TEL AVIV, METRODAILY — Militer Israel dilaporkan sedang menyiapkan skenario kemungkinan perang dengan Iran yang dapat berlangsung setidaknya selama satu bulan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Laporan tersebut disampaikan harian Israel Yedioth Ahronoth yang mengutip seorang pejabat dari Staf Umum militer Israel.
Menurut pejabat tersebut, pimpinan militer Israel telah meningkatkan kesiapan di berbagai cabang tempur sebagai langkah antisipasi terhadap eskalasi konflik yang berpotensi meluas dalam beberapa minggu mendatang.
Persiapan itu mencakup penguatan sistem pertahanan udara, pengerahan pasukan tambahan, serta kesiapan logistik untuk menghadapi kemungkinan operasi militer yang berkepanjangan.
Ketegangan Meningkat di Timur Tengah
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Serangan tersebut menargetkan berbagai fasilitas militer dan infrastruktur strategis Iran.
Laporan menyebutkan lebih dari 1.200 orang tewas dalam rangkaian serangan tersebut, termasuk sejumlah pejabat militer senior.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan rudal dan drone besar-besaran yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat, fasilitas diplomatik, serta sejumlah kota di Israel.
Serangan balasan itu juga dilaporkan menewaskan sedikitnya tujuh anggota militer Amerika Serikat.
Kekhawatiran Perang Regional
Pengamat keamanan menilai pernyataan militer Israel mengenai persiapan konflik jangka panjang mencerminkan kekhawatiran meningkatnya potensi perang regional yang lebih luas.
Konflik antara Israel dan Iran yang terus memanas dikhawatirkan dapat melibatkan lebih banyak pihak di Timur Tengah, termasuk kelompok sekutu Iran di berbagai negara kawasan.
Jika eskalasi terus berlanjut, bentrokan militer tersebut diperkirakan dapat berlangsung selama berminggu-minggu bahkan berpotensi memicu konflik yang lebih besar di kawasan. (Ttc)
Editor : Editor Satu