alexametrics
23.9 C
Medan
Saturday, August 13, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Sidang Perdana Kasus 4 Anggota DPRD Labura Pesta Narkoba, Panggil Teman Wanita, Pesan Ekstasi ‘Firaun’ 

ASAHAN, METRODAILY.id – Sidang dakwaan kasus narkoba terhadap 15 orang terdakwa melibatkan 4 orang anggota DPRD Labuhanbatu Utara (Labura) dan rekannya menyeret sejumlah wanita pemandu lagu panggilan untuk ikut berpesta di room karaoke sebuah hotel di Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut) berlangsung di Pengadilan Negeri Kisaran, Senin (13/12).

Adapun, anggota DPRD Labura yang didakwa dalam kasus narkoba ini ialah Giat Kurniawan, Ali Borkat Sinaga, Jainal Samosir, dan Khoirul Anwar Panjaitan. Ada juga satu mantan anggota DPRD Labura yang ikut menjadi terdakwa, yakni Pebrianto Gultom.

Diketahui, pada hari Jumat (6/8/2021) saat perjalanan pulang dari Medan menuju Labura, para terdakwa berkumpul di Kisaran untuk makan malam bersama dilanjutkan dengan karaoke di Hotel Antariksa Kisaran.

“Setelah selesai makan, terdakwa  M Ali Borkat Sinaga mengatakan, ‘Bro, kebetulan kita lagi ngumpul ini, gimana kalau kita karaokean dulu’, lalu semuanya menyetujui ajakan terdakwa  tersebut dan sepakat untuk karaoke di Hotel Antariksa karena ada kamar hotel untuk mandi dan istirahat dan ada juga fasilitas karaokenya,” kata Jaksa Roi Baringin Tambunan membacakan dakwaannya melalui teleconference pada sidang yang digelar di PN Kisaran.

Kemudian, terdakwa Baginda Ansyari Sinaga menghubungi teman wanitanya yakni Tiara Filyn Arcia agar menemaninya karaoke, begitu juga Khoirul Anwar Panjaitan menghubungi teman wanitanya bernama Zsa Zsa Hardianti Nasution.

Kemudian, terdakwa Jainal Samosir menghubungi teman wanitanya bernama Era Yanti untuk mengajaknya ikut karaoke.

“Bahwa kemudian sekira pukul 22.00 Wib, datang secara bergantian saksi Tiara Filyn Aricia, Delima, Putri Mentari Siregar, Tsa Tsa Hardianti Nasution, Dwita Rahmaini, Adhe Putri, Elix Dumerio Siagian, Fathu Rozy Parinduri masuk dan ikut bergabung di ruangan karaoke room E tersebut bersama para terdakwa,” sebut Jaksa.

Di tengah aksi karaoke yang dilakukan para terdakwa, seorang supervisior karoke bernama Abdul Rahman Sinambela (penuntutan terpisah) masuk ke room dan terdakwa Baginda Azmi Ansyari Sinaga membeli pil ekstasi merek firaun.

Baca Juga :  Polres Labuhanbatu Sita 9.206 Pil Ekstasi

Jaksa menyebut terdakwa memesan pil ekstasi sebanyak 3 kali. Pemesanan pertama 5 butir, pemesanan ke dua 6 butir dan pemesanan ke tiga 5 butir. Namun hanya pemesanan pertama dan kedua dengan total 11 butir yang diterima para terdakwa, sedangkan 5 butir lagi belum sempat diberikan sebab Abdul Rahman telah mengetahui adanya sekelompok polisi berpakaian preman melakukan razia di tempat karaoke tersebut.

“Saat Abdul Rahman Sinambela hendak menyerahkan 5 butir pil ekstasi tersebut kepada Baginda Ansary Sinaga di ruang karaoke, namun Abdul Rahman Sinambela melihat kedatangan beberapa orang laki-laki berpakaian preman masuk ke room E tersebut dan seketika Abdul Rahman Sinambela merasa curiga dan ketakutan, sehingga ia langsung membuang 5 butir pil ekstasi tersebut ke toilet yang ada di dalam kamar mandi sekitar karaoke tersebut dan pergi melarikan diri,” kata Jaksa.

Terpisah, Jaksa Penuntut Umum melalui Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Asahan, Josron Malau menyatakan sidang perdana pembacaan dakwaan berjalan lancar dimana atas dakwaan tersebut para terdakwa tidak keberatan dan mengajukan eksepsi.

“Sehingga tadi sempat dilanjutkan pemeriksaan saksi (dari Kepolisian) yang menangkap,” kata Josron.

Sementara itu, Irwansyah Putra Nasution selaku kuasa hukum para terdakwa termasuk 4 anggota DPRD Labura, meyakini dalam kasus ini kliennya sebagai korban penyalahguna narkotika.

“Dari dakwaan JPU sebagaimana diketahui para terdakwa mengakuinya tapi yang perlu dipastikan di posisi mereka adalah korban penyalahgunaan narkotika. Untuk bandarnya sendiri seperti yang didengar tadi mereka didatangi sama terdakwa Abdul Rahman dialah yang menawarkan narkotika untuk klien yang kami dampingi,” kata Irwansyah.

Adapun ke-15 terdakwa, termasuk empat anggota DPRD Labura, pada kasus ini adalah:

  1. Giat Kurniawan
  2. M Ali Borkat Sinaga
  3. Jainal Samosir
  4. Baginda Azmy Ansyari Sinaga
  5. Pebrianto Gultom
  6. Khoirul Anwar Panjaitan
  7. Harry Irawan
  8. Zsa Zsa Hardianti Nasution
  9. Elix Dumerio Siagian
  10. Fathu Rozy Parinduri
  11. Era Yanti
  12. Delima
  13. Tiara Fyln Aricia
  14. Putri Mentari Siregar
  15. Abdul Rahman Sinambela. (per)

ASAHAN, METRODAILY.id – Sidang dakwaan kasus narkoba terhadap 15 orang terdakwa melibatkan 4 orang anggota DPRD Labuhanbatu Utara (Labura) dan rekannya menyeret sejumlah wanita pemandu lagu panggilan untuk ikut berpesta di room karaoke sebuah hotel di Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut) berlangsung di Pengadilan Negeri Kisaran, Senin (13/12).

