alexametrics
28.9 C
Medan
Friday, August 19, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Nyeberang Jalan, Balita Tewas Tertabrak Mopen 

iklan-usi

TAPTENG, METRODAILY – Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang merenggut nyawa seorang balita terjadi di Jalan Nasional Sibolga-Padang Sidimpuan, tepatnya di Lingkungan VIII Banjar Toba, Kelurahan Hutabang, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Selasa (11/1/2022), sekira pukul 11.30 WIB.

Dimas Simanjuntak (5), warga Lingkungan VIII Banjar Toba, Kelurahan Hutabalang, Kecamatan Badiri, tertabrak mobil penumpang (mopen) BB1471 NC, saat sedang menyeberang jalan. Akibatnya, Dimas terseret hingga 7 meter dan mengalami luka pada bagian kepala, wajah dan kening.

Sempat mendapatkan pertolongan dari pihak RSUD Pandan, namun nyawa anak TK ini tidak berhasil diselamatkan.

“Ia, kejadian sekitar pukul 11.30 WIB,” kata Kapos Lantas Pinangsori, Bripka Dedy Sitompul, membenarkan peristiwa laka lantas maut yang terjadi.

Diungkapkan, laka lantas yang merenggut nyawa balita ini bermula saat mopen 45 Nomor Polisi BB 1471 NC, yang dikemudikan Maringan Siregar, warga Desa Parjalihotan, Kecamatan Pinangsori, melaju dari arah Sibolga menuju Padang Sidimpuan. Saat melintas di tempat kejadian, seorang pelajar TK menyeberang dari sisi kiri jalan menuju sisi kanan jalan, dari arah Sibolga menuju Padang Sidempuan.

Baca Juga :  Revo vs Supra, 2 Tewas di Gunung Maligas

Menyeberang secara tiba-tiba membuat pengemudi mopen tak bisa menghindar. Dimas Simanjuntak tertabrak hingga terseret sepanjang 7 meter. Korban yang tidak sadarkan diri, segera dilarikan ke Puskesmas Hutabalang. Namun karena menderita luka serius pada bagian kepala dan wajah, korban dirujuk ke RSUD Pandan. Namun sayang, korban menghembuskan nafas terakhir setelah mendapatkan perawatan medis.

“Korban tertabrak hingga terseret sepanjang 7 meter. Menghembuskan nafas terakhir di RSUD Pandan,” terang Dedy.

Bripka Dedy Sitompul menyebutkan jika pihaknya telah menangani kecelakaan dengan melakukan  cek TKP, sekaligus memeriksa saksi-saksi dan pengamanan barang bukti.
Ia juga mengungkapkan kronologis perjalanan mopen, dimana orang pertama yang membawah mopen dari terminal Sibolga hingga ke Desa Aek Horsik adalah Edi Tinambunan, warga Lingkungan IV Aek Horsik, Kecamatan Badiri. Maringan Siregar menggantikan posisi Edi di belakang kemudi dari Aek Horsik menuju tujuan akhir di Kelurahan Sibabangun.

“Sudah kita tangani. Beberapa barang bukti telah kita amankan,” sebutnya. (ztm) 

TAPTENG, METRODAILY – Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang merenggut nyawa seorang balita terjadi di Jalan Nasional Sibolga-Padang Sidimpuan, tepatnya di Lingkungan VIII Banjar Toba, Kelurahan Hutabang, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Selasa (11/1/2022), sekira pukul 11.30 WIB.

Dimas Simanjuntak (5), warga Lingkungan VIII Banjar Toba, Kelurahan Hutabalang, Kecamatan Badiri, tertabrak mobil penumpang (mopen) BB1471 NC, saat sedang menyeberang jalan. Akibatnya, Dimas terseret hingga 7 meter dan mengalami luka pada bagian kepala, wajah dan kening.

Sempat mendapatkan pertolongan dari pihak RSUD Pandan, namun nyawa anak TK ini tidak berhasil diselamatkan.

“Ia, kejadian sekitar pukul 11.30 WIB,” kata Kapos Lantas Pinangsori, Bripka Dedy Sitompul, membenarkan peristiwa laka lantas maut yang terjadi.

Diungkapkan, laka lantas yang merenggut nyawa balita ini bermula saat mopen 45 Nomor Polisi BB 1471 NC, yang dikemudikan Maringan Siregar, warga Desa Parjalihotan, Kecamatan Pinangsori, melaju dari arah Sibolga menuju Padang Sidimpuan. Saat melintas di tempat kejadian, seorang pelajar TK menyeberang dari sisi kiri jalan menuju sisi kanan jalan, dari arah Sibolga menuju Padang Sidempuan.

Baca Juga :  Remaja di Panyabungan Ditemukan Tewas Tergantung di Rumah Neneknya

Menyeberang secara tiba-tiba membuat pengemudi mopen tak bisa menghindar. Dimas Simanjuntak tertabrak hingga terseret sepanjang 7 meter. Korban yang tidak sadarkan diri, segera dilarikan ke Puskesmas Hutabalang. Namun karena menderita luka serius pada bagian kepala dan wajah, korban dirujuk ke RSUD Pandan. Namun sayang, korban menghembuskan nafas terakhir setelah mendapatkan perawatan medis.

“Korban tertabrak hingga terseret sepanjang 7 meter. Menghembuskan nafas terakhir di RSUD Pandan,” terang Dedy.

Bripka Dedy Sitompul menyebutkan jika pihaknya telah menangani kecelakaan dengan melakukan  cek TKP, sekaligus memeriksa saksi-saksi dan pengamanan barang bukti.
Ia juga mengungkapkan kronologis perjalanan mopen, dimana orang pertama yang membawah mopen dari terminal Sibolga hingga ke Desa Aek Horsik adalah Edi Tinambunan, warga Lingkungan IV Aek Horsik, Kecamatan Badiri. Maringan Siregar menggantikan posisi Edi di belakang kemudi dari Aek Horsik menuju tujuan akhir di Kelurahan Sibabangun.

“Sudah kita tangani. Beberapa barang bukti telah kita amankan,” sebutnya. (ztm) 

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/