SIANTAR, METRODAILY — Seorang perempuan berusia 59 tahun berinisial RT ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Jalan Tuan Rondahaim Saragih Gang Hunter, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Korban diketahui tinggal seorang diri di rumah lantaran sang suami, JS, sudah empat hari tidak pulang karena bekerja mengambil getah karet di Bah Sulung, Kabupaten Simalungun.
Kapolsek Siantar Martoba AKP Martua Manik menjelaskan, jasad korban pertama kali diketahui setelah tetangga korban berinisial YOK (26) mencium bau tak sedap dari sekitar rumah RT.
Curiga dengan bau tersebut, YOK kemudian mencari sumbernya.
“Setelah ditelusuri, bau berasal dari dalam rumah korban,” ujar AKP Martua Manik.
YOK kemudian masuk ke dalam rumah melalui celah di samping pintu dan mendapati RT dalam kondisi telentang di atas kasur.
Temuan itu segera dilaporkan kepada warga sekitar, termasuk tetangga lainnya berinisial YA br S.
Para tetangga lalu menghubungi JS, suami korban, yang saat itu masih berada di lokasi kerjanya di Kabupaten Simalungun.
Petugas piket Polsek Siantar Martoba yang dipimpin Wakapolsek Iptu Hendrayanto Sihombing bersama Kanit Reskrim Ipda Juhandya Malau dan Tim Inafis Polres Pematangsiantar turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sekitar pukul 18.30 WIB, JS tiba di rumah. Kepada petugas, ia menyampaikan bahwa selama tiga tahun terakhir istrinya mengidap penyakit komplikasi.
JS juga meminta agar jenazah istrinya dibawa ke RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar.
Baca Juga: Siti Badriah Buka Alasan Operasi Payudara di Korea, Usai Tak Lagi Menyusui
Selanjutnya, jenazah RT dievakuasi ke Instalasi Jenazah RSUD dr Djasamen Saragih. Namun, JS membuat surat pernyataan bermaterai yang menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah istrinya.
“Suami korban menyatakan sudah ikhlas dan meyakini istrinya meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya,” kata AKP Martua Manik.
Atas permintaan tersebut, pihak kepolisian menyerahkan jenazah kepada keluarga.
“Korban diduga meninggal dunia karena sakit yang dideritanya, dan pihak keluarga telah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi,” pungkas AKP Martua. (rel)
Editor : Editor Satu