alexametrics
23.9 C
Medan
Saturday, August 13, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Selamat Jalan Koko Stevan, Sang Goweser…

SIANTAR, METRODAILY.id – Sabtu pagi, masih di awal bulan Oktober 2021, Kota Pematangsiantar dan sekitarnya dihebohkan dengan kejadian berdarah di inti kota, tepatnya di Jalan Sutomo, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat. Koko (abang, kakak laki-laki dalam bahasa Hokkien), Stevan Theodore (32) ditemukan terkapar dan bersimbah darah di dekat pintu samping rumahnya.

Pria yang hobi bersepeda (goweser) itu menjadi korban pembunuhan yang dilakukan homeless (gelandangan) bernama Ali (52). Pelaku yang kemudian diketahui sebagai warga Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) itu ditangkap polisi beberapa jam setelah kejadian pembunuhan.

Korban mengalami luka robek di kepala dan di pelipis mata kanan. Korban ditemukan keluarga di pintu samping rumah. Adalah tetangganya, Suherwin Koswara, yang kali pertama mengetahui korban bersimbah darah.

Suherwin yang ditemui, Sabtu (2/10) sekitar pukul 10.00 WIB menerangkan, pagi itu korban diketahui pergi membeli makanan untuk sarapan. Ia mengendarai sepedamotor Honda Supra X 125 BK 3890 WAI.

“Pas kejadian, dia (korban) baru pulang beli sarapan,” ungkapnya.

Aksi pelaku menganiaya korban ternyata terekam CCTV yang ada di lokasi kejadian. Tampak dalam rekaman tersebut, pelaku berkali-kali memukul kepala korban menggunakan besi panjang.

Berbekal rekaman CCTV dan keterangan beberapa saksi, polisi langsung memburu pelaku. Pelaku, yang kemudian diketahui bernama Ali diamankan polisi dari Jalan Gereja, Kelurahan Toba, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Pematangsiantar, atau tepatnya di depan Sopo Godang HKBP.

Pelaku yang diamankan sekitar pukul 12.00 WIB itu tidak melawan. Saat diamankan, pelaku sedang duduk-duduk sambil memegang kantung plastik. Ia mengenakan jaket dan celana hitam.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar saat temu pers, Sabtu (2/10) sekitar pukul 14.30 WIB dari tangan pelaku diamankan tongkat besi yang diduga kuat digunakan untuk memukuli korban, gunting, pisau dapur, dan cutter.
Tak hanya itu, dari kantong celana Ali polisi juga mengamankan uang tunai yang nilainya Rp7, 6 juta.

Baca Juga :  4 Polisi Penjual Sabu Sitaan di Tanjungbalai Lolos Dari Hukuman Seumur Hidup

“Untuk identitas pelaku, masih kita selidiki. Katanya, ia warga Aceh,” kata Boy.

Terkait informasi yang menyebutkan pelaku merupakan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Boy mengatakan pihaknya belum memastikan hal tersebut. “Ini dalam proses penyelidikan,” tukasnya.

Dendam

AKBP Boy menerangkan, sesuai hasil interogasi terhadap tersangka, ia nekat menghabisi korban karena dendam atau sakit hati.
“Karena sakit hati. Sebelumnya korban pernah menendang pelaku,” sebutnya.

Stevan Theodore semasa hidup.

Soal sumber uang milik pelaku yang sampai jutaan rupiah, AKBP Boy menyebut pihaknya juga masih melakukan penyelidikan.
“Yang pasti uang tersebut kita amankan dari pelaku. Kalau pekerjaan pelaku mocok-mocok, artinya tidak menetap atau bisa dikatakan gepeng,” ujarnya.

Pernah jadi Korban Tabrak Lari

Stevan Thedore pernah menjadi korban tabrak lari saat melakukan hobinya bersepeda. Peristiwa tersebut terjadi Minggu (21/10/2018) pagi. Akibatnya korban mengalami luka berat dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Kasat Lantas Polres Simalungun saat itu, AKP Hendri ND Barus, menerangkan peristiwa tabrak lari terjadi di Jalan Lintas Pematangsiantar-Saribudolok Km 13-14, tepatnya di Dusun Karang Anom, Panei Tongah, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun.
Sebelum kejadian, Stevan dan rekannya melintas dan mengayuh sepeda. Lalu, satu unit mobil truk yang datang dari arah Pematangsiantar melaju dengan kecepatan tinggi. Truk tersebut menghantam sepeda Stevan.

