar areal perkebunan.

Sebelumnya, pihak perusahaan tidak mengetahui buah sawitnya diangkut seseora ng keluar dari areal perkebunan. Namun belakangan, pihak perusahaanpun mengetahuinya dan langsung menghadang laju truk tersebut.

Kejadian tersebut sempat dilaporkan ke pihak kepolisian. Namun entah kenapa, truk yang mengangkut sekitar 3 ton buah sawit segar tersebut tidak jadi dibawa ke kantor polisi, melainkan dibawa masuk kembali ke areal perkebunan.

Hingga kini, kabar proses hukum pencurian sawit tersebut belum diketahui warga. Ada yang menduga kejadian memalukan tersebut telah diselesaikan dengan perdamaian. Namun tidak diketahui apakah perdamaian tersebut diketahui oleh petinggi perusahaan.

Warga mengaku kecewa bila perdamaian itu benar terjadi. Karena selama ini menurut warga, pihak PT. CPA selalu keras terhadap warga sekitar yang mencuri buah sawit. Bahkan, tidak jarang, hanya karena 1 keranjang sawit saja, warga sekitar yang dituduh mencuri akan berurusan dengan pihak yang berwajib.

Untuk memastikan adanya kejadian tersebut, wartawan mencoba mengkonfirmasi KTU PT. CPA bermarga Simanjuntak melalui pesan singkat WhatsApp. Meski terlihat aktif, namun Simanjuntak tidak membalas pesan tersebut. Saat dicoba dihubungi, HP yang bersangkutan sudah tidak aktif.

Baca Juga :  Lebih 3 Orang Tewas di Kerangkeng Bupati Langkat

Hal yang sama juga terjadi saat wartawan mencoba menghubungi Manager PT. CPA bermarga Harahap, nomor yang dihubungi tidak aktif.

Wartawan mencoba terus menelusuri tentang kebenaran kejadian tersebut, hingga ke seorang pria bermarga Sitohang yang diduga sebagai pemilik truk.

Saat dikonfirmasi via selularnya, pria dari seberang panggilan langsung bernada tinggi mengaku dari sebuah lembaga KPK. Namun pria tersebut tidak menyebut secara detail lembaga KPK yang dimaksud, apakah Komisi Pemberantasan Korupsi atau ada lembaga lain dengan singkatan yang sama.

“Saya dari KPK, saya juga punya lembaga,” ketusnya.

Sekilas pria tersebut mencoba mengajari wartawan cara mencari berita.

Dari keterangannya, dia seakan menggambarkan bahwa kejadian pencurian sawit dari PT. CPA tersebut bukan merupakan sebuah pemberitaan yang layak disajikan ke masyarakat.

“Gak ada pemerintah dirugikan di sini. Coba siapa yang dirugikan. Kenapa jadi masyarakat yang keberatan,” tukasnya sembari mengatakan bahwa truknya tidak pernah mengangkut sawit curian.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan yang diperoleh dari pihak Kepolisian tentang kejadian pencurian sawit tersebut. (ts) 

iklan simalungun
iklan simalungun

Most Read

Artikel Terbaru

/