Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Pemerintah akan Tata 25 Kawasan Kumuh di Samosir, Anggarkan Rp22,6 Miliar

Editor Satu • Jumat, 27 Maret 2026 | 11:25 WIB

 

Menteri PKP Maruarar Sirait meninjau kondisi rumah warga dalam program renovasi dan penataan kawasan permukiman di Kabupaten Samosir.
Menteri PKP Maruarar Sirait meninjau kondisi rumah warga dalam program renovasi dan penataan kawasan permukiman di Kabupaten Samosir.

SAMOSIR, METRODAILY – Pemerintah pusat menggelontorkan anggaran besar untuk membenahi permukiman di Kabupaten Samosir.

Melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, dana sebesar Rp22,6 miliar disiapkan pada 2026 untuk renovasi ratusan rumah warga dan penataan kawasan kumuh.

Anggaran tersebut difokuskan pada dua program utama. Pertama, sebesar Rp11,5 miliar dialokasikan untuk penanganan kawasan kumuh di 25 titik.

Kedua, Rp11,1 miliar digelontorkan untuk Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang menyasar 556 unit rumah milik masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Langkah ini menjadi bagian dari percepatan penanganan rumah tidak layak huni sekaligus penataan lingkungan permukiman agar lebih sehat, aman, dan tertata.

Baca Juga: Brimob Sumut Jaga ketat Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan dan Terminal Sibolga

Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan, intervensi anggaran tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Dukungan anggaran ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas lingkungan permukiman serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Maruarar dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3/2026).

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan, termasuk memperkuat budaya gotong royong di tingkat lokal.

Baca Juga: Liburan Berujung Duka, Bocah Asal Medan Tewas Tenggelam di Danau Toba

Selain itu, program ini dirancang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penataan kawasan permukiman berkelanjutan. Kolaborasi ini dinilai krusial agar penanganan kawasan kumuh tidak bersifat sementara, melainkan berdampak jangka panjang.

Pemerintah optimistis, dengan intervensi anggaran tersebut, kualitas hunian warga di Samosir akan meningkat signifikan, sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan yang lebih layak dan produktif. (dtc)

Editor : Editor Satu
#samosir #aktivis kontras andrie yunus #kawasan kumuh #renovasi rumah