alexametrics
27.5 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Beri Keterangan Palsu, Saksi Disomasi

iklan-usi

SIANTAR, METRODAILY.id – Tri Darma Sipayung, saksi dalam perkara Nomor.84/pdt.G/2020/PN.pms di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, terkait gugatan atas hibah tanah milik GKPS ke Pemko Pematangsiantar, disomasi penggugat.

Dalam sidang yang digelar Selasa (8/6) dengan mendengar keterangan saksi dari para tergugat, khususnya tergugat 1 dan 2, Martin Rumanja Purba dan Paul Ulrich Munthe, saksi Tridarma Sipayung menyampaikan di dalam sidang bahwa ia adalah anggota Majelis Gereja GKPS periode 2015-2020. Ketika Hakim Ketua dalam persidangan bertanya mengenai persetujuan Majelis Gereja (MG) terhadap kebijakan Pimpinan Pusat menghibahkan 5.356 meter persegi tanah GKPS, Tridarma mengatakan persetujuan itu ada.

Hakim kemudian mempertegas mengenai bukti tertulisnya. Tri Darma menjawab saat itu ia sedirilah yang menjadi notulen sidang dan waktu itu ia lupa mencatatkan poin persetujuan dalam rancangan keputusan. Maka kemudian dalam keputusan sidang MG April 2018, hal itu tidak tercatat. Hakim ketua sempat mempertegas pertanyaan tersebut, dan Darma tetap memberi keterangan yang sama.

Saat kesempatan bertanya diberikan kepada Renhad Pasaribu SH, kuasa hukum penggugat, turut dipertanyakan terkait persetujuan MG. Karena Tridarma tetap pada jawaban semula, Renhad kemudian memohon konfirmasi ke depan hakim dan menunjukkan bukti risalah sidang MG April 2018. Maka ditemukanlah fakta, notulen sidang MG April 2018 bukan Tridarma, tetapi Pdt Jhon Christian Saragih. Dan tidak ada sama sekali keputusan persetujuan MG terkait hibah yang dimaksud.

Baca Juga :  Positif Covid-19 Bertambah di Siantar, Maksimalkan Prokes!

Menyikapi hal tersebut, ketua majelis hakim mengambilalih pembicaraan dan menegaskan kepada saksi terkait kebohongannya. Saat sidang masih berlangsung, Pdt Pandapotan Haloho, sebagai salah satu penggugat juga sempat mengingatkan Tridarma bahwa kesaksiannya dapat berdampak pada persoalan pidana yang menjerat dirinya.

Pdt Pandapotan Haloho sebagai penggugat bersama E Ubahman Sinaga dan Janto Dearmando Saragih, melalui kuasa hukumnya Renhad Pasaribu & Assosiates Advocates melayangkan surat somasi kepada Tri Darma Sipayung. Dalam somasi tersebut disampaikan esensi KUHPidana 242 ayat 1, tentang pemberi keterangan palsu dapat dipidana tujuh tahun penjara. Somasi tersebut juga berisi permintaan tegas para penggugat kepada saksi yang bersangkutan.

Pertama, mencabut keterangannya. Kedua, mengklarifikasi siapa yang memintanya memberi keterangan demikian dan apa tujuannya. Ketiga, meminta maaf kepada para penggugat.

Permintaan tersebut juga disertai pertimbangan, bilamana Tridarma tidak menunjukkan itikad baik, para penggugat segera melakukan pelaporan secara pidana ke Polres Pematangsiantar.

“Kita mensomasi saksi karena ternyata memberikan keterangan palsu. Di mana yang disampaikannya di awal sidang, tidak sesuai fakta dan data. Kami memanggil dia untuk memberikan keterangan melalui somasi. Itu akan berkaitan dengan tindakan kami selanjutnya,” kata Pdt Pandapotan Haloho. (esa)

SIANTAR, METRODAILY.id – Tri Darma Sipayung, saksi dalam perkara Nomor.84/pdt.G/2020/PN.pms di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, terkait gugatan atas hibah tanah milik GKPS ke Pemko Pematangsiantar, disomasi penggugat.

Dalam sidang yang digelar Selasa (8/6) dengan mendengar keterangan saksi dari para tergugat, khususnya tergugat 1 dan 2, Martin Rumanja Purba dan Paul Ulrich Munthe, saksi Tridarma Sipayung menyampaikan di dalam sidang bahwa ia adalah anggota Majelis Gereja GKPS periode 2015-2020. Ketika Hakim Ketua dalam persidangan bertanya mengenai persetujuan Majelis Gereja (MG) terhadap kebijakan Pimpinan Pusat menghibahkan 5.356 meter persegi tanah GKPS, Tridarma mengatakan persetujuan itu ada.

Hakim kemudian mempertegas mengenai bukti tertulisnya. Tri Darma menjawab saat itu ia sedirilah yang menjadi notulen sidang dan waktu itu ia lupa mencatatkan poin persetujuan dalam rancangan keputusan. Maka kemudian dalam keputusan sidang MG April 2018, hal itu tidak tercatat. Hakim ketua sempat mempertegas pertanyaan tersebut, dan Darma tetap memberi keterangan yang sama.

Saat kesempatan bertanya diberikan kepada Renhad Pasaribu SH, kuasa hukum penggugat, turut dipertanyakan terkait persetujuan MG. Karena Tridarma tetap pada jawaban semula, Renhad kemudian memohon konfirmasi ke depan hakim dan menunjukkan bukti risalah sidang MG April 2018. Maka ditemukanlah fakta, notulen sidang MG April 2018 bukan Tridarma, tetapi Pdt Jhon Christian Saragih. Dan tidak ada sama sekali keputusan persetujuan MG terkait hibah yang dimaksud.

Baca Juga :  Ayah Cabuli Putri Kandung Sejak SMP

Menyikapi hal tersebut, ketua majelis hakim mengambilalih pembicaraan dan menegaskan kepada saksi terkait kebohongannya. Saat sidang masih berlangsung, Pdt Pandapotan Haloho, sebagai salah satu penggugat juga sempat mengingatkan Tridarma bahwa kesaksiannya dapat berdampak pada persoalan pidana yang menjerat dirinya.

Pdt Pandapotan Haloho sebagai penggugat bersama E Ubahman Sinaga dan Janto Dearmando Saragih, melalui kuasa hukumnya Renhad Pasaribu & Assosiates Advocates melayangkan surat somasi kepada Tri Darma Sipayung. Dalam somasi tersebut disampaikan esensi KUHPidana 242 ayat 1, tentang pemberi keterangan palsu dapat dipidana tujuh tahun penjara. Somasi tersebut juga berisi permintaan tegas para penggugat kepada saksi yang bersangkutan.

Pertama, mencabut keterangannya. Kedua, mengklarifikasi siapa yang memintanya memberi keterangan demikian dan apa tujuannya. Ketiga, meminta maaf kepada para penggugat.

Permintaan tersebut juga disertai pertimbangan, bilamana Tridarma tidak menunjukkan itikad baik, para penggugat segera melakukan pelaporan secara pidana ke Polres Pematangsiantar.

“Kita mensomasi saksi karena ternyata memberikan keterangan palsu. Di mana yang disampaikannya di awal sidang, tidak sesuai fakta dan data. Kami memanggil dia untuk memberikan keterangan melalui somasi. Itu akan berkaitan dengan tindakan kami selanjutnya,” kata Pdt Pandapotan Haloho. (esa)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/