Adapun, anggota DPRD Labura yang didakwa dalam kasus narkoba ini ialah Giat Kurniawan, Ali Borkat Sinaga, Jainal Samosir, dan Khoirul Anwar Panjaitan. Ada juga satu mantan anggota DPRD Labura yang ikut menjadi terdakwa, yakni Pebrianto Gultom.

Diketahui, pada hari Jumat (6/8/2021) saat perjalanan pulang dari Medan menuju Labura, para terdakwa berkumpul di Kisaran untuk makan malam bersama dilanjutkan dengan karaoke di Hotel Antariksa Kisaran.

“Setelah selesai makan, terdakwa  M Ali Borkat Sinaga mengatakan, ‘Bro, kebetulan kita lagi ngumpul ini, gimana kalau kita karaokean dulu’, lalu semuanya menyetujui ajakan terdakwa  tersebut dan sepakat untuk karaoke di Hotel Antariksa karena ada kamar hotel untuk mandi dan istirahat dan ada juga fasilitas karaokenya,” kata Jaksa Roi Baringin Tambunan membacakan dakwaannya melalui teleconference pada sidang yang digelar di PN Kisaran.

Kemudian, terdakwa Baginda Ansyari Sinaga menghubungi teman wanitanya yakni Tiara Filyn Arcia agar menemaninya karaoke, begitu juga Khoirul Anwar Panjaitan menghubungi teman wanitanya bernama Zsa Zsa Hardianti Nasution.

Kemudian, terdakwa Jainal Samosir menghubungi teman wanitanya bernama Era Yanti untuk mengajaknya ikut karaoke.

“Bahwa kemudian sekira pukul 22.00 Wib, datang secara bergantian saksi Tiara Filyn Aricia, Delima, Putri Mentari Siregar, Tsa Tsa Hardianti Nasution, Dwita Rahmaini, Adhe Putri, Elix Dumerio Siagian, Fathu Rozy Parinduri masuk dan ikut bergabung di ruangan karaoke room E tersebut bersama para terdakwa,” sebut Jaksa.

Di tengah aksi karaoke yang dilakukan para terdakwa, seorang supervisior karoke bernama Abdul Rahman Sinambela (penuntutan terpisah) masuk ke room dan terdakwa Baginda Azmi Ansyari Sinaga membeli pil ekstasi merek firaun.

Baca Juga :  57 Kg Sabu Asal Malaysia Dibawa 3 Orang Nelayan

Jaksa menyebut terdakwa memesan pil ekstasi sebanyak 3 kali. Pemesanan pertama 5 butir, pemesanan ke dua 6 butir dan pemesanan ke tiga 5 butir. Namun hanya pemesanan pertama dan kedua dengan total 11 butir yang diterima para terdakwa, sedangkan 5 butir lagi belum sempat diberikan sebab Abdul Rahman telah mengetahui adanya sekelompok polisi berpakaian preman melakukan razia di tempat karaoke tersebut.

“Saat Abdul Rahman Sinambela hendak menyerahkan 5 butir pil ekstasi tersebut kepada Baginda Ansary Sinaga di ruang karaoke, namun Abdul Rahman Sinambela melihat kedatangan beberapa orang laki-laki berpakaian preman masuk ke room E tersebut dan seketika Abdul Rahman Sinambela merasa curiga dan ketakutan, sehingga ia langsung membuang 5 butir pil ekstasi tersebut ke toilet yang ada di dalam kamar mandi sekitar karaoke tersebut dan pergi melarikan diri,” kata Jaksa.

Terpisah, Jaksa Penuntut Umum melalui Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Asahan, Josron Malau menyatakan sidang perdana pembacaan dakwaan berjalan lancar dimana atas dakwaan tersebut para terdakwa tidak keberatan dan mengajukan eksepsi.

“Sehingga tadi sempat dilanjutkan pemeriksaan saksi (dari Kepolisian) yang menangkap,” kata Josron.

Sementara itu, Irwansyah Putra Nasution selaku kuasa hukum para terdakwa termasuk 4 anggota DPRD Labura, meyakini dalam kasus ini kliennya sebagai korban penyalahguna narkotika.

“Dari dakwaan JPU sebagaimana diketahui para terdakwa mengakuinya tapi yang perlu dipastikan di posisi mereka adalah korban penyalahgunaan narkotika. Untuk bandarnya sendiri seperti yang didengar tadi mereka didatangi sama terdakwa Abdul Rahman dialah yang menawarkan narkotika untuk klien yang kami dampingi,” kata Irwansyah.

Adapun ke-15 terdakwa, termasuk empat anggota DPRD Labura, pada kasus ini adalah:

  1. Giat Kurniawan
  2. M Ali Borkat Sinaga
  3. Jainal Samosir
  4. Baginda Azmy Ansyari Sinaga
  5. Pebrianto Gultom
  6. Khoirul Anwar Panjaitan
  7. Harry Irawan
  8. Zsa Zsa Hardianti Nasution
  9. Elix Dumerio Siagian
  10. Fathu Rozy Parinduri
  11. Era Yanti
  12. Delima
  13. Tiara Fyln Aricia
  14. Putri Mentari Siregar
  15. Abdul Rahman Sinambela. (per)
iklan-usi
iklanpemko
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/