METRODAILY – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan gagasan strategis untuk meredam krisis energi global akibat konflik di Timur Tengah.
Ia menegaskan, solusi jangka panjang bukan sekadar militer, melainkan mengalihkan jalur distribusi energi dari Teluk menuju Laut Mediterania.
Dalam wawancara dengan Newsmax, Netanyahu menyebut pembangunan pipa energi lintas kawasan sebagai langkah kunci untuk mengurangi ketergantungan dunia terhadap Selat Hormuz.
“Solusi jangka panjang mencakup pengalihan jalur pipa energi ke arah barat, melintasi Arab Saudi menuju Laut Merah dan Mediterania, menghindari titik rawan geografis Iran,” tegas Netanyahu.
Baca Juga: Tapsel Bangkit dari Bencana! Gus Irawan Tetapkan 5 Prioritas Pembangunan 2027
20% Minyak Dunia Bertaruh di Hormuz
Selat Hormuz selama ini menjadi “urat nadi” energi global, dengan sekitar 20 persen ekspor minyak dunia melewati jalur sempit tersebut. Posisi geografisnya yang diapit Iran dan negara Teluk menjadikannya titik paling rentan dalam konflik.
Ketegangan meningkat karena Iran dinilai memiliki kemampuan mengganggu lalu lintas kapal, mulai dari ancaman ranjau laut hingga serangan terhadap tanker.
Netanyahu menilai, selama dunia masih bergantung pada Hormuz, pasar energi global akan terus berada dalam bayang-bayang krisis.
Karena itu, jalur pipa alternatif yang melintasi Arab Saudi menuju Laut Merah dan Mediterania dianggap sebagai solusi struktural untuk:
- Mengurangi risiko gangguan suplai energi
- Menekan volatilitas harga minyak global
- Meminimalkan leverage geopolitik Iran
Klaim Perang Sudah “Lewat Setengah Jalan”
Dalam pernyataannya, Netanyahu juga mengungkap bahwa konflik dengan Iran telah “melewati titik tengah”. Ia mengeklaim Israel telah:
- Melemahkan kemampuan rudal Iran
- Menghancurkan fasilitas produksi militer
- Menargetkan ilmuwan nuklir kunci
Namun, ia menegaskan ancaman belum berakhir karena Iran masih mengejar pengembangan senjata nuklir dan sistem pengirimannya.
Netanyahu juga menyoroti kemampuan rudal Iran yang diklaim mampu menjangkau hingga 4.000 kilometer—cukup untuk mencapai sebagian wilayah Eropa.
Baca Juga: Wujud Duka, Wali Kota Siantar Wesly dan Ketua TP PKK Kunjungi Korban Kebakaran
Ia menyebut serangan terhadap pangkalan Diego Garcia sebagai sinyal bahwa konflik ini tidak lagi bersifat regional semata.
Netanyahu memperingatkan negara-negara Barat agar tidak meremehkan situasi.
Ia bahkan menyinggung sikap Donald Trump yang dinilai sejak awal telah menyadari ancaman Iran, termasuk dengan keluar dari kesepakatan nuklir sebelumnya.
“Ini bukan hanya masalah Israel,” tegas Netanyahu. (jpc)
Editor : Editor Satu