alexametrics
23.9 C
Medan
Saturday, August 13, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Pembunuhan Darwin Nasution Dipicu Dendam

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan menunjukkan alat bukti kasus pembunuhan Darwin Nasution. (Zainul Siregar/Metro Rantau)

RANTAU,METRODAILY.id-Polres Labuhanbatu mengungkap kasus dan pelaku pembunuhan berencana terhadap Darwin Nasution (52) pada 25 Mei 2021 lalu. Pelakunya adalah HT alias Bullah (52), yang mengaku  tega menghabisi korban karena dendam.

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan didampingi Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Parikesit dalam konferensi pers, Senin (31/5) pagi di ruang lobi gedung utama Mapolres Labuhanbatu menjelaskan, pembunuhan terjadi saat korban hendak berangkat kerja menggeser kapal dan mengambil kunci ke rumah pengusaha Heng Seng Kim tempat korban bekerja.

Korban yang kesehariannya sebagai tukang rebus ikan di boat milik Heng Seng Kim itu dibunuh pelaku dengan cara memukul kepala korban menggunakan kayu, kemudian di tikam dengan senjata tajam.

“Pada saat itu tersangka HT alias Bullah, warga Sei Berombang ini, sudah menunggu korban dan bersembunyi diantara ruko di sekitar TKP. Saat korban sudah sampai di rumah tokenya (pengusaha) sekitar pukul 03.48 Wib, tersangka datang dengan berjalan cepat kemudian berlari dengan memikul potongan kayu bekas di sebelah kanan, serta membawa sebilah pisau yang terbuat dari gunting besi dengan pegangan dilapis karet ban,” kata AKBP Deni.

“Kemudian tersangka menjatuhkan kayu yang dipikul, selanjutnya langsung menusuk ke arah sebelah kiri di bawah ketiak korban sebanyak 3 kali. Melihat korban terjatuh, tersangka melarikan diri ke arah gang yang berada di sebelah ruko dekat TKP,” imbuhnya.

Korban yang terjatuh, lanjut AKBP Deni, sempat meminta pertolongan dan mengetuk-ngetuk pintu rumah pengusaha tempat korban bekerja.

Tak lama, Meliana istri Heng Seng Kim keluar rumah dan melihat korban sudah mengalami pendarahan dan kemudian Heng Seng Kim sontak memanggil keluarga korban bernama Safrijal.

Baca Juga :  3 Bulan Buron, Nanda Dibekuk

Saat itu juga Safrijal membawa korban ke Puskesmas dengan kondisi sekarat dan luka tusuk di bagian punggung sebelah kiri, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

“Dari hasil autopsi di RSUD Rantauprapat, luka tusuk pada punggung kiri mengakibatkan menumpuknya cairan darah pada rongga kiri dada yang membuat organ paru gagal bernafas,” papar AKBP Deni.

AKBP Deni menambahkan, dalam proses pengungkapan pembunuhan yang tak sampai sepekan itu, pelaku sempat menjadi saksi, namun tidak banyak bukti pembunuhan dan keterkaitannya dengan pelaku.

Akan tetapi, tambah AKBP Deni, sendal milik pelaku yang tertinggal di lokasi pembunuhan adalah bukti yang mengkaitkan pelaku dan ia juga mengakui bahwa alasan dirinya membunuh korban adalah dendam.

Pelaku yang sehari-harinya sebagai penjaga malam di tempat pengusaha yang sama dengan korban itu mengaku kesal kepada korban dan menganggap korban adalah biang dari hilangnya sejumlah barang – barang ditempat dia bekerja.

Dari pengakuan pelaku, pembunuhan ini telah direncanakan jauh sebelumnya atau enam bulan sebelum peristiwa, bahkan alat untuk membunuh korbanpun telah disiapkan pelaku tiga bulan sebelum peristiwa.

