Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Ida Susanti, 23 Tahun Bersuamikan Perempuan, Kini Berseteru

Metro Daily • Kamis, 5 Oktober 2023 | 10:56 WIB
Kondisi Jembatan Gladak Perak Piket Nol yang hancur akibat letusan Gunung Semeru. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)
Kondisi Jembatan Gladak Perak Piket Nol yang hancur akibat letusan Gunung Semeru. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)

Ida Susanti baru mengetahui suaminya ternyata perempuan saat bulan madu di Bangkok. Dia sempat shock dan marah karena merasa ditipu. Meski sempat dua tahun tinggal serumah, kini keduanya berseteru.


LUGAS WICAKSONO, Gresik

ANDAI Ida tidak mengirimkan SMS ke nomor pria yang diberikan temannya pada 2000, mungkin dia tidak sampai berkenalan hingga menikah dengan Nardinata Marshioni Suhaimi. Setelah menikah dengan suami yang ternyata perempuan itu, Ida tak lagi bahagia.

Sebulan setelah perkenalan tersebut, keduanya menikah. Keluarga Ida menggelar pesta kecil di Surabaya untuk merayakan hari bahagianya.

’’Besoknya saya sama kakak diajak berlibur ke Jakarta. Ketika itu saya menandatangani surat nikah yang dikeluarkan catatan sipil Jakarta,’’ kata Ida.

Dari Jakarta, Ida diajak suaminya untuk bulan madu ke Bangkok, Thailand. Saat malam pertama itulah, kedok Nardinata terbongkar. Dia mengakui telah menutupi identitasnya sebagai perempuan kepada Ida.

’’Saya shock dan kaget ketika tahu dia perempuan. Saya marah karena merasa ditipu, berantem sampai saya diancam mau dibunuh,’’ ungkapnya.

Karena jauh dari rumah, ancaman Nardinata itu membuat Ida takut. Dia memilih untuk menuruti kemauan suami perempuannya tersebut. Termasuk keinginannya untuk berhubungan badan.
’’Kami sudah berhubungan pakai alat bantu karena dia menuntut keperawananku,’’ kata Ida.

Sebelum pulang ke Surabaya, Ida menyepakati perjanjian dengan suaminya. Dia bersedia hidup bersama Nardinata dan tiga anak angkat yang masih kecil. ’’Dia bilang tidak butuh istri, tetapi butuh orang yang bisa mendampinginya,’’ ucapnya.

Tiga bulan setelah menikah, Nardinata membelikannya rumah di Laguna Taman Indah Mutiara. Ida juga dipercaya untuk mengelola toko spare part di Kedungdoro.

’’Saya kenal dia pengusaha yang punya restoran dan kos-kosan di Jakarta. Saya tidak pernah diberi uang. Hanya mengelola toko itu,’’ ujarnya.

Namun, karena kerap dimarahi hingga mendapatkan kekerasan fisik, Ida tak sanggup lagi hidup seatap bersama Nardinata. Dia memutuskan pergi dari rumah dan menumpang tinggal di rumah kakaknya di Tandes.

’’Saya juga diancam mau dibunuh kalau tidak menuruti keinginannya,’’ tuturnya.

Sejak itu, Ida dan Nardinata saling lapor. Ida melaporkan suami perempuannya ke Polda Jatim terkait penipuan dengan identitas palsu.

Dia juga melapor ke Polrestabes Surabaya karena sang suami menjual rumah di Laguna secara diam-diam kepada keponakannya. Tak hanya itu, Ida juga menggugat perdata terkait rumah di Laguna tersebut.

’’Dia laporkan balik saya karena menempati rumah saya sendiri di Laguna lagi. Saya dinyatakan bersalah melakukan penyerobotan dan dihukum percobaan enam bulan,’’ katanya.

Sejak melaporkannya ke polisi, Ida tidak pernah melihat Nardinata lagi. Polda Jatim telah memasukkan suaminya itu ke dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 2017.

’’Saya sekarang hanya ingin dia ditangkap. Kalau rumah dan uang, saya tidak mau membahasnya lagi,’’ ucapnya. (*/c7/aph/jp) Editor : Metro Daily
#bersuamikan perempuan