YERUSALEM, METRODAILY – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan rencana perluasan zona penyangga di wilayah Lebanon sebagai bagian dari strategi baru keamanan negaranya.
Langkah ini, menurut Netanyahu, bertujuan untuk mencegah ancaman serangan lintas batas, termasuk tembakan rudal anti-tank, sekaligus memperkuat posisi pertahanan Israel di kawasan utara.
“Israel akan memperluas zona penyangga untuk menggagalkan ancaman invasi,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Minggu (29/3/2026).
Baca Juga: Pria 56 Tahun Ditangkap Kasus Kejahatan Seksual Anak di Padangsidimpuan
Netanyahu menegaskan bahwa Israel kini menerapkan pendekatan berbeda dalam konflik kawasan, yakni dengan mengambil inisiatif lebih agresif dibanding sekadar bertahan.
Ia menyebut strategi tersebut sebagai “pergeseran paradigma”, di mana Israel tidak lagi menunggu serangan, tetapi bergerak lebih dulu dengan membangun zona keamanan hingga ke dalam wilayah yang dianggap sebagai sumber ancaman.
Dalam penjelasannya, Netanyahu menyebut keberadaan tiga zona penyangga utama, masing-masing di Lebanon, Gaza, dan Suriah, sebagai bagian dari konsep pertahanan berlapis.
“Alih-alih diserang, kini kami yang mengambil inisiatif,” tegasnya.
Baca Juga: Tiga Eks OPM Cium Merah Putih di Papua, Ikrar Setia Kembali ke NKRI
Di sisi lain, Netanyahu juga mengakui dampak konflik yang dirasakan warga di wilayah utara Israel akibat ketegangan dengan kelompok bersenjata di Lebanon.
Ia menyatakan pemerintah telah menginstruksikan kementerian terkait untuk memberikan bantuan maksimal kepada warga terdampak, sembari meminta ketahanan dan kesabaran masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Netanyahu turut menyampaikan belasungkawa atas gugurnya seorang prajurit Israel dalam operasi militer di Lebanon, yang menambah daftar korban sejak dimulainya operasi militer terbaru.
Konflik di perbatasan Israel-Lebanon sendiri terus memanas dalam beberapa pekan terakhir, seiring meningkatnya intensitas serangan dan respons militer kedua pihak.
Baca Juga: Mandek Sejak 1998, Bupati Madina Desak Konsesi PT SMM Dipangkas
Pengumuman perluasan zona penyangga ini diperkirakan akan semakin meningkatkan tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, sekaligus memicu perhatian internasional terkait potensi eskalasi konflik lebih luas. (jpc)