alexametrics
25.7 C
Medan
Saturday, August 20, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Kejari Siantar Terima SPDP Kasus ‘Bom Tas’

iklan-usi

SIANTAR, METRODAILY.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pematangsiantar telah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP) kasus ‘bom tas’ dengan tersangka Reno Rianda (40), warga Jalan Nusa Indah, Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat. Saat ini, penyidik kejaksaan masih melakukan penelitian kasus tersebut.

“Kemarin kita terima SPDP-nya,” kata Kasi Intel Kejari Pematangsiantar Rendra Yoki via WhatsApp, Kamis (9/9) pagi.
Rendra mengaku telah menunjuk dua jaksa penuntut umum (JPU) guna menangani perkara tersebut, yaitu Rahmahayati Sinaga dan Ester Harianja.

Dalam SPDP, kata Rendra, tersangka Reno dikenakan Pasal 336 ayat 2 KUHPidana.

“Kita tunggulah, karena ini masih penelitian JPU,” sebut Rendra.
Disinggung barang bukti yang diserahkan Polres Pematangsiantar kepada Kejari, Rendra mengatakan ada dua, yakni sebuah tas dan pecahan keramik yang merupakan isi tas milik Reno Rianda.

Baca Juga :  Agunarta Syarifuddin Manik Pemuda Pelopor Nasional Asal Simalungun

Seperti telah diberitakan, Reno meletakkan tas coklat di tiang besi yang berada di simpang Jalan MH Sitorus dan Jalan Gunung Simanuk-manuk beberapa waktu lalu. Tas tersebut bertuliskan ‘Awas Ada Bom’. Situasi pun heboh hingga Tim Penjinak Bom (Jibom) Poldasu turun dari Medan. Oleh Tim Jibom, tas tersebut dievakuasi. Ketika dibuka, isinya sebongkah batu yang tampak seperti bekas pecahan lantai keramik.

Reno ditangkap keesokan harinya di kawasan Lapangan H Adam Malik Pematangsiantar. Kepada polisi ia mengaku melakukan perbuatan tersebut karena iseng. Ia juga mengaku mengambil batu untuk mengisi tas dari aliran Sungai Bah Bolon di dekat Taman Kehati. (mat)

SIANTAR, METRODAILY.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pematangsiantar telah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP) kasus ‘bom tas’ dengan tersangka Reno Rianda (40), warga Jalan Nusa Indah, Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat. Saat ini, penyidik kejaksaan masih melakukan penelitian kasus tersebut.

“Kemarin kita terima SPDP-nya,” kata Kasi Intel Kejari Pematangsiantar Rendra Yoki via WhatsApp, Kamis (9/9) pagi.
Rendra mengaku telah menunjuk dua jaksa penuntut umum (JPU) guna menangani perkara tersebut, yaitu Rahmahayati Sinaga dan Ester Harianja.

Dalam SPDP, kata Rendra, tersangka Reno dikenakan Pasal 336 ayat 2 KUHPidana.

“Kita tunggulah, karena ini masih penelitian JPU,” sebut Rendra.
Disinggung barang bukti yang diserahkan Polres Pematangsiantar kepada Kejari, Rendra mengatakan ada dua, yakni sebuah tas dan pecahan keramik yang merupakan isi tas milik Reno Rianda.

Baca Juga :  Berantas Narkoba, Kapolres Psp Berharap Dukungan

Seperti telah diberitakan, Reno meletakkan tas coklat di tiang besi yang berada di simpang Jalan MH Sitorus dan Jalan Gunung Simanuk-manuk beberapa waktu lalu. Tas tersebut bertuliskan ‘Awas Ada Bom’. Situasi pun heboh hingga Tim Penjinak Bom (Jibom) Poldasu turun dari Medan. Oleh Tim Jibom, tas tersebut dievakuasi. Ketika dibuka, isinya sebongkah batu yang tampak seperti bekas pecahan lantai keramik.

Reno ditangkap keesokan harinya di kawasan Lapangan H Adam Malik Pematangsiantar. Kepada polisi ia mengaku melakukan perbuatan tersebut karena iseng. Ia juga mengaku mengambil batu untuk mengisi tas dari aliran Sungai Bah Bolon di dekat Taman Kehati. (mat)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/