alexametrics
31.7 C
Medan
Monday, August 15, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Kamis Lusa, Bos Tambang Emas Ilegal Madina Diserahkan ke Jaksa 

iklan-usi

MEDAN, METRODAILY – Kepolisian Daerah Sumatra Utara disebut segera menyerahkan Ahmad Arjun Nasution (AAN), bos tambang emas ilegal di Mandailing Natal ke Jaksa Penuntut Umum. Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Komisaris Besar Hadi Wahyudi, mengatakan penyerahan tersangka ini menyusul lengkapnya Berita Acara Pemeriksaan (BAP), AAN pada Kamis (31/3/2022) lalu.

Kata Hadi, Polda Sumut sudah meminta AAN untuk datang pada Senin (4/4/2022). Namun dia tidak bisa hadir karena beralasan sedang sakit. “Kuasa hukumnya minta ditunda hingga Kamis (7/4/2022) dengan alasan kliennya sedang sakit,” kata Kombes Hadi Wahyudi.

Pada Kamis lusa nanti, tersangka akan diserahkan bersama barang bukti dalam kasus itu.
AAN ditetapkan menjadi tersangka setelah dilaporkan atas dugaan melakukan aktifitas pertambangan ilegal di Kabupaten Mandailing Natal tanggal 1 September 2020 lalu.

Baca Juga :  12 Tewas, Kasus Tambang Emas Madina Dibahas DPR

Ia kembali diperiksa polisi pada Selasa (15/3/2022) setelah berkas kasusnya dikembalikan jaksa untuk dilengkapi. Sampai saat ini, tersangka tidak ditahan karena sakit. Keluarganya juga disebut menjamin.
Aktivitas tambang ilegal yang berada di aliran Sungai Batang Natal, Mandailing Natal sudah berjalan sejak lama. Aktivitas itu diduga merusak tidak kurang dari 20 km badan sungai Batang Natal. Sungai dicacah oleh puluhan ekskavator para pemain tambang.

Penduduk yang tinggal 30 km ke arah muara, terdampak. Air sungai keruh. Padahal sungai itu dimanfaatkan, oleh masyarakat untuk berbagai aktifitas. Sejumlah bayi dibkabarkan lahir dengan keadaan cacat, karena dampak penggunaan merkuri di tambang.
Eksploitasi kawasan itu terpampang jelas, karena berada tepat di alur jalan lintas provinsi. (idn/net)

MEDAN, METRODAILY – Kepolisian Daerah Sumatra Utara disebut segera menyerahkan Ahmad Arjun Nasution (AAN), bos tambang emas ilegal di Mandailing Natal ke Jaksa Penuntut Umum. Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Komisaris Besar Hadi Wahyudi, mengatakan penyerahan tersangka ini menyusul lengkapnya Berita Acara Pemeriksaan (BAP), AAN pada Kamis (31/3/2022) lalu.

Kata Hadi, Polda Sumut sudah meminta AAN untuk datang pada Senin (4/4/2022). Namun dia tidak bisa hadir karena beralasan sedang sakit. “Kuasa hukumnya minta ditunda hingga Kamis (7/4/2022) dengan alasan kliennya sedang sakit,” kata Kombes Hadi Wahyudi.

Pada Kamis lusa nanti, tersangka akan diserahkan bersama barang bukti dalam kasus itu.
AAN ditetapkan menjadi tersangka setelah dilaporkan atas dugaan melakukan aktifitas pertambangan ilegal di Kabupaten Mandailing Natal tanggal 1 September 2020 lalu.

Baca Juga :  Senggol Betor lalu Tabrak Pagar, Cristian Hutajulu Tewas

Ia kembali diperiksa polisi pada Selasa (15/3/2022) setelah berkas kasusnya dikembalikan jaksa untuk dilengkapi. Sampai saat ini, tersangka tidak ditahan karena sakit. Keluarganya juga disebut menjamin.
Aktivitas tambang ilegal yang berada di aliran Sungai Batang Natal, Mandailing Natal sudah berjalan sejak lama. Aktivitas itu diduga merusak tidak kurang dari 20 km badan sungai Batang Natal. Sungai dicacah oleh puluhan ekskavator para pemain tambang.

Penduduk yang tinggal 30 km ke arah muara, terdampak. Air sungai keruh. Padahal sungai itu dimanfaatkan, oleh masyarakat untuk berbagai aktifitas. Sejumlah bayi dibkabarkan lahir dengan keadaan cacat, karena dampak penggunaan merkuri di tambang.
Eksploitasi kawasan itu terpampang jelas, karena berada tepat di alur jalan lintas provinsi. (idn/net)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/