Setelah menabrak, pengemudi truk melarikan diri dan meninggalkan korbannya. Kejadian tersebut segera ditangani Polres Simalungun. (mat)

SIANTAR, METRODAILY.id – Sabtu pagi, masih di awal bulan Oktober 2021, Kota Pematangsiantar dan sekitarnya dihebohkan dengan kejadian berdarah di inti kota, tepatnya di Jalan Sutomo, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat. Koko (abang, kakak laki-laki dalam bahasa Hokkien), Stevan Theodore (32) ditemukan terkapar dan bersimbah darah di dekat pintu samping rumahnya.

Pria yang hobi bersepeda (goweser) itu menjadi korban pembunuhan yang dilakukan homeless (gelandangan) bernama Ali (52). Pelaku yang kemudian diketahui sebagai warga Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) itu ditangkap polisi beberapa jam setelah kejadian pembunuhan.

Korban mengalami luka robek di kepala dan di pelipis mata kanan. Korban ditemukan keluarga di pintu samping rumah. Adalah tetangganya, Suherwin Koswara, yang kali pertama mengetahui korban bersimbah darah.

Suherwin yang ditemui, Sabtu (2/10) sekitar pukul 10.00 WIB menerangkan, pagi itu korban diketahui pergi membeli makanan untuk sarapan. Ia mengendarai sepedamotor Honda Supra X 125 BK 3890 WAI.

“Pas kejadian, dia (korban) baru pulang beli sarapan,” ungkapnya.

Aksi pelaku menganiaya korban ternyata terekam CCTV yang ada di lokasi kejadian. Tampak dalam rekaman tersebut, pelaku berkali-kali memukul kepala korban menggunakan besi panjang.

Berbekal rekaman CCTV dan keterangan beberapa saksi, polisi langsung memburu pelaku. Pelaku, yang kemudian diketahui bernama Ali diamankan polisi dari Jalan Gereja, Kelurahan Toba, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Pematangsiantar, atau tepatnya di depan Sopo Godang HKBP.

Pelaku yang diamankan sekitar pukul 12.00 WIB itu tidak melawan. Saat diamankan, pelaku sedang duduk-duduk sambil memegang kantung plastik. Ia mengenakan jaket dan celana hitam.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar saat temu pers, Sabtu (2/10) sekitar pukul 14.30 WIB dari tangan pelaku diamankan tongkat besi yang diduga kuat digunakan untuk memukuli korban, gunting, pisau dapur, dan cutter.
Tak hanya itu, dari kantong celana Ali polisi juga mengamankan uang tunai yang nilainya Rp7, 6 juta.

Baca Juga :  Pak Kapolres! Siantar Darurat Narkoba, Judi dan Prostitusi

“Untuk identitas pelaku, masih kita selidiki. Katanya, ia warga Aceh,” kata Boy.

Terkait informasi yang menyebutkan pelaku merupakan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Boy mengatakan pihaknya belum memastikan hal tersebut. “Ini dalam proses penyelidikan,” tukasnya.

Dendam

AKBP Boy menerangkan, sesuai hasil interogasi terhadap tersangka, ia nekat menghabisi korban karena dendam atau sakit hati.
“Karena sakit hati. Sebelumnya korban pernah menendang pelaku,” sebutnya.

Stevan Theodore semasa hidup.

Soal sumber uang milik pelaku yang sampai jutaan rupiah, AKBP Boy menyebut pihaknya juga masih melakukan penyelidikan.
“Yang pasti uang tersebut kita amankan dari pelaku. Kalau pekerjaan pelaku mocok-mocok, artinya tidak menetap atau bisa dikatakan gepeng,” ujarnya.

Pernah jadi Korban Tabrak Lari

Stevan Thedore pernah menjadi korban tabrak lari saat melakukan hobinya bersepeda. Peristiwa tersebut terjadi Minggu (21/10/2018) pagi. Akibatnya korban mengalami luka berat dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Kasat Lantas Polres Simalungun saat itu, AKP Hendri ND Barus, menerangkan peristiwa tabrak lari terjadi di Jalan Lintas Pematangsiantar-Saribudolok Km 13-14, tepatnya di Dusun Karang Anom, Panei Tongah, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun.
Sebelum kejadian, Stevan dan rekannya melintas dan mengayuh sepeda. Lalu, satu unit mobil truk yang datang dari arah Pematangsiantar melaju dengan kecepatan tinggi. Truk tersebut menghantam sepeda Stevan.

Setelah menabrak, pengemudi truk melarikan diri dan meninggalkan korbannya. Kejadian tersebut segera ditangani Polres Simalungun. (mat)

iklan-usi
iklanpemko
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/