alexametrics
27.5 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Ibu-ibu Cantik Member Arisan Online Geruduk Rumah Admin

iklan-usi

ASAHAN, METRODAILY – Sejumlah ibu-ibu muda, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut) mengaku menjadi korban penipuan arisan online.

Mereka tergabung dalam group anggota arisan online ini nekat beramai- ramai datang ke rumah seorang warga bernama NF alias Eci di kediamannya di perumahan Puri Permai Kisaran, Jumat (14/1).

“Keluar kau Eci. Temui kami di sini,” teriak salah seorang wanita di antara mereka ke sebuah rumah terhalang pintu pagar besi putih bercorak emas, mengundang perhatian tetangga sekitar warga komplek perumahan.

Luapan kekesalan para ibu muda ini mendatangi rumah tersebut, dikarenakan orang yang mereka cari telah menghilang sejak sebulan terakhir dan tidak bisa dihubungi. Namun beberapa menit menunggu dari luar, tak seorang pun keluar dari dalam rumah untuk menemui mereka.

“Tujuan kami ke sini mau menjumpai si Eci. Karena dia udah lama menghilang, nomornya juga udah enggak aktif, enggak bisa dihubungi. Arisan yang dia pegang disetop tanpa kasi kejelasan apapun kepada kami,” kata Fitri salah seorang wanita yang mengaku menjadi korban.

Baca Juga :  Waduh, Nenek Dijambret hingga Terseret di Medan

Eci yang diketahui sebagai owner arisan online ini dituding telah melakukan penipuan dan penggelapan uang arisan anggotanya yang ditaksir mencapai puluhan orang. Akibatnya, masing-masing anggota mengalami kerugian Rp 5-30 juta.

“Sudah banyak yang seharusnya anggota arisan ini yang narik tapi tak dibayar dia. Ada yang sampai 30 juta lebih kerugiannya,” kata Fitri.

Ibu – ibu muda ini, sebelumnya ditawari arisan dengan sistim get menurun. Sistimnya, setiap anggota menyetorkan jumlah uang yang berbeda beda kepada owner arisan. Semakin tinggi nilai yang dibayarkan, maka semakin cepat anggota tersebut menarik uang arisan.

“Dia menawarkan itu dari sosial media dia, sebagian besar kami kenal sama dia ini makanya  percaya karena dia sudah menjalankan ini sampai 2 tahun,” ujarnya.

Kesal karena tak menemui orang yang mereka cari, para wanita ini berencana akan melaporkan kasus dugaan penipuan  tersebut ke Polres Asahan.

“Rencana ini mau kami laporkna ke Polisi, ramai-ramai,” kata dia.
(Per)

ASAHAN, METRODAILY – Sejumlah ibu-ibu muda, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut) mengaku menjadi korban penipuan arisan online.

Mereka tergabung dalam group anggota arisan online ini nekat beramai- ramai datang ke rumah seorang warga bernama NF alias Eci di kediamannya di perumahan Puri Permai Kisaran, Jumat (14/1).

“Keluar kau Eci. Temui kami di sini,” teriak salah seorang wanita di antara mereka ke sebuah rumah terhalang pintu pagar besi putih bercorak emas, mengundang perhatian tetangga sekitar warga komplek perumahan.

Luapan kekesalan para ibu muda ini mendatangi rumah tersebut, dikarenakan orang yang mereka cari telah menghilang sejak sebulan terakhir dan tidak bisa dihubungi. Namun beberapa menit menunggu dari luar, tak seorang pun keluar dari dalam rumah untuk menemui mereka.

“Tujuan kami ke sini mau menjumpai si Eci. Karena dia udah lama menghilang, nomornya juga udah enggak aktif, enggak bisa dihubungi. Arisan yang dia pegang disetop tanpa kasi kejelasan apapun kepada kami,” kata Fitri salah seorang wanita yang mengaku menjadi korban.

Baca Juga :  PTUN Medan Kabulkan Gugatan Lilis Suryani Daulay

Eci yang diketahui sebagai owner arisan online ini dituding telah melakukan penipuan dan penggelapan uang arisan anggotanya yang ditaksir mencapai puluhan orang. Akibatnya, masing-masing anggota mengalami kerugian Rp 5-30 juta.

“Sudah banyak yang seharusnya anggota arisan ini yang narik tapi tak dibayar dia. Ada yang sampai 30 juta lebih kerugiannya,” kata Fitri.

Ibu – ibu muda ini, sebelumnya ditawari arisan dengan sistim get menurun. Sistimnya, setiap anggota menyetorkan jumlah uang yang berbeda beda kepada owner arisan. Semakin tinggi nilai yang dibayarkan, maka semakin cepat anggota tersebut menarik uang arisan.

“Dia menawarkan itu dari sosial media dia, sebagian besar kami kenal sama dia ini makanya  percaya karena dia sudah menjalankan ini sampai 2 tahun,” ujarnya.

Kesal karena tak menemui orang yang mereka cari, para wanita ini berencana akan melaporkan kasus dugaan penipuan  tersebut ke Polres Asahan.

“Rencana ini mau kami laporkna ke Polisi, ramai-ramai,” kata dia.
(Per)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/