alexametrics
25.6 C
Medan
Tuesday, August 16, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Dugaan Penipuan Arisan Online, Korban Alami Kerugian Rp1,2 Miliar

iklan-usi

TANJUNGBALAI, METRODAILY.id – Sidang lanjutan atas dugaan penipuan arisan online atau yang disebut Arisol AAA yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Tanjungbalai, baru-baru ini, menurut para korban belum mendapatkan putusan yang memuaskan.

Adapun sidang lanjutan yang digelar itu sudah dilakukan sebanyak empat kali, namun korban belum mendapat putusan yang memuaskan dari pihak Pengadilan Negeri Kota Tanjungbalai.

Dari pantauan awak media saat sidang berlangsung, terlihat Ketua Majlis Hakim DR Salomo Ginting SH MH selaku pimpinan sidang yang didampingi dua hakim anggota mencerca pertanyaan-pertanyaan kepada korban, apa yang membuat korban merasa dirugikan atau ditipu oleh owner atau Ketua Arisan Online Akak Arita (Arisol AAA) Arita Dewi Susanti,red).

Terkait pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan tersebut, sontak korban yang juga member Arisol AAA itu mengatakan secara tegas dihadapan majelis hakim, soal kronologis kejadian. “Saya tertarik mengikuti arisan tersebut karena owner dianggap orang yang jujur dan bertanggung jawab. Itu terlihat dari akun sosmed Facebook berbunyi, Oner menjamin tidak akan ada satu pun member yang zonk bermain di AAA”, ucap korban.

Korban juga menambahkan, owner bertanggung jawab penuh terhadap modal yang masuk. Dan apabila no 1 (peminjamnya) tidak bertanggung jawab (jurig/kolaps), maka owner yang akan menalangi dengan cara poin ke 2 di atas.

“Apabila ada member yang meminta reglob ditengah jalan, maka apabila dia minus, wajib membayar minusnya secara penuh. Dan apabila dicicil, wajib menyertakan agunan sebagai jaminan untuk pencicilan hutang Arisol di depan Notaris dan menandatangani surat perjanjian di depan Pengacara AAA”, imbuh Korban.

Baca Juga :  Calo Itu Merupakan PNS di Karo, Pura-pura Gila Saat akan Ditangkap

“Atas keterangan dari owner itulah saya mau bergabung dan merasa percaya bahwa Arisol Akak Arita yang dikepalai Arita Dewi Susanti punya komitmen dan tanggung jawab sepenuhnya terhadap member Arisol AAA,” ujar korban.

Sementara itu, Arita Dewi Susanti ketika ditanya oleh Hakim Ketua, apakah benar saudari korban atas nama Yuninta member Arisol AAA. Arita pun mengatakan benar. “Apakah saudari tidak mengeluarkan uang saudari Yuninta sebesar Rp1,2 milir,” tanya hakim ketua. Lalu Arita menjawab, ”benar yang Mulia”.

Namun dalam persidangan, Arita Dewi Susanti selaku owner punya alasan tersendiri kenapa tidak membayarkannya. “Saya tidak membayarkan uang itu dikarenakan member-member yang lain tidak menyetorkan uang kepada saya, sehingga Arisol AAA ini menjadi Kolaps”.

Diakhir persidangan sebelum ditutup, korban yang juga didampingi pengacara Redol Asido Panjaitan SH MH belum mendapatkan kepastian jelas terkait uang sisa korban sebesar Rp1,2 miliar tersebut, apakah dibayar oleh Arita Dewi Susanti atau tidak. Sidang dilanjutkan pada Selasa (15/6) mendatang.

Dikutip dari keterangan saksi atau korban saat persidangan berlangsung, korban mengatakan, dirinya mengikuti di tiap-tiap list arisan online yang dibuat oleh owner, sehingga lebih kurang 600 sampai ke 800 item list arisan yang dia ikuti. “Sehingga uang saya yang masuk sejumlah Rp2,2 miliar, namun sudah diterima sebesar Rp900 juta dan kekurangannya belum saya terima sampai sidang berlangsung. Itu sudah terjadi cukup lama,” ucap korban.(VINO) 

TANJUNGBALAI, METRODAILY.id – Sidang lanjutan atas dugaan penipuan arisan online atau yang disebut Arisol AAA yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Tanjungbalai, baru-baru ini, menurut para korban belum mendapatkan putusan yang memuaskan.

