SIMALUNGUN, METRODAILY – Kecelakaan lalu lintas melibatkan kereta api dan mobil terjadi di perlintasan tanpa palang pintu di Km 40+000, petak jalan Stasiun Dolok Merangir–Stasiun Siantar, Sabtu (7/3) sekitar pukul 15.20 WIB.
Satu unit mobil Mitsubishi Xpander warna hitam BK 1720 ACJ tertabrak kereta api di Jalan Jengkol Doyong, Lingkungan III Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.
Akibat kejadian tersebut, dua wanita yang berada di dalam mobil mengalami luka-luka.
Kapolsek Polsek Serbalawan AKP Gunawan Sembiring bersama Kasat Lantas Polres Simalungun Iptu Devi Siringoringo langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menjelaskan, kedua korban adalah pengemudi mobil Friska Siagian (27), warga Jalan Intisari Perumahan Intisari Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, serta penumpang Dan Pebri Ester Jelita Dohare (25), warga Jalan Mangga Kelurahan Parhorasan Nauli, Kecamatan Siantar Marihat, Kota Pematangsiantar.
Setelah tertabrak, mobil berada di samping jalur rel sebelah kiri arah Pematangsiantar dengan kondisi rusak parah pada bagian depan dan belakang.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, mobil tersebut datang dari arah Jalan Karya dan melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Saat itu melintas kereta api barang atau kontainer dari arah Medan menuju Pematangsiantar.
Gerbong bagian belakang kereta api menyenggol bagian depan mobil sehingga kendaraan berubah arah dan kemudian kembali menabrak bagian belakang mobil.
“Akibat kejadian tersebut para korban mengalami luka dan trauma. Tim kami segera mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Murni Teguh Horas Insani,” ujar Verry.
Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), personel Sat Lantas Polres Simalungun bersama personel Polsek Serbalawan mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan menggunakan satu unit truk.
Mobil tersebut kemudian dibawa ke Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Verry juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api, terutama yang tidak dilengkapi palang pintu.
“Pastikan tidak ada kereta yang melintas sebelum menyeberang. Keselamatan jiwa jauh lebih penting daripada terburu-buru,” tegasnya. (rel)
Editor : Editor Satu