alexametrics
27 C
Medan
Tuesday, August 9, 2022

iklanpemko

Dituduh Tukang Santet, Rumah Norhaida Dilempari

Tulisan yang disertakan saat melempar rumah korban.

TAPTENG, METRODAILY.id– Rumah Norhaida Situmeang (61), warga Desa Pahiema I, Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut, dilempari OTK (orang tak dikenal). Akibatnya, jendela kaca rumah Norhaida pecah.

Satu dari dua buah batu yang dipergunakan untuk melempar rumah wanita tua itu berbalut kertas, berisikan sebuah tulisan yang meminta pemilik rumah pergi dari kampung, karena memiliki ilmu parula-ula (tukang santet).

Aksi teror yang dilakukan OTK tersebut memaksa keluarga korban menginap di kantor Polsek Sorkam untuk berlindung. Mereka takut, hal-hal yang tidak diingini terjadi

“Sudah empat hari kami nginap di kantor Polsek Sorkam,” kata anak korban, Minarwati Manalu, Sabtu (5/6).

Diungkapkannya, teror pelemparan terjadi, Selasa (1/6), sekira pukul 03.30 WIB. Pihak keluarga tidak mengetahui siapa pelaku pelemparan batu karena saat itu semua orang di dalam rumah dalam kondisi terlelap tidur. Namun pelaku sempat terlihat lari ke arah seberang jalan.

Baca Juga :  Tersinggung, Jasma Sinaga Tikam Jondriman Simarmata hingga Tewas

“Pelaku lari keseberang jalan. Ada dua orang tapi mukanya tidak nampak jelas,” ujar Minar.

Adanya tuduhan tukang santet yang ditujukan kepada orangtuanya, dibantah Minarwati. Ia menegaskan jika tuduhan tersebut tidak berdasar. Orangtuanya telah membuat laporan pengaduan dengan nomor STPL/14/VI/2021/Sek-Sorkam/Res Tapteng/Poldasu, tertanggal 1 Juni 2021

“Setelah kejadian itu, ibu saya takut dan meminta perlindungan kepada polisi,” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Sorkam, AKP Ismail Lubis, membenarkan peristiwa pelemparan yang terjadi. Ia menyebutkan jika korban telah membuat laporan pengaduan, dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.
“Beberapa saksi telah kita mintai keterangan,” sebut Ismail. (ztm/int) 

Tulisan yang disertakan saat melempar rumah korban.

TAPTENG, METRODAILY.id– Rumah Norhaida Situmeang (61), warga Desa Pahiema I, Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut, dilempari OTK (orang tak dikenal). Akibatnya, jendela kaca rumah Norhaida pecah.

Satu dari dua buah batu yang dipergunakan untuk melempar rumah wanita tua itu berbalut kertas, berisikan sebuah tulisan yang meminta pemilik rumah pergi dari kampung, karena memiliki ilmu parula-ula (tukang santet).

Aksi teror yang dilakukan OTK tersebut memaksa keluarga korban menginap di kantor Polsek Sorkam untuk berlindung. Mereka takut, hal-hal yang tidak diingini terjadi

“Sudah empat hari kami nginap di kantor Polsek Sorkam,” kata anak korban, Minarwati Manalu, Sabtu (5/6).

Diungkapkannya, teror pelemparan terjadi, Selasa (1/6), sekira pukul 03.30 WIB. Pihak keluarga tidak mengetahui siapa pelaku pelemparan batu karena saat itu semua orang di dalam rumah dalam kondisi terlelap tidur. Namun pelaku sempat terlihat lari ke arah seberang jalan.

Baca Juga :  BNN Tangkap 2 Pengedar Sabu Wilayah Tanah Jawa

“Pelaku lari keseberang jalan. Ada dua orang tapi mukanya tidak nampak jelas,” ujar Minar.

Adanya tuduhan tukang santet yang ditujukan kepada orangtuanya, dibantah Minarwati. Ia menegaskan jika tuduhan tersebut tidak berdasar. Orangtuanya telah membuat laporan pengaduan dengan nomor STPL/14/VI/2021/Sek-Sorkam/Res Tapteng/Poldasu, tertanggal 1 Juni 2021

“Setelah kejadian itu, ibu saya takut dan meminta perlindungan kepada polisi,” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Sorkam, AKP Ismail Lubis, membenarkan peristiwa pelemparan yang terjadi. Ia menyebutkan jika korban telah membuat laporan pengaduan, dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.
“Beberapa saksi telah kita mintai keterangan,” sebut Ismail. (ztm/int) 

iklan-usi
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/