alexametrics
31.7 C
Medan
Monday, August 15, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Hubungan Retak Setelah Ayah Nikah Lagi

iklan-usi

TOBA, METRODAILY.id – Kasus percobaan pembunuhan pasutri di Dusun III Lumban Dolok, Desa Pardomuan Nauli, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Polisi telah melakukan cek Tempat Kejadian Perkara (TKP), ditemani oleh pihak perangkat desa.

Kapolsek Laguboti AKP JP Aruan membenarkan kasus yang terjadi dan masih dalam tahap penyelidikan. “Benar bahwa pada hari ini telah terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh seorang laki-laki terhadap menantu dan putrinya di Desa Pardomuan Nauli, Kecamatan Laguboti. Namun hingga kini kita masih melakukan penyelidikan,” sebutnya dikonfirmasi di ruang kerjanya di Polsek Laguboti.

Ia juga mengatakan bahwa korban dan pelaku masih dirawat di rumah sakit.
“Kalau korban dirawat di RSUD Porsea setelah dibawa dari puskesmas terdekat lalu pelakunya dibawa ke RS HKBP Balige,” sambungnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Pardomuan Nauli menjelaskan bahwa pelaku Jonny Hutapea dengan korban pasutri mengalami keretakan hubungan sebagai keluarga setelah pelaku menikah kedua kalinya.

Baca Juga :  Oknum TNI Terlibat Pembunuhan Mara Salem Ditangkap di Tebing

“Setelah pelaku menikah kedua kalinya, hubungan antara pelaku dan korban tidak harmonis lagi,” ujar Kepala Desa Pardomuan Nauli Muktar Hutahean pada Selasa (7/9/2021).

Ia juga menjelaskan bahwa keseharian Jonny Hutapea dan istrinya adalah petani. Mereka juga masuk dalam keluarga harapan yang menerima bantuan dari pemerintah.

“Ekonomi si tersangka ini, dia penerima PKH dan korban ini adalah penerima BLT di desa ini,” sambungnya.

Selain sebagai seorang petani, Jonny Hutapea sehari-hari mengambil tuak dari pohon aren yang ada di areal rumahnya tersebut. “Kalau pekerjaan sehari-hari pelaku ini adalah petani dan pengambil tuak dari aren,” terangnya.

Sementara, korban memiliki keseharian sebagai petani dan harus mengolah lahan orang lain sebab mereka tidak memiliki lahan pribadi.
“Kalau Simanullang ini, pekerjaannya juga petani begitu juga dengan istrinya. Karena sawah mereka tidak ada, mereka mengolah sawah orang lain,” pungkasnya. (trc)

TOBA, METRODAILY.id – Kasus percobaan pembunuhan pasutri di Dusun III Lumban Dolok, Desa Pardomuan Nauli, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Polisi telah melakukan cek Tempat Kejadian Perkara (TKP), ditemani oleh pihak perangkat desa.

Kapolsek Laguboti AKP JP Aruan membenarkan kasus yang terjadi dan masih dalam tahap penyelidikan. “Benar bahwa pada hari ini telah terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh seorang laki-laki terhadap menantu dan putrinya di Desa Pardomuan Nauli, Kecamatan Laguboti. Namun hingga kini kita masih melakukan penyelidikan,” sebutnya dikonfirmasi di ruang kerjanya di Polsek Laguboti.

Ia juga mengatakan bahwa korban dan pelaku masih dirawat di rumah sakit.
“Kalau korban dirawat di RSUD Porsea setelah dibawa dari puskesmas terdekat lalu pelakunya dibawa ke RS HKBP Balige,” sambungnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Pardomuan Nauli menjelaskan bahwa pelaku Jonny Hutapea dengan korban pasutri mengalami keretakan hubungan sebagai keluarga setelah pelaku menikah kedua kalinya.

Baca Juga :   Anggota DPRD Rony Reynaldo Situmorang Sosialisasi Perda Nomor 1 Tahun 2019

“Setelah pelaku menikah kedua kalinya, hubungan antara pelaku dan korban tidak harmonis lagi,” ujar Kepala Desa Pardomuan Nauli Muktar Hutahean pada Selasa (7/9/2021).

Ia juga menjelaskan bahwa keseharian Jonny Hutapea dan istrinya adalah petani. Mereka juga masuk dalam keluarga harapan yang menerima bantuan dari pemerintah.

“Ekonomi si tersangka ini, dia penerima PKH dan korban ini adalah penerima BLT di desa ini,” sambungnya.

Selain sebagai seorang petani, Jonny Hutapea sehari-hari mengambil tuak dari pohon aren yang ada di areal rumahnya tersebut. “Kalau pekerjaan sehari-hari pelaku ini adalah petani dan pengambil tuak dari aren,” terangnya.

Sementara, korban memiliki keseharian sebagai petani dan harus mengolah lahan orang lain sebab mereka tidak memiliki lahan pribadi.
“Kalau Simanullang ini, pekerjaannya juga petani begitu juga dengan istrinya. Karena sawah mereka tidak ada, mereka mengolah sawah orang lain,” pungkasnya. (trc)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/