alexametrics
26 C
Medan
Saturday, August 20, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Tanah Longsor Landa Jepang, 19 Orang Hilang

iklan-usi

TOKYO, METRODAILY.id – Pascahujan lebat berhari-hari, tanah longsor melanda Jepang dan menyapu banyak rumah di wilayah Shizuoka pada Sabtu (3/7/2021). Akibatnya, 19 orang hilang.

Rekaman media televisi menunjukkan semburan lumpur dari lereng bukit menyapu sejumlah rumah di sekitarnya dan mengubur infrastruktur lainnya di kota Atami. Lalu, orang-orang di sekitar lokasi berhamburan melarikan diri.

“Keberadaan 19 orang tidak diketahui”, setelah tanah longsor, kata seorang pejabat prefektur Shizuoka yang bertanggung jawab atas manajemen bencana kepada AFP.

Melansir The Straits Times pada Sabtu (3/7/2021), pemerintah setempat telah meminta bantuan militer untuk misi penyelamatan.

Seorang pejabat kota Atami mengatakan tanah longsor terjadi sekitar pukul 10.30, yang menyebabkan “beberapa rumah hanyut”.

Setelah lonsor terjadi, 200 rumah di daerah situ mengalami pemadaman listrik.

Baca Juga :  Zona Kuning, Sibolga Berlakukan PPKM Mikro

Saat ini, di sebagian besar Jepang sedang musim hujan, yang sering menyebabkan banjir dan tanah longsor. Sehingga, pemerintah setempat telah mengeluarkan perintah evakuasi.

Di Atami curah hujan 313 milimeter hanya dalam 48 jam hingga tengah malam sebelum tanah longsor terjadi pada esok paginya.

Menurut penyiar publik NHK, curah hujan yang terjadi di Atami di atas rata-rata bulanan 242,5 milimeter pada Juli.

Atami terletak di bagian paling timur Prefektur Shizuoka, sekitar 90 km dari Tokyo dan terkenal dengan resor musim seminya.

Kereta kecepatan tinggi Shinkansen antara Tokyo dan Osaka dihentikan sementara, karena hujan lebat yang masih berlangsung.

Selain itu, kereta lokal lainnya di daerah yang terkena dampak juga dihentikan, menurut situs web perusahaan kereta api. (kps)

TOKYO, METRODAILY.id – Pascahujan lebat berhari-hari, tanah longsor melanda Jepang dan menyapu banyak rumah di wilayah Shizuoka pada Sabtu (3/7/2021). Akibatnya, 19 orang hilang.

Rekaman media televisi menunjukkan semburan lumpur dari lereng bukit menyapu sejumlah rumah di sekitarnya dan mengubur infrastruktur lainnya di kota Atami. Lalu, orang-orang di sekitar lokasi berhamburan melarikan diri.

“Keberadaan 19 orang tidak diketahui”, setelah tanah longsor, kata seorang pejabat prefektur Shizuoka yang bertanggung jawab atas manajemen bencana kepada AFP.

Melansir The Straits Times pada Sabtu (3/7/2021), pemerintah setempat telah meminta bantuan militer untuk misi penyelamatan.

Seorang pejabat kota Atami mengatakan tanah longsor terjadi sekitar pukul 10.30, yang menyebabkan “beberapa rumah hanyut”.

Setelah lonsor terjadi, 200 rumah di daerah situ mengalami pemadaman listrik.

Baca Juga :  Singapura Jawara 25 Kampus Terbaik Asia

Saat ini, di sebagian besar Jepang sedang musim hujan, yang sering menyebabkan banjir dan tanah longsor. Sehingga, pemerintah setempat telah mengeluarkan perintah evakuasi.

Di Atami curah hujan 313 milimeter hanya dalam 48 jam hingga tengah malam sebelum tanah longsor terjadi pada esok paginya.

Menurut penyiar publik NHK, curah hujan yang terjadi di Atami di atas rata-rata bulanan 242,5 milimeter pada Juli.

Atami terletak di bagian paling timur Prefektur Shizuoka, sekitar 90 km dari Tokyo dan terkenal dengan resor musim seminya.

Kereta kecepatan tinggi Shinkansen antara Tokyo dan Osaka dihentikan sementara, karena hujan lebat yang masih berlangsung.

Selain itu, kereta lokal lainnya di daerah yang terkena dampak juga dihentikan, menurut situs web perusahaan kereta api. (kps)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/