alexametrics
22.8 C
Medan
Friday, August 19, 2022

iklanpemko
iklanpemko

12 Preman Dibekuk Polres Labuhanbatu

iklan-usi

RANTAU, METRODAILY.id – Dalam waktu satu malam, Polres Labuhanbatu berhasil membekuk belasan preman jalanan sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Ada sebanyak 12 orang preman pelaku pemalakan supir truk dijalanan diboyong ke Mapolres Labuhanbatu.

“Sesuai dengan perintah Kapolri, maka mulai tadi malam kita melakukan upaya pemberantasan kegiatan premanisme yang ada di jalan. Dan untuk tadi malam saja, kita sudah bisa amankan 12 orang dari berbagai titik di wilayah Polres Labuhanbatu,” kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan dalam konferensi pers, baru-baru ini di Rantauprapat.

AKBP Deni menambahkan, aksi pemberantasan premanisme ini tidak hanya akan sampai di sini saja, pihaknya akan terus bergerak memburu para pelaku yang meresahkan masyarakat itu.

Tidak hanya di jalanan, kata AKBP Deni, kepolisian juga akan menyeser dan menertibkan para pelaku premanisme itu sampai di lokasi seperti pasar dan parkir liar.

AKBP Deni mengungkapkan, jalan lintas Sumatera di wilayah Labuhanbatu selama ini kerap terjadi praktek pungli dengan sasaran para sopir. Selama tahun 2021 saja, Polres Labuhanbatu telah menindak 33 kasus pemalakan yang terjadi disejumlah titik.

Dari berbagai kasus, polisi telah mengidentifikasi beberapa titik yang acap kali terjadi praktik pemalakan. Diantaranya ada simpang Hocklie di Rantau Selatan, Gunting Saga di Labuhanbatu Utara serta di daerah Kotapinang dan Cikampak untuk Labuhanbatu Selatan.

Baca Juga :  Ditantang Kelahi, Suami Hajar Pria Pengganggu Istri

“Bahkan untuk beberapa daerah seperti di Gunting Saga, kita bahkan sudah beberapa kali memberi tindakan keras, sangat keras kepada para pelakunya. Itu kita lakukan agar menimbulkan efek jera bagi para pelakunya,” sebut AKBP Deni.

Dalam praktiknya, ada bermacam modus yang dilakukan oleh para pelaku, salah satunya dengan berpura-pura sebagai pengatur lalulintas di lokasi rawan kemacetan. Kemudian para pelaku meminta uang kepada para supir disertai dengan ancaman.

Kebanyakan, tempat favorit para pelaku yakni di lokasi jalan yang sedang direhabilitasi, berlagak seperti pengatur lalulintas kemudian meminta imbalan kepada para supir.

Dari beberapa kasus yang ada, para preman ini seringkali meminta uang dengan jumlah yang besar kepada para supir. Mereka akan marah jika permintaannya tidak dituruti.

Bahkan, di salahsatu kasus yang pernah ditangani Polres Labuhanbatu para preman pelaku pemalakan ini ada yang meminta dengan jumlah yang cukup besar. Mereka menolak diberi Rp200 ribu dan memaksa meminta Rp700 ribu. Karena korban menolak, pelaku kemudian melakukan penganiayaan.

Dalam kesempatan itu, pihak kepolisian meminta kepada masyarakat agar segera melaporkan jika menjadi korban premanisme. Baik itu di jalanan maupun di tempat-tempat lainnya. (zas)

RANTAU, METRODAILY.id – Dalam waktu satu malam, Polres Labuhanbatu berhasil membekuk belasan preman jalanan sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Ada sebanyak 12 orang preman pelaku pemalakan supir truk dijalanan diboyong ke Mapolres Labuhanbatu.

“Sesuai dengan perintah Kapolri, maka mulai tadi malam kita melakukan upaya pemberantasan kegiatan premanisme yang ada di jalan. Dan untuk tadi malam saja, kita sudah bisa amankan 12 orang dari berbagai titik di wilayah Polres Labuhanbatu,” kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan dalam konferensi pers, baru-baru ini di Rantauprapat.

AKBP Deni menambahkan, aksi pemberantasan premanisme ini tidak hanya akan sampai di sini saja, pihaknya akan terus bergerak memburu para pelaku yang meresahkan masyarakat itu.

Tidak hanya di jalanan, kata AKBP Deni, kepolisian juga akan menyeser dan menertibkan para pelaku premanisme itu sampai di lokasi seperti pasar dan parkir liar.

AKBP Deni mengungkapkan, jalan lintas Sumatera di wilayah Labuhanbatu selama ini kerap terjadi praktek pungli dengan sasaran para sopir. Selama tahun 2021 saja, Polres Labuhanbatu telah menindak 33 kasus pemalakan yang terjadi disejumlah titik.

Dari berbagai kasus, polisi telah mengidentifikasi beberapa titik yang acap kali terjadi praktik pemalakan. Diantaranya ada simpang Hocklie di Rantau Selatan, Gunting Saga di Labuhanbatu Utara serta di daerah Kotapinang dan Cikampak untuk Labuhanbatu Selatan.

Baca Juga :  Azis Bantah Kenalkan Stepanus ke Syahrial

“Bahkan untuk beberapa daerah seperti di Gunting Saga, kita bahkan sudah beberapa kali memberi tindakan keras, sangat keras kepada para pelakunya. Itu kita lakukan agar menimbulkan efek jera bagi para pelakunya,” sebut AKBP Deni.

Dalam praktiknya, ada bermacam modus yang dilakukan oleh para pelaku, salah satunya dengan berpura-pura sebagai pengatur lalulintas di lokasi rawan kemacetan. Kemudian para pelaku meminta uang kepada para supir disertai dengan ancaman.

Kebanyakan, tempat favorit para pelaku yakni di lokasi jalan yang sedang direhabilitasi, berlagak seperti pengatur lalulintas kemudian meminta imbalan kepada para supir.

Dari beberapa kasus yang ada, para preman ini seringkali meminta uang dengan jumlah yang besar kepada para supir. Mereka akan marah jika permintaannya tidak dituruti.

Bahkan, di salahsatu kasus yang pernah ditangani Polres Labuhanbatu para preman pelaku pemalakan ini ada yang meminta dengan jumlah yang cukup besar. Mereka menolak diberi Rp200 ribu dan memaksa meminta Rp700 ribu. Karena korban menolak, pelaku kemudian melakukan penganiayaan.

Dalam kesempatan itu, pihak kepolisian meminta kepada masyarakat agar segera melaporkan jika menjadi korban premanisme. Baik itu di jalanan maupun di tempat-tempat lainnya. (zas)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/