Adapun sidang lanjutan yang digelar itu sudah dilakukan sebanyak empat kali, namun korban belum mendapat putusan yang memuaskan dari pihak Pengadilan Negeri Kota Tanjungbalai.

Dari pantauan awak media saat sidang berlangsung, terlihat Ketua Majlis Hakim DR Salomo Ginting SH MH selaku pimpinan sidang yang didampingi dua hakim anggota mencerca pertanyaan-pertanyaan kepada korban, apa yang membuat korban merasa dirugikan atau ditipu oleh owner atau Ketua Arisan Online Akak Arita (Arisol AAA) Arita Dewi Susanti,red).

Terkait pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan tersebut, sontak korban yang juga member Arisol AAA itu mengatakan secara tegas dihadapan majelis hakim, soal kronologis kejadian. “Saya tertarik mengikuti arisan tersebut karena owner dianggap orang yang jujur dan bertanggung jawab. Itu terlihat dari akun sosmed Facebook berbunyi, Oner menjamin tidak akan ada satu pun member yang zonk bermain di AAA”, ucap korban.

Korban juga menambahkan, owner bertanggung jawab penuh terhadap modal yang masuk. Dan apabila no 1 (peminjamnya) tidak bertanggung jawab (jurig/kolaps), maka owner yang akan menalangi dengan cara poin ke 2 di atas.

“Apabila ada member yang meminta reglob ditengah jalan, maka apabila dia minus, wajib membayar minusnya secara penuh. Dan apabila dicicil, wajib menyertakan agunan sebagai jaminan untuk pencicilan hutang Arisol di depan Notaris dan menandatangani surat perjanjian di depan Pengacara AAA”, imbuh Korban.

Baca Juga :  Calo Itu Merupakan PNS di Karo, Pura-pura Gila Saat akan Ditangkap

“Atas keterangan dari owner itulah saya mau bergabung dan merasa percaya bahwa Arisol Akak Arita yang dikepalai Arita Dewi Susanti punya komitmen dan tanggung jawab sepenuhnya terhadap member Arisol AAA,” ujar korban.

Sementara itu, Arita Dewi Susanti ketika ditanya oleh Hakim Ketua, apakah benar saudari korban atas nama Yuninta member Arisol AAA. Arita pun mengatakan benar. “Apakah saudari tidak mengeluarkan uang saudari Yuninta sebesar Rp1,2 milir,” tanya hakim ketua. Lalu Arita menjawab, ”benar yang Mulia”.

Namun dalam persidangan, Arita Dewi Susanti selaku owner punya alasan tersendiri kenapa tidak membayarkannya. “Saya tidak membayarkan uang itu dikarenakan member-member yang lain tidak menyetorkan uang kepada saya, sehingga Arisol AAA ini menjadi Kolaps”.

Diakhir persidangan sebelum ditutup, korban yang juga didampingi pengacara Redol Asido Panjaitan SH MH belum mendapatkan kepastian jelas terkait uang sisa korban sebesar Rp1,2 miliar tersebut, apakah dibayar oleh Arita Dewi Susanti atau tidak. Sidang dilanjutkan pada Selasa (15/6) mendatang.

Dikutip dari keterangan saksi atau korban saat persidangan berlangsung, korban mengatakan, dirinya mengikuti di tiap-tiap list arisan online yang dibuat oleh owner, sehingga lebih kurang 600 sampai ke 800 item list arisan yang dia ikuti. “Sehingga uang saya yang masuk sejumlah Rp2,2 miliar, namun sudah diterima sebesar Rp900 juta dan kekurangannya belum saya terima sampai sidang berlangsung. Itu sudah terjadi cukup lama,” ucap korban.(VINO) 

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/