alexametrics
22.8 C
Medan
Friday, August 19, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Pemborong Cabuli Cucu Kandung, Ketahuan.. Ibu Korban Malah Diusir

iklan-usi

SIANTAR, METRODAILY.id – Usianya masih empat tahun. Namun, bocah perempuan ini, sebut saja namanya Melati- sudah mengalami peristiwa yang sangat miris. Ia mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oppung (kakek)-nya sendiri, TS (75).

Kondisi Melati diungkapkan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Siantar-Simalungun, Halanita Damanik. Menurut Halanita, pihaknya sangat prihatin dengan kasus tersebut.

“Kasus yang saya tangani ini, kasus miris. Masalahnya, Oppung sendiri melakukan pelecehan terhadap cucu kandungnya, yang masih berusia 4 tahun 8 bulan,” kata Halanita, Rabu (10/11), di Jalan SKI, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Pematangsiantar.

Diterangkannya, peristiwa tersebut dialami Melati di rumahnya, yang juga tempat tinggal TS, di salah satu kawasan di Kota Pematangsiantar. Peristiwa tersebut terjadi Jumat (5/11) sekira pukul 21.00 WIB, saat kedua orang tua korban tak di rumah.

“Lalu, korban cerita sama mamanya, Ag, kalau dirinya mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oppung-nya. Mama korban melapor ke suami. Tapi saat itu, suaminya malah membela orang tuanya. Mama korban justru diusir dari rumah, bahkan diceraikan,” terang Halanita.

Selain dicerai, Ag sempat mendapat siksaan dari mertuanya, TS. Siksaan tersebut dilakukan TS yang merasa kesal karena kelakuannya ketahuan. Hingga kini, korban terpisah dengan mamanya.

Baca Juga :  Polres Samosir Bakar 158 Pohon Ganja

“Kini, kami menunggu pihak Polres Pematangsiantar menangkap pelaku. Karena sudah ada sekitar lima hari sejak pengaduan mama korban ke Polres. Korban juga sudah divisum di Rumah Sakit Umum, dengan hasil ada terjadi pelecehan seksual terhadapnya,” katanya.

Masih kata Halanita, tidak ada toleransi bagi predator anak. Pelaku harus dihukum seberat-beratnya, termasuk harus dipenjara meskipun korban hingga kini masih belum mengaku sudah berapa kali mengalami pelecehan seksual oleh oppung-nya.

“Korban dinodai dalam kurun waktu tiga bulan, tapi kita belum dapat validnya berapa kali. Intinya, perbuatan bejat dilalukan terlapor saat orang tua korban kerja di luar. Terlapor ini bekerja sebagai pemborong. Kalau Mama korban berjualan cabai,” tukasnya.

Ag sudah membuat pengaduan dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/682/XI//SPKT/Polres Pematangsiantar tanggal 6 November 2021. Halanita berharap kasus tersebut tidak berujung damai antara korban dengan oppung-nya.
“Perdamaian jangan sampai terjadi karena kasus ini sangat luar biasa. Terlapor harus dipenjara agar yang lain tak sepele masalah beginian. Polisi pun harus benar-benar terbuka dalam kasus ini. Semoga terlapor segera ditangkap,” harapnya.

Terkait kasus tersebut, pihak Polres Pematangsiantar belum berhasil dikonfirmasi wartawan. (mat)

SIANTAR, METRODAILY.id – Usianya masih empat tahun. Namun, bocah perempuan ini, sebut saja namanya Melati- sudah mengalami peristiwa yang sangat miris. Ia mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oppung (kakek)-nya sendiri, TS (75).

Kondisi Melati diungkapkan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Siantar-Simalungun, Halanita Damanik. Menurut Halanita, pihaknya sangat prihatin dengan kasus tersebut.

“Kasus yang saya tangani ini, kasus miris. Masalahnya, Oppung sendiri melakukan pelecehan terhadap cucu kandungnya, yang masih berusia 4 tahun 8 bulan,” kata Halanita, Rabu (10/11), di Jalan SKI, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Pematangsiantar.

Diterangkannya, peristiwa tersebut dialami Melati di rumahnya, yang juga tempat tinggal TS, di salah satu kawasan di Kota Pematangsiantar. Peristiwa tersebut terjadi Jumat (5/11) sekira pukul 21.00 WIB, saat kedua orang tua korban tak di rumah.

“Lalu, korban cerita sama mamanya, Ag, kalau dirinya mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oppung-nya. Mama korban melapor ke suami. Tapi saat itu, suaminya malah membela orang tuanya. Mama korban justru diusir dari rumah, bahkan diceraikan,” terang Halanita.

Selain dicerai, Ag sempat mendapat siksaan dari mertuanya, TS. Siksaan tersebut dilakukan TS yang merasa kesal karena kelakuannya ketahuan. Hingga kini, korban terpisah dengan mamanya.

Baca Juga :  Ditabrak Truk Fuso, Betor Terseret, Pengemudi Tewas

“Kini, kami menunggu pihak Polres Pematangsiantar menangkap pelaku. Karena sudah ada sekitar lima hari sejak pengaduan mama korban ke Polres. Korban juga sudah divisum di Rumah Sakit Umum, dengan hasil ada terjadi pelecehan seksual terhadapnya,” katanya.

Masih kata Halanita, tidak ada toleransi bagi predator anak. Pelaku harus dihukum seberat-beratnya, termasuk harus dipenjara meskipun korban hingga kini masih belum mengaku sudah berapa kali mengalami pelecehan seksual oleh oppung-nya.

“Korban dinodai dalam kurun waktu tiga bulan, tapi kita belum dapat validnya berapa kali. Intinya, perbuatan bejat dilalukan terlapor saat orang tua korban kerja di luar. Terlapor ini bekerja sebagai pemborong. Kalau Mama korban berjualan cabai,” tukasnya.

Ag sudah membuat pengaduan dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/682/XI//SPKT/Polres Pematangsiantar tanggal 6 November 2021. Halanita berharap kasus tersebut tidak berujung damai antara korban dengan oppung-nya.
“Perdamaian jangan sampai terjadi karena kasus ini sangat luar biasa. Terlapor harus dipenjara agar yang lain tak sepele masalah beginian. Polisi pun harus benar-benar terbuka dalam kasus ini. Semoga terlapor segera ditangkap,” harapnya.

Terkait kasus tersebut, pihak Polres Pematangsiantar belum berhasil dikonfirmasi wartawan. (mat)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/