alexametrics
27.5 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Beraksi di Labuhanbatu, 9 Pencuri dan Penadah Diamankan

iklan-usi

LABUHANBATU, METRODAILY – Jajaran Polres Labuhanbatu menangkap 9 orang dalam sepekan terakhir. Kesembilannya merupakan pelaku tindak pidana pencurian.

“Ada 9 orang yang kita amankan dalam sepekan terakhir, terkait kejahatan pencurian dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan, termasuk ada juga berperan sebagai penadah,” kata Kapolres Labuhanbatu, AKBP Anhar Arlia Rangkuti kepada wartawan Selasa (11/1/2021).

Anhar mengatakan kesembilan orang tersebut diamankan dari tempat yang berbeda. Keseluruhannya juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Perkara yang menjerat para tersangka ini terdiri dari dua perkara pembobolan ruko, dua perkara perampasan atau penjambretan, satu kasus pencurian sepeda motor dan satu kasus pencurian kabel bawah tanah milik PT Telkom serta penadahan kendaraan bermotor curian.

Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Rusdi Marzuki menjelaskan pembobol ruko pertama yang ditangkap ialah APN alias Yoko (26) yang membobol ruko di Jl Ahmad Yani Rantauprapat. Kerugian yang diderita korban mencapai Rp 21,5 Juta.

“Sementara untuk pelaku pencurian di ruko yang berada Jalan Sudirman Aek Kanopan, tersangkanya berinisial RH alias TN. Dimana ruko yang dibobolnya ialah ruko yang berfungsi sebagai studio foto,” kata Rusdi.

Sementara untuk kasus perampasan atau penjambretan, satu kasus terjadi di Bilah Hilir. Korbannya adalah seorang ibu rumah tangga, Sumarni (38), yang mengalami kerugian Rp 4,5 Juta.

Dua pelakunya yaitu Ardi (22) dan Fery (26) berhasil ditangkap polisi tak lama setelah kejadian. Keduanya ditangkap di Jalan Umum Sei Tampang, Bilah Hilir.
Baca juga:
Pria Ini Curi 4 Tiang Pembatas Trotoar di Jakpus, Apa Motifnya?

Baca Juga :  Larikan Barang Penumpang, Tukang Becak Ditangkap

Sementara kasus penjambretan lainnya terjadi di Bilah Hulu, di mana dua pelakunya berhasil dibekuk tak lama setelah beraksi.

Dalam kasus ini, Rusdi mengatakan tugas Polisi sangat terbantu oleh keberanian korban yang memutuskan mengejar kedua pelaku.

“Korban tidak tinggal diam setelah dijambret oleh pelaku yang bernama Putra, umur 31 tahun warga Riau, dan temannya Ucok umur 29 tahun warga Pangkatan, namun memutuskan mengejar sambil teriak. Akhirnya kedua pelaku berhasil diamankan masyarakat dan hampir dihakimi massa,” sebut Rusdi.

Sedangkan untuk kasus curanmor, Rusdi mengatakan pelaku yang ditangkap ialah Andi (41), warga Rantau Utara. Dia mencuri sepeda motor milik Raisa Tambunan, saat diparkirkan di Stadion Binaraga Rantau Utara.

Setelah mencuri sepeda motor seharga Rp 19 Juta tersebut, Andi menjualnya ke penadahnya bernama Indra (45) seharga Rp 1,6 Juta. Andi ditangkap dirumahnya, di Jalan Dahlia Padang Matinggi, Rantau Utara.

Dari pengakuannya, Indra akhirnya juga ditangkap di Sei Raja, Pinang Lombang, Kecamatan Na IX-X, Labura. Sepeda motor milik korban juga berhasil diamankan polisi.

Sementara untuk pelaku pencurian kabel milik PT Telkom, Rusdi mengatakan biasanya pencurian kabel seperti ini dilakukan secara berkelompok. Alasannya karena kabel yang dicuri merupakan kabel yang tertanam di dalam tanah.