Akibat perbuatannya pelaku pembunuhan berencana ini dikenai pasal 340 KUHP pembunuhan berencana, dengan pidana mati atau penjara seumur hidup paling lama 20 tahun, Subsider Pasal 338 KUHP pembunuhan dengan ancaman pidana paling lama lima belas tahun. (zas)

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan menunjukkan alat bukti kasus pembunuhan Darwin Nasution. (Zainul Siregar/Metro Rantau)

RANTAU,METRODAILY.id-Polres Labuhanbatu mengungkap kasus dan pelaku pembunuhan berencana terhadap Darwin Nasution (52) pada 25 Mei 2021 lalu. Pelakunya adalah HT alias Bullah (52), yang mengaku  tega menghabisi korban karena dendam.

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan didampingi Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Parikesit dalam konferensi pers, Senin (31/5) pagi di ruang lobi gedung utama Mapolres Labuhanbatu menjelaskan, pembunuhan terjadi saat korban hendak berangkat kerja menggeser kapal dan mengambil kunci ke rumah pengusaha Heng Seng Kim tempat korban bekerja.

Korban yang kesehariannya sebagai tukang rebus ikan di boat milik Heng Seng Kim itu dibunuh pelaku dengan cara memukul kepala korban menggunakan kayu, kemudian di tikam dengan senjata tajam.

“Pada saat itu tersangka HT alias Bullah, warga Sei Berombang ini, sudah menunggu korban dan bersembunyi diantara ruko di sekitar TKP. Saat korban sudah sampai di rumah tokenya (pengusaha) sekitar pukul 03.48 Wib, tersangka datang dengan berjalan cepat kemudian berlari dengan memikul potongan kayu bekas di sebelah kanan, serta membawa sebilah pisau yang terbuat dari gunting besi dengan pegangan dilapis karet ban,” kata AKBP Deni.

“Kemudian tersangka menjatuhkan kayu yang dipikul, selanjutnya langsung menusuk ke arah sebelah kiri di bawah ketiak korban sebanyak 3 kali. Melihat korban terjatuh, tersangka melarikan diri ke arah gang yang berada di sebelah ruko dekat TKP,” imbuhnya.

Korban yang terjatuh, lanjut AKBP Deni, sempat meminta pertolongan dan mengetuk-ngetuk pintu rumah pengusaha tempat korban bekerja.

Tak lama, Meliana istri Heng Seng Kim keluar rumah dan melihat korban sudah mengalami pendarahan dan kemudian Heng Seng Kim sontak memanggil keluarga korban bernama Safrijal.

Baca Juga :  Gerebek Rumah di Gang Bencong, Polisi Temukan 20 Bungkus Sabu

Saat itu juga Safrijal membawa korban ke Puskesmas dengan kondisi sekarat dan luka tusuk di bagian punggung sebelah kiri, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

“Dari hasil autopsi di RSUD Rantauprapat, luka tusuk pada punggung kiri mengakibatkan menumpuknya cairan darah pada rongga kiri dada yang membuat organ paru gagal bernafas,” papar AKBP Deni.

AKBP Deni menambahkan, dalam proses pengungkapan pembunuhan yang tak sampai sepekan itu, pelaku sempat menjadi saksi, namun tidak banyak bukti pembunuhan dan keterkaitannya dengan pelaku.

Akan tetapi, tambah AKBP Deni, sendal milik pelaku yang tertinggal di lokasi pembunuhan adalah bukti yang mengkaitkan pelaku dan ia juga mengakui bahwa alasan dirinya membunuh korban adalah dendam.

Pelaku yang sehari-harinya sebagai penjaga malam di tempat pengusaha yang sama dengan korban itu mengaku kesal kepada korban dan menganggap korban adalah biang dari hilangnya sejumlah barang – barang ditempat dia bekerja.

Dari pengakuan pelaku, pembunuhan ini telah direncanakan jauh sebelumnya atau enam bulan sebelum peristiwa, bahkan alat untuk membunuh korbanpun telah disiapkan pelaku tiga bulan sebelum peristiwa.

Akibat perbuatannya pelaku pembunuhan berencana ini dikenai pasal 340 KUHP pembunuhan berencana, dengan pidana mati atau penjara seumur hidup paling lama 20 tahun, Subsider Pasal 338 KUHP pembunuhan dengan ancaman pidana paling lama lima belas tahun. (zas)

iklan-usi
iklanpemko
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/