YERUSALEM, METRODAILY – Sirene peringatan serangan udara meraung di berbagai wilayah Israel, termasuk Yerusalem, Tepi Barat, dan wilayah utara, setelah Iran melancarkan serangan rudal bertubi-tubi, Kamis (18/3/2026) malam waktu setempat.
Serangan tersebut merupakan bagian dari eskalasi terbaru dalam konflik yang melibatkan Iran dan Israel, di tengah ketegangan yang juga menyeret Amerika Serikat.
Meski sejumlah rudal dilaporkan melintas di atas wilayah permukiman, otoritas darurat menyatakan tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden tersebut.
Laporan awal menyebut adanya kemungkinan dampak pecahan rudal di wilayah Yerusalem dan Israel utara.
Organisasi layanan darurat Magen David Adom memastikan bahwa tidak ditemukan korban dalam serangan tersebut.
Sementara itu, tim pemadam kebakaran dan penyelamatan langsung dikerahkan ke sejumlah lokasi yang diduga terdampak serpihan rudal.
Serangan Berlanjut hingga Jumat Pagi
Serangan tidak berhenti pada Kamis malam. Pada Jumat (19/3/2026) pagi, Iran kembali meluncurkan serangan artileri ke wilayah utara Israel.
Satu serpihan rudal dilaporkan mengenai area tertentu, namun kembali tidak menimbulkan korban.
Menyusul serangan tersebut, militer Israel melancarkan serangan balasan yang menargetkan infrastruktur milik Iran di Teheran.
Menurut laporan awal dari Israel Defense Forces (IDF), operasi militer dilakukan pada Jumat dini hari sebagai respons langsung atas serangan rudal Iran.
Eskalasi Konflik Regional
Serangan saling balas ini menandai meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, dengan potensi meluasnya ketegangan antarnegara.
Situasi keamanan di wilayah tersebut kini berada dalam status siaga tinggi, seiring meningkatnya intensitas serangan dalam beberapa hari terakhir. (Jpc)
Editor : Editor Satu