Karena itu diperlukan kerja tim untuk melakukan aksi pencurian ini. Karena itu polisi masih mengembangkan kasus ini.(dtc/int)

LABUHANBATU, METRODAILY – Jajaran Polres Labuhanbatu menangkap 9 orang dalam sepekan terakhir. Kesembilannya merupakan pelaku tindak pidana pencurian.

“Ada 9 orang yang kita amankan dalam sepekan terakhir, terkait kejahatan pencurian dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan, termasuk ada juga berperan sebagai penadah,” kata Kapolres Labuhanbatu, AKBP Anhar Arlia Rangkuti kepada wartawan Selasa (11/1/2021).

Anhar mengatakan kesembilan orang tersebut diamankan dari tempat yang berbeda. Keseluruhannya juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Perkara yang menjerat para tersangka ini terdiri dari dua perkara pembobolan ruko, dua perkara perampasan atau penjambretan, satu kasus pencurian sepeda motor dan satu kasus pencurian kabel bawah tanah milik PT Telkom serta penadahan kendaraan bermotor curian.

Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Rusdi Marzuki menjelaskan pembobol ruko pertama yang ditangkap ialah APN alias Yoko (26) yang membobol ruko di Jl Ahmad Yani Rantauprapat. Kerugian yang diderita korban mencapai Rp 21,5 Juta.

“Sementara untuk pelaku pencurian di ruko yang berada Jalan Sudirman Aek Kanopan, tersangkanya berinisial RH alias TN. Dimana ruko yang dibobolnya ialah ruko yang berfungsi sebagai studio foto,” kata Rusdi.

Sementara untuk kasus perampasan atau penjambretan, satu kasus terjadi di Bilah Hilir. Korbannya adalah seorang ibu rumah tangga, Sumarni (38), yang mengalami kerugian Rp 4,5 Juta.

Dua pelakunya yaitu Ardi (22) dan Fery (26) berhasil ditangkap polisi tak lama setelah kejadian. Keduanya ditangkap di Jalan Umum Sei Tampang, Bilah Hilir.
Baca juga:
Pria Ini Curi 4 Tiang Pembatas Trotoar di Jakpus, Apa Motifnya?

Baca Juga :  Pelaku Curanmor di Kisaran Diringkus Kurang dari 24 Jam

Sementara kasus penjambretan lainnya terjadi di Bilah Hulu, di mana dua pelakunya berhasil dibekuk tak lama setelah beraksi.

Dalam kasus ini, Rusdi mengatakan tugas Polisi sangat terbantu oleh keberanian korban yang memutuskan mengejar kedua pelaku.

“Korban tidak tinggal diam setelah dijambret oleh pelaku yang bernama Putra, umur 31 tahun warga Riau, dan temannya Ucok umur 29 tahun warga Pangkatan, namun memutuskan mengejar sambil teriak. Akhirnya kedua pelaku berhasil diamankan masyarakat dan hampir dihakimi massa,” sebut Rusdi.

Sedangkan untuk kasus curanmor, Rusdi mengatakan pelaku yang ditangkap ialah Andi (41), warga Rantau Utara. Dia mencuri sepeda motor milik Raisa Tambunan, saat diparkirkan di Stadion Binaraga Rantau Utara.

Setelah mencuri sepeda motor seharga Rp 19 Juta tersebut, Andi menjualnya ke penadahnya bernama Indra (45) seharga Rp 1,6 Juta. Andi ditangkap dirumahnya, di Jalan Dahlia Padang Matinggi, Rantau Utara.

Dari pengakuannya, Indra akhirnya juga ditangkap di Sei Raja, Pinang Lombang, Kecamatan Na IX-X, Labura. Sepeda motor milik korban juga berhasil diamankan polisi.

Sementara untuk pelaku pencurian kabel milik PT Telkom, Rusdi mengatakan biasanya pencurian kabel seperti ini dilakukan secara berkelompok. Alasannya karena kabel yang dicuri merupakan kabel yang tertanam di dalam tanah.

Karena itu diperlukan kerja tim untuk melakukan aksi pencurian ini. Karena itu polisi masih mengembangkan kasus ini.(dtc/